Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

“Iya, kamu boleh marah sama Abang. Abang memang salah. Ambil waktu kamu buat marah sama Abang. Asal besok nggak jadi panggil pengacara.” Tangan Arka mulai memukul-mukul dada Caraka, karena sejujurnya ia masih butuh pelampiasan semua rasa yang bercampur aduk di hatinya—marah, kesal, kecewa. Dan Caraka tidak keberatan tangan mungil itu memukulnya. “Kenapa butuh waktu lebih dari 24 jam buat ngejelasinnya, Bang? Aku nggak bisa tidur. Aku capek mikirin jalan keluarnya—”
1023.2K viewsCompletedAdded to Library 533 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Ia menarik napas dalam, dada sesak seperti terperangkap dalam kubangan perasaan yang bercampur sedih, tapi juga marah yang mulai menggelegak di dalam. Bibirnya tercekat, menahan kata-kata yang membakar lidah, kemarahan itu seperti bara yang bersemayam diam, menunggu saatnya untuk meledak. Arka berdiri tegak di dekat jendela, tubuhnya kaku. Tangannya mengepal erat, kuku menekan telapak hingga sedikit memerah. Matanya menatap tajam ke gelapnya malam di luar, seolah mencari jawaban dari keremangan itu. Suaranya pelan tapi tegas saat memanggil, "Rafi."
840 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
MARTA, cinta kedua

MARTA, cinta kedua

"Aku salut, demi sebuah pesan kamu mengorbankan sisa hidupmu untuk bersamaku." Aku terperangah. Ada gelegak amarah yang menguasai dada. Marah pada diri sendiri yang mudah terbawa suasana. Marah pada sosok Panji yang selalu menarik ulur. Marah pada Arka yang selalu bisa mengaduk emosiku. Arka dengan santai mengawasiku. Sementara aku seolah terkunci. Tak bergerak walau sebenarnya aku ingin berlari. Kebodohan demi kebodohanku seperti dibuka olehnya.
9.823.3K viewsOngoingAdded to Library 863 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Terjebak Cinta Mantan

Terjebak Cinta Mantan

Ia sampai mengepalkan telapak tangan kemudian memukulkannya ke dada berulang kali, mencoba untuk mengurangi rasa sakit yang terus menghimpit. Arga melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, matanya merah menahan amarah dan rasa kehilangan. Buliran kristal bening kini luruh dari kelopak matanya, buliran itu terbang bersama angin yang menerpa wajahnya. “Tunggu aku, An! Aku pasti kembali, aku janji!” - -
9.861.1K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

12. Terjebak Cinta Terlarang Terkena Guna-guna. Penulus: Lusia Sudarti Part 12 "Tenang aja Wak, selagi mereka nggak pake kekerasan aku masih bisa tahan," sahutku sambil tersenyum. Dan di balas senyuman oleh Wak Wati. "Pulang dulu ya Wak. Mau nyiapin makan siang buat Anjani!" Pamitku.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Terjebak Cinta Saudara

Terjebak Cinta Saudara

gerutu Angel kemudian jika ingat pertemuan keluarga yang kacau karena perselisihan keduanya. “Itu salah Kenan yang menyukai Anira.” Kalandra mencoba membela diri. “Itu salahmu karena tidak mendengarkan penjelasannya!” Angel begitu kesal, hingga menginjak kaki Kalandra. “Ica! Sakit!” pekik Kalandra langsung mengangkat kaki karena terkena injakan heel Angel. “Salah siapa debat denganku.” **
9.611.9K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Angga & Ana

Angga & Ana

Dengan mempertahankan ekspresi kaku diwajahnya. Sedangkan Angga berusaha menahan amarahnya. “Arggggh,” teriaknya meluapkan emosi. Tidak ada yang pernah berhasil mempengaruhinya sejauh ini. Tapi Anjar baru saja melakukannya, dengan Ana sebagai amunisinya.
8.76.3K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Ia dengan setengah berlari keluar dari apartemen Raka, dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan. Raka terus saja mengumpat dan memaki Rara. Ia tidak bisa menahan emosinya. Gelegak hasrat yang gagal ia salurkan membuat kepalanya pusing. Rasa sakit di ujung kakinya membuat amarahnya semakin menjadi-jadi. Sumpah serapah keluar dari bibirnya. Kilatan amarah terlihat jelas di kedua matanya. Bibirnya lalu terus menyebut nama Rara berulang. "Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku akan menghinakan dirimu dan membuat kau menyerah terhadap semua kemauanku!!!" ucap Raka dengan penuh dendam dan amarah.
12.9K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
Oh...Jandaku tersayang.

Oh...Jandaku tersayang.

sial. Rasa malu, canggung, cemas dan bingung yang timbul akibat tidak ada tanggapan balik, bertemu dengan ego tinggi yang telah mendarah daging menghasilkan tameng tebal muka, dengan bantuan kalimat terpaksa, sehingga menjadikan seorang Anggara yang beberapa saat lalu sedikit melembut, kembali memasang wajah tegas slengean dengan ekspresi tiada bandingnya. 'Ajar tak bisa mengalahkan adab." Hahaha...seorang Anggara kapan dia bisa kalah?. Never!.'
7.312.0K viewsOngoingAdded to Library 287 Times as terjebak di angkara murka
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status