Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Two Sides Of KIRANA

Two Sides Of KIRANA

10 – Selesai Observasi, Nongkrong Sebentar Di meja luar sebuah coffee shop kecil, Ares meletakkan dua gelas kopi—satu hitam pekat, satu latte. “Ini gue pesenin yang kayak kemarin. Tebakan gue masih benar gak?” Kirana menatapnya cepat. “Masih. Tapi... lo gak bosen nyoba terus ya?” “Kenapa harus bosen?” Ares mengangkat bahu. “Gue suka proses. Termasuk kenal orang.”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Petualangan di Planet Tera

Petualangan di Planet Tera

tanya Rama. Rahula tersenyum. Ia memahami keadaan Rama. Siapapun yang tiba di tempat baru, pasti akan memiliki rasa penasaran yang sama. "Tentu saja. Kuharap kau menyimaknya dengan baik." Rahula lalu menjelaskan. "Tak seperti apa yang dipahami manusia, pada kenyataannya memang terdapat tiga semesta, yakni Mayapada, Madyapada, dan Arcapada."
1.7K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as teras kopi 21
Read
+Library
A Part of Me

A Part of Me

Ada beberapa orang yang sudah tampil sebagai rapper, kayaknya mau sebanding sama Arap yang nama lengkapnya Reza Arap Oktavian gamers ganteng idaman fuck pencitraan nakal tapi tampan. Tidak lama dari itu, datanglah pesenan gue. “Ki, lo harus cobain Purinsesu Kaguya kafe ini. Enak banget deh. Gue gak bohong.” begitu kata Dobi. “Iya, bener banget. Lo tahu gak ukurannya itu pas gak gede banget dan gak kecil. Lo harus pesen buruan” tambah Tifa yang tadi teriakin nama gue.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Namun, begitu membuka lemari, fokusnya teralihkan. Deretan stoples di hadapannya telah diberi label nama-nama hari. Kopi Black Ivory untuk hari Senin, Finca El Injerto untuk Selasa, Saint Helena untuk Rabu, Hacienda La Esmeralda untuk Kamis, dan kopi luwak untuk Jumat. Isi lemari itu lebih mahal dari gaji bulanannya! "Apakah perlu teknik khusus untuk menyeduhnya?" desah Kara khawatir. Ia bisa membayangkan kemarahan Frank jika ia menyia-nyiakan bubuk kopi itu.
10501.8K viewsCompletedAdded to Library 10.0K Times as teras kopi 21
Show Reviews (43)
Read
+Library
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
Terapis Pembawa Petaka

Terapis Pembawa Petaka

"Aku nggak mau cerai, jadi lebih baik kamu tenangkan dirimu dulu." Selama beberapa hari berikutnya, Dirga sering mengobrol denganku di Line, mengabarkan dengan siapa dia sedang bersama dan apa yang dia lakukan. Hari ini, aku menerima pesan lain di Line dari Dirga, "Valeri, aku akan membelikanmu hadiah, jangan marah lagi, ya?" Dia mengirimkan gambar tas Chanel. Aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa tiba-tiba Dirga memiliki pemikiran semacam ini?
3.9K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Setelah menerima pesanannya, Tania mulai memilih tempat duduknya. Seorang laki-laki memasuki area kafe dengan tergesa. Tania tersenyum, tatakala matanya menatap sosok Sandy di sana. Ia melambaikan tangan, Sandy memeberi kode bahwa ia akan memesan kopi terlebih dahulu sebelum menemaninya. “Hai, Tania. Apa sudah dari tadi?” sapanya seraya meletakkan matcha latte di atas meja dan duduk di hadapan perempuan itu.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 306 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Ia tak mau sang bos menunggunya terlalu lama. Wulan berjalan ke ruangan sang bos sambil sesekali memperhatikan kopi yang mengepulkan asap itu. Ia tak melihat sang bos yang berjalan ke arah berlawanan. Pun demikian dengan sang bos yang berjalan sambil memegang ponselnya. Tepat di depan pintu, keduanya bertabrakan. Cangkir berisi kopi yang masih panas itu pun melayang ke udara, airnya menyebar.
416 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Bayangan Cinta Sang Mafia

Bayangan Cinta Sang Mafia

jawabnya dengan pandangan yang tertuju ke sebuah restoran yang ada di depannya Terlihat seorang gadis cantik sedang duduk di kursi yang ada di teras Restoran itu yang dihiasi dengan pot bunga cantik berwarna-warni, saat itu gerimis kecil sedang turun tapi gadis itu tetap duduk disana dengan tenang sambil menikmati secangkir kopi panas “Siapa dia Tuan??” Tanya Gustav yang mendadak lupa dengan ucapan Tuannya barusan
763 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Teror Mantan

Teror Mantan

ucap Alex. Dengan gesit pelayan menulis pesanan yang Alex ucapkan. "Saya ulangin yah," ucap pelayan tersenyum ramah. "Vanilla latte 2, cappuccino 2, chesse toast 2," Alex mengangukan kepalanya mendengar ucapan pelayan. "Baik, mohon di tunggu yah ka," ucap pelayan tersebut lalu pergi meninggalkan mereka.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as teras kopi 21
Read
+Library
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Secangkir kopi ada di hadapannya, masih mengepulkan asap panas. Tommy berdiri menyambut, matanya lekat pada wajah Rosa, terpana melihat pemandangan di hadapannya. Jika dia sempat memuji kecantikan Rosa pada saat Giselle mengadakan pesta ulang tahun, sekarang kecantikan itu menjadi semakin sempurna. “Silakan duduk, mau minum apa?” “Mas Tommy, ya … ng … teh aja,” jawabnya.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as teras kopi 21
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status