Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tulang wangi

Tulang wangi

Sampai di halaman, sebagian warga udah duduk di kursi plastik yang disediain. Gua langsung nyapa mereka. “Assalamualaikum!” Senyum gua lepas, tangan gua terulur buat salaman. “Wa’alaikumsalam,” sahut mereka hampir bersamaan, kepala pada nengok ke arah gua. Gua salaman satu-satu—ramah, sopan, senyum kecil. Mereka pun nyambut dengan cara yang sama. Abis itu gua izin, “Pak, punten… mau masuk dulu ya.”
433 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Sahabat Ayahku: Pengantin Kecil Si Miliarder

Menikah dengan Sahabat Ayahku: Pengantin Kecil Si Miliarder

Sensor tetap sunyi. Mereka tidak menyadari bahwa bahan peledak plastik jenis Composition C-4 telah dicetak menyerupai lapisan dalam vas marmer dan segel karet kotak pendingin—sebuah teknik penyamaran tingkat militer yang mengelabui frekuensi magnetik standar.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Cinta Dan Dendam Windy.

Cinta Dan Dendam Windy.

tanya Alvin kepada Tatik yang tengah sibuk mengumpulkan sisa makanan dan memasukkannya kedalam sebuah piring plastik. “Iya Den, Ini juga Bibik mau antarin.” jawab Tatik sambil menenteng piring plastik itu dan segelas air putih dalam sebuah gelas yang juga terbuat dari plastik menuju pintu gudang. “Lho, Papa kok dikasih makanan sisa sih Bik ?” Alvin bertanya dengan nada gusar. Ia berlari mendekati Tatik dan langsung merampas piring dan gelas plastik itu dari tangan Tatik dan serta merta membuangnya ke wastafel yang ada disudut ruang makan itu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Terpaksa Satu Peraduan dengan CEO Arogan

Terpaksa Satu Peraduan dengan CEO Arogan

Tok Tok Tok Pak Sagi muncul dari balik pintu yang tidak tertutup membawa dua plastik besar di tangannya. "Permisi," ucapnya sopan. Laki-laki paruh baya itu berjalan ke meja panjang dan meletakkan dua plastik di tangannya ke atas meja.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU

Tentu saja goresan itu nyata terlihat, karena warnanya yang kontras dengan alas teflon. “Memang kenapa, Nak?” tanya Bu Wak dengan bingung. “Ya nggak papa, sih, Wak. Cuma seharunya sih make yang ini.” Aku beranjak dari kursi dan menghampiri Bu Wak, aku mengambil spatula berwarna hitam yang tergantung. “Loh, kalau pakai plastik yang itu Ibu takut leleh, Nak. Nanti bisa lengket, rusak, loh, nanti sutil plastiknya!” ujar Bu Wak dengan wajah polos yang berhasil membuat tawaku pecah.
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

Sementara bidan Hilmi membantu Tika mengeluar kan Ari-ari bayi. "Masha Allah." Ku pandangi bayi itu dengan senyum haru. "Buk, ini ari-ari nya di dalam sini ya," ucap bidan Hilmi menunjukkan plastik asoy besar berisikan ari-ari. Aku mengangguk dengan cepat. Bidan Hilmi meletakkan plastik itu di atas sebuah kursi dekat bed Tika berbaring. Sementara bidan Hilmi membersihkan diri Tika dari d4rah lahiran, aku menemui mas Bara lagi di luar.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

Menjandakan Istri Demi Selingkuhan

titah Amel sudah tidak sabar lagi. Aku mengusap pipi dan puncak kepala gadis cilikku sambil mengurai seulas senyum, lalu mulai membuka kotaknya dan seiring dengan terbukanya kotak tersebut, kami berempat melongo tidak percaya dengan apa yang kami lihat. "Haa, kok ada plastik hitam empat buah, sih, Bun. Mana ada namanya begitu?" tanya Amel seraya mengambil satu bungkus plastik yang bertuliskan namanya
8.817.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

Ternyata gelas-gelas plastik dari Ucup masih ada di dalam karung, bertumpuk dengan karung-karung lain yang juga berisi barang bekas. “Belum saya jual lagi ke bandar besar.” ujar sang bandar. Ekky merogoh uang dari dompetnya untuk membeli sekarung gelas plastik. Melihat itu, Ucup tampak panik. “Pak, saya nggak tahu apa-apa, bukan saya yang memasukkan racun ke makanan di Tk itu ….” “Kita lihat saja nanti, setelah petugas laboratorium memeriksa semua gelas plastik ini.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Suara Desahan di Kamar Anakku

Suara Desahan di Kamar Anakku

Setelah bungkam dalam beberapa detik usai mengatur napas, akhirnya aku kembali angkat bicara. "Mas, mohon dengarkan ungkapan saya. Tadi Ijah sempat mendapatkan plastik minyak goreng berukuran satu per empat di tong sampah lantai dua, bagaimana kalau kita bawa bukti itu untuk diteliti sidik jarinya. Nanti akan terbukti dengan jelas siapa pelakunya," tantangku segera.
9.8829.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.5K kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

”Apa itu, Bi?” Alina masih di tangga, melihat plastik berukuran cukup besar ditenteng oleh Rumini. Bau menyengat dari dalam plastik membuat perut Alina terasa diaduk-aduk. ”Tikus mati, Non.”
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai tikar plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status