Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

karena tidak mau memperpanjang perdebatan akhirnya Arman hanya berdehem. Mau berapa kali pun Arman mengatakan untuk menjaga jarak dari Alif, tetap saja Arnita tidak pernah mengindahkannya. "Kamu juga jangan terlalu dekat sama dia, inget kamu sudah bukan gadis lagi jadi nggak usah centil."
106.2K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as termenung jauh
Read
+Library
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

ucap sang serigala putih seraya menatap penuh amarah ke pola yang tergambar di atas tanah yang berada di tempatnya. "Pola teleportasi jarak jauh," jawab sang naga yang telah mendarat di samping hewan buas berbulu putih itu. Ketiga hewan itu dengan kompak menatap nyalang pola sihir itu. Seakan-akan tengah menunggu keempat pengganggu dari tengah-tengah gambar pola itu walau mereka tahu itu tidak akan pernah terjadi. Larut di dalam kekesalan mereka karena belum puas memberikan pelajaran kepada para hama penganggu yang berani-beraninya hendak merobohkan istana ratu mereka.
2.8K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as termenung jauh
Read
+Library
Anniversary Terakhir

Anniversary Terakhir

“Apa kamu sudah nggak cinta lagi sama aku, Nin? Malam itu kita melakukannya dan kamu tampak bahagia. Aku sadar, selama ini aku terlalu terobesesi dengan Keyra sampai tak melihat kamu. Aku sadar aku salah dan aku menyesal.” Ucapannya terdengar menyedihkan, tapi aku malah tak bisa menahan tawa. Aku sudah hafal betul sifatnya, 10 tahun itu tidak sebentar, bahkan aku hafal berapa ukuran celana dalamnya. Bukankah itu sudah menunjukkan aku tahu luar dalam tentang dia meski dia selalu memberi jarak padaku. “Kenapa kamu tertawa, Nin? Aku serius.” Mas Fajar mengatupkan kedua bibirnya, tampak rahangnya mengeras.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 766 Times as termenung jauh
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Dasar mental unta! Ya, itu mental unta, minum banyak sebelum berjalan jauh, aku sudah pernah melakukannya. Waktu kami mau pindah ke kota ini aku tebar hutang di tempat lama. Mulai dari kredit panci sampai Kredit HP juga Bank keliling. Baru kami pindah kemari, tak mungkin mereka kejar kami sampai ke sini, berat di ongkos pasti.
1041.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as termenung jauh
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

Mendung menggelayut di bola mata indahnya. Mishal menatapnya sendu, penuh cinta, "i have no idea, Nay. I just feel that we already knows each other since long time." "Really?" "Yup." "How?" "When the fisrt time i saw you, i fell that we already meet each other before." "Hemm___," "How about you?" Nay, tertegun menatap Mishal, tatapannya bingung. "Actually, I was confused when I was brought to the office this morning. You just let me watch, while you negotiate the price, I really don't know that I'm being traded. I'm the one you're negotiating the price."
104.5K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as termenung jauh
Read
+Library
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Terryn mengusap wajahnya, dengan payah dia berusaha menarik nafas panjang. Sejenak tangan Jang Nara terdiam mendengar Terryn menelpon ponselnya. Dia berjanji dalam hati setelah ini dia hanya akan mengaktifkan mode senyap untuk ponselnya itu. “Kirim pesan aja Non, kali aja tuan lagi sibuk gitu.” Jang Nara kembali memijat kaki Terryn yang mulai menghangat. Sungguh baginya dia merasa ini adalah long distance relationship yang paling mengenaskan. Dia dekat dengan perempuan yang dicintainya tapi terasa sangat jauh tak terjangkau olehnya. Justru Terryn lah yang merasa jika akhir-akhir ini dia merasa sedang sangat dekat dengan Deva.
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 424 Times as termenung jauh
Read
+Library
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

“Berbeda saja. Kau temanku. Sedikit saja perbedaan yang kau tunjukkan, aku bisa mengendusnya. Bahkan dari jarak jauh.” Moreau mencoba untuk tidak terpengaruh oleh pernyataan Juan. Mungkin jika yang pria itu katakan benar; bahwa dia terlihat bahagia—seharusnya, tak perlu mati – matian untuk menyangkal. “Bagaimana dengan tournamen-mu?”
1031.9K viewsOngoingAdded to Library 1.0K Times as termenung jauh
Read
+Library
Booking Terakhir

Booking Terakhir

BOOKING TERAKHIR Nama Tamu : RAKA PRADANA Tanggal Check-in : 17 Agustus 1999 Status : BELUM HADIR Raka mengulang kalimat terakhir itu berkali-kali. Belum hadir, bukan pernah hadir dan juga bukan menghilang, seolah seseorang masih menunggu kedatangannya hingga hari ini. Di belakangnya, koper milik petugas arsip tertutup sendiri. Klik.
10523 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as termenung jauh
Read
+Library
Titik terakhir

Titik terakhir

Dalam batin menunggu, bisakah kamu menyapaku lebih dulu? Tidak, pemuda tersebut punya benteng terkuat. Berjalan santai sembari kedinginan menatap jauh ke depan. Hanya sekilas melirikku yang ingin tenggelam dalam kepura-puraan. Pertemuan terakhir yang membosankan menjadi hal yang paling aku sesali. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku akan berteriak. "Bagaimana kabarmu?", "Bagaimana dengan kelangsungan tunanganmu?" aku harap pernikahan itu batal.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as termenung jauh
Read
+Library
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

“Aku mau jadi suami kamu. Dan apa yang cuma suami istri boleh lakukan? Dekat dalam arti badaniah.” “Vlad, aku dan Bhaga bisa melakukan itu. Tapi aku nggak merasa dekat dengan Bhaga apalagi sekarang. Aku justru dekatnya sama kamu.” “Coba ada Bhaga, kalian tidur, kalian bisa dekat lagi. Di sisi ini aku beruntung Bhaga sibuk hiking.” “Vlad....” Tone suaraku turun. “Terakhir kami ketemu, bahkan kamu bisa tau sedekat apa aku dan Bhaga di urusan itu. Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Kami makin jauh.”
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 489 Times as termenung jauh
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status