Moonlight Kiss
Teslaku pun melesat menembus jalanan Kota Jakarta di pagi hari, bersaing dengan laju kendaraan lain yang membawa beban perjalanan masing-masing.
“Permisi, Kak, ini pesanannya. Satu cangkir cafe au lait, satu kopi hitam, dan satu sandwich keju,” seorang pelayan laki-laki berwajah oriental dengan seragam serba cokelat dan apron hitam di pinggul tersenyum ramah. Gerakannya yang efisien dalam menata cangkir dan piring di meja kami sedikit mengalihkan perhatian dari video pembunuhan yang baru saja kusaksikan.
Khawatir jika video keji itu tanpa sengaja terlihat oleh si pelayan, masih dalam kelimbungan, kututupi layar ponsel dan segera kukembalikankan ponsel itu kepada pemiliknya, Doni.
Hot Chapters