Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Telat Nikah

Telat Nikah

Buat alasan nolak lamarannya. "Ya, kebetulan semua kriteria itu memang ada dalam diri saya. Kamu benar-benar high quality jomlo." Pak Indraguna melipat tangan di dada, bersandar pada sandaran kursi. Satu kaki menyilang bertumpu di paha satunya. Songong. Cepat-cepat kukeluarkan ponsel dari tas, lalu mengusap layar dan menekan aplikasi g****e. Mengetikkan nama suami Raisa di pencarian.
9.926.8K viewsCompletedAdded to Library 776 Times as terlajak laris
Read
+Library
Parfum Pemikat Wanita

Parfum Pemikat Wanita

seru Laras dengan nada tinggi demi menutupi rasa gugupnya. "Salah paham gimana, Teh?! Itu daster Teteh sudah ketat begitu, terus posisinya kenapa dekat banget sama Kang Badru?!" Lilis menunjuk-nunjuk kasur dengan jari yang gemetaran karena emosi. Laras langsung membusungkan dadanya yang besar, mencoba pasang badan. Kain satin hitam yang super ketat itu makin meregang kencang, membuat dua gundukan padatnya bergoyang saat ia menarik napas dalam-dalam.
1014.6K viewsOngoingAdded to Library 451 Times as terlajak laris
Read
+Library
Kontrak Nikah: Istri Pengganti Sang Presdir

Kontrak Nikah: Istri Pengganti Sang Presdir

Dave tidak mengubris ocehan Gerald, yang menurutnya hanya bualan semata saja. Sementara di Paris sana, Larisa yang saat ini sedang party bersama teman seprofesinya di sebuah acara peluncuran film yang baru saja di liris oleh pihak manajemennya terlihat begitu happy bahkan dia menari melenggak-lenggokan tubuh seksinya di bawah lampu disco dengan santai.
9.953.8K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as terlajak laris
Read
+Library
Bahagia Setelah Terusir

Bahagia Setelah Terusir

“Iya, Tuan. Dia sahabatnya Teratai dari kecil. Putranya Acil Nurul, pemegang resep kerupuk Teratai. Dia menyukai Teratai, tapi Teratai hanya menganggapnya sahabat dan menjalin hubungan dengan Arbain.” “Gadis dekil itu ternyata ada juga yang menyukainya,” gumam Sanad. “Ya, Tuan?” Sanad tergagap. “Tidak apa. Lalu bagaimana dengan perkembangan Teratai Produksi?” “Mulai memburuk, Tuan. Sepertinya pembeli pertama karena mengira itu Teratai sebelumnya. Setelah mencoba, mereka tidak kembali lagi, hanya segelintir yang kembali mengonsumsi. Padahal suppliernya baru saja memasukkan produk ke minimarket dalam jumlah yang banyak, karena respon awalnya bagus.”
109.9K viewsOngoingAdded to Library 238 Times as terlajak laris
Read
+Library
Terjerat Aturan!

Terjerat Aturan!

kata Kak Raka menunjuk pada salah satu model yang sedang berlenggang keluar di atas catwalk. “Yang berwarna hijau toska itu?” tanyaku balik kepadanya. “Iya, itu adalah edisi terbatas dari Michelle. Kamu tahu Michelle?” tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku sebagai sebuah jawaban. Michelle? Aduh siapa itu? batinku sebelum Kak Raka menjelaskannya dengan sabar kepadaku.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 231 Times as terlajak laris
Read
+Library
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Dari belakang, aku mendengar suara seperti tangisan Erwin, suara tangis yang terdengar begitu putus asa seperti anak kecil. Namun, aku tidak akan menoleh lagi. Pada pertandingan kali itu, kami meraih juara pertama. Saat pulang, putri kecilku berbisik di telingaku, bertanya dengan lembut, "Ibu, apakah Om itu nggak datang? Aku ingin mengucapkan selamat tinggal padanya." Aku terkejut sejenak, lalu dengan hati-hati bertanya pada putriku, "Om itu sangat sibuk, kamu... sangat suka padanya, ya?"
9.961.8K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as terlajak laris
Read
+Library
Hasrat Terlarang Sang Pelakor

Hasrat Terlarang Sang Pelakor

"Hanya lecet sedikit." Kata ‘lecet’ itu membuat Sarah mengerutkan alisnya. Lecet? Apa maksud wanita ini? Sarah menatap tubuh Sri dengan tatapan merendahkan, seolah membayangkan lelaki miskin mana yang mau meniduri pembantunya dan menyebabkannya berjalan pincang seperti itu. Ia tertawa geli, tawa sinis yang hanya ia keluarkan saat merasa dirinya jauh di atas segalanya.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as terlajak laris
Read
+Library
Terbawa Hasrat

Terbawa Hasrat

“Morgan, tapi kita belum selesai—” “Aku sudah selesai. Thanks, untuk kedatanganmu yang memuaskanku.” Morgan bangkit berdiri. “Sekarang lebih baik kau pergi. Asistenku akan mengirimkan uang untukmu dua kali lipat. Permainanmu hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya.” Laina merapikan pakaiannya. Wanita itu bangkit berdiri, menatap Morgan kecewa. Laina tak mengira kalau Morgan hanya menginginkan Make Out. Tidak sampai memasukinya.
9.9242.8K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as terlajak laris
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

suaranya antara percaya dan tidak percaya. Dari balik kegelapan, muncul dua orang gadis muda, dia adalah Naya Maharani dan Najwa Saghira. Tangan Nay menghunus busur, yang ditengahnya tertancap anak panah yang menyala ke-emasan. Busur dan anak panah inilah yang mendapat sebutan 'Dewi Larasati.' Keduanya mendekat, memastikan korbannya sudah tidak berdaya. Lalu dengan isyarat memerintahkan semua orang untuk melanjutkan langkah.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as terlajak laris
Read
+Library
Hasrat Terlarang Kakak Ipar

Hasrat Terlarang Kakak Ipar

kata Jehan dengan semangat. Tiara menganggukkan kepala. Dia juga sudah tidak sabar untuk menghabiskan uang yang baru saja diberikan orang tuanya. Dia ingin memberi begitu banyak barang. Bahkan, sudah ada list di dalam otaknya. “Kamu mau ke toko mana dulu?” tanya Jehan. Tiara tidak langsung menjawab. Wanita itu tampak berpikir sejenak, mencoba memikirkan ke mana dia akan melangkah. Sampai dia melihat toko tas, membuat Tiara langsung menunjukkan tanpa pikir panjang.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as terlajak laris
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status