Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pemuda Pemikat Gadis Desa

Pemuda Pemikat Gadis Desa

Tampak beberapa kantung plastik berisi sayuran dan bahan masakan. "Sini Bu, simpan saja di depan! kalau di pegang, nanti ibu pegal," ucap Joko penuh perhatian. Bu Tika mengangguk sambil tersenyum, lalu memberikan beberapa kantung plastik itu kepada Joko untuk di tata di depan. Setelah selesai, Bu Tika naik ke motor. "Sudah siap bu?" tanya Joko memastikan. "Siap.. ayo," balas Bu Tika.
1063.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Terbangun Di Dalam Tubuh Antagonis Pemalas

Produk yang sedang happening di seluruh dunia. Tentu saja itu ide Ariana untuk membuat botol air kaca dan menjualnya ke seluruh dunia. Belum ada teknologi membuat plastik di dunia ini dan Ariana memang tidak mau berinvestasi untuk membuat plastik yang sampahnya malah menjadi polusi di masa depan.
304 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
TOXIC (INDONESIA)

TOXIC (INDONESIA)

tanya Eza. “Lha ... masa buat Zia ditawarin, aku malah dipalakin?” Gea ikut tertawa. “Beda kelas, teh. Teteh kan reguler jadi harus bayar, kalau Zia udah VIP ga perlu dipalakin.” Eza menjawab. VIP? Lagi-lagi isi kepala Zia terus bertanya-tanya. Kalau ada VIP berarti ada VVIP, bukan? Jadi ... siapa perempuan yang mendapat tiket VVIP dari Eza?
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Tak Pakai Lipstik

Gara-Gara Tak Pakai Lipstik

Tak jauh dari sana, ada bangku plastik yang posisinya sudah terbalik. “Putra!” seruku seraya berlari menghampiri Putra. “Duh, sakit!” rintih Putra sampai meringis. “Apa yang telah terjadi?” “Tuh! Kursi plastiknya terbalik dan aku jatuh. Tolong kacamataku, dong!” Kepalaku menoleh ke kanan, kiri, depan, hingga belakang. Tapi, tak juga kudapati kacamata Putra di area lantai.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
SUDAH TAK PERAWAN

SUDAH TAK PERAWAN

Kebetulan beberapa plastik bagus kutemukan. Dengan tangan gemetar dan keadaan remang, aku melaksanakan titah dari Mas Laksa. Memasukkan Petty yang tubuhnya sudah kaku itu ke dalam plastik. Lantas memasukkan gelas ke dalam plastik kecil lainnya dan mengambil cairan yang tumpah di lantai itu dengan bekas air mineral. Tak banyak yang kudapat. Namun cuma untuk diuji lab, sudah bisa kurasa.
1092.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Jangan Mencintaiku

Jangan Mencintaiku

Ia membuang palstik itu ke tong sampah. Keyla memegang tangan Tino dan menatap ke plastik kreseknya. "Apa isinya?" Tino menggeleng-gelengkan kepala, gadis itu secara paksa merebut plastik yang akan ia buang ke tong sampah secara paksa. Keyla melihat isinya tersenyum, membawa benda itu pergi bersamanya. Tino mengejar, bertanya tidak di jawab oleh gadis itu hanya terus berjalan menuju kelas.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Hold off

Hold off

pamitnya entah ke mana melalui pintu lain. Mika yang di tinggalkan memilih bermain bersama Thor untuk menghilangkan rasa bosan. Hampir sepuluh menit pergi, Erik kembali dengan wajah segar dan membawa beberapa kantong plastik putih. Erik meletakkan plastik di meja kayu lalu membukanya. Dia mengeluarkan plastik yang di ikat berisi es kelapa muda lalu mebuka ikatan, memberi sedotan lalu mememberikannya ke Mika.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Bukber di Rumah Mertua

Bukber di Rumah Mertua

ujar Rara. Hastari berjalan mendekat pada sepeda motor tuanya. Sepeda motor yang susah payah dibelikan oleh sang ayah hanya demi agar dia bisa berangkat menimba ilmu. “Apa ini?” Tari mengambil satu buah plastik hitam yang menggantung di sepeda motornya. Rara berjalan cepat menghampiri dan turut menengok ke dalam plastik yang sedang dibuka Tari.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
NAFKAH YANG TERBAGI

NAFKAH YANG TERBAGI

Selain koper, ia juga melihat sebuah plastik hitam berukuran besar yang belum terurai di dalam tanah. Rusdi terdiam menatap benda-benda itu. Ternyata rencana bu Nunik dan Lulu benar-benar matang untuk menghilangkan jejak dan barang bukti. Sehingga tercipta sebuah kebohongan, bahwa Tiana pergi dari rumah dengan membawa semua bajunya bersama pria lain. "Sudah berhasil, Rus? Nah, iya! Kamu tolong buka plastik hitam besar itu. Tiana ada di dalam plastik itu!" tunjuk bu Nunik semakin tidak sabar.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Derita Istri yang Difitnah Mandul

Derita Istri yang Difitnah Mandul

Karenanya dia juga tidak ragu untuk menaiki kursi plastik demi mengambil tikar plastik yang ada di atas lemari. Pelan-pelan, Intan pun naik ke atas kursi plastik itu. Lalu tangannya terulur ke atas lemari untuk mengambil tikar yang tergulung. Ketika tangannya sedikit lagi mencapai ujung tikar itu, tiba-tiba sesuatu yang entah apa jatuh dari atas dan menimpa bahunya. Intan spontan menjerit dan meronta-ronta karena hal itu. "Cicak! Cicak!" jerit dan ketakutannya semakin menjadi kala tahu apa yang menimpanya.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status