Gadis Penjual Pecel, Sukses jadi Miliarder
Hari yang tadinya cerah, tiba-tiba gumpalan awan hitam, mendadak bergulung-gulung di atas sana, siap menumpahkan isinya, turun ke muka bumi.
Petir terdengar menyambar-nyambar, saling bersahutan, angin juga mulai berhembus dingin, membuat gadis manis itu, mau tak mau segera mengemasi barang dagangannya.
Di cuaca seperti ini, pecel dagangannya tidak akan di lirik oleh pembeli. Mereka tentu akan lebih memilih makan di tempat yang aman, dengan menu yang bisa menghangatkan tubuh mereka, seperti bakso, mi ayam, soto dan makanan berkuah lainnya.
Hot Chapters