Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Cantik Setelah Talak 3

Menjadi Cantik Setelah Talak 3

Lelaki itu berdiri tepat di sebelah kursi yang diduduki oleh Hanifa. "Kalau dia tidak mau tanggung jawab, saya siap jadi Bapaknya anakmu itu!" celutuk Latif membuat Hanifa mengangkat sebelah alisnya. Dia sama sekali tak tertarik dengan lelaki satu itu. Apalagi wajahnya terlalu mudah diingat jika dulu Latif adalah salah satu sepupu Abimana yang gencar menghina dirinya. "Latif benar, Nifa. Kalau kamu nikah sama ponakan Tante yang ini, Tante jamin hidupmu bakalan enak!" celutuk Santi yang tak memusingkan lagi mau Hanifa hamil atau tidak.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as titik latifah
Read
+Library
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

lirihnya dalam hati. Namun yang tak disadari Raga, saat itu ia berada di sebuah perumahan mewah dengan jarak puluhan meter antar satu bangunan dengan bangunan lainnya. Terletak di lereng bukit di pinggir kota Jakarta. Perumahan di mana privasi menjadi prioritas utama. Tak ada tetangga yang saling mengenal. Bahkan jika ia berteriak sekuat tenaga, suaranya tak kan didengar oleh siapa pun juga. Dan Raga telah dua hari berada di sana.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as titik latifah
Read
+Library
Firdaus

Firdaus

Preman itu jatuh berlutut. Segera Afifah menghantamkan botol logam itu lagi ke tengkuknya. Akhirnya pria itu tak sadarkan diri. "Ayo dong Haikal! Harusnya kamu langsung kabur, jangan nungguin aku! Malah gak bangun-bangun, gimana sih?!" Omel Afifah sambil menyeret Haikal meninggalkan halte. Haikal masih merasa pandangannya berkunang-kunang setelah ditinju tadi, ia berusaha mengikuti langkah lari Afifah dengan terhuyung.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as titik latifah
Read
+Library
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Fatma melangkah dengan cepat dan membukakan pintu. "Nona ..." Seorang wanita yang dapat dikatakan sudah tidak muda lagi berdiri di depan pintu. Mata wanita itu bergetar saat melihat Fatma berdiri di hadapannya, "A-apakah Nona butuh bantuan?" Dia tertegun. Tanpa memutuskan jembatan tak kasat mata di antara pandangan matanya dengan tatapan Fatma, wanita berusia enam puluh tahun itu mengucapkan kata-katanya "Aku akan membantumu dalam hal apapun, Nona. Pekenalkan, aku Bibi Latifa." Menatap lekat wajah Fatma membuat dia sadar dengan posisinya sebagai seorang pelayan. Bibi Latifa segera menjatuhkan pandangannya ke lantai.
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as titik latifah
Show Reviews (50)
Read
+Library
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Read All Reviews
Sabitah

Sabitah

“Kenapa baru datang?” “Ada hal yang harus aku selesaikan dengan masyarakat,” ucap pemuda itu. “Bagaimana? Apa kamu sudah tahu letak titik itu berada di mana?” Gadis itu kembali memastikan perihal temuannya beberapa waktu yang lalu. “Sistem jaringan Kota Metrolium sudah diperumit sekarang. Ditambah dengan adanya larangan sistem yang baru saja diumumkan. Aku cukup kesulitan pada awalnya, tapi aku sudah mendapatkannya.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as titik latifah
Read
+Library
Cinta Gadis tak Bernasab

Cinta Gadis tak Bernasab

“Ayolah, Mas. Bantu aku nembung ke Kyai Azzam, kalian kan berteman.” “Kami berteman tapi belum tentu kami mau besanan, Tifah. Lagian kamu ada gerangan apa tiba-tiba main minta nikahin Alwi sama Ning Abel." Bu Nyai Latifah menceritakan asal muasal keinginannya gara-gara berjumpa dengan Ning Abel saat dia sedang ada acara di Purwokerto. Katanya beliau langsung terpesona melihat sosok Ning Abel yang sudah dewasa.
9.835.5K viewsOngoingAdded to Library 957 Times as titik latifah
Read
+Library
Dear Allah

Dear Allah

Fatih belum pulang! "Apa salahku sehingga aku ditinggalkan seperti ini?" Mengelus dadanya yang terasa sesak sekali. "Kak Zay cepat buka pintunya! Sudah bangun, kan?!" Suara di luar kamar semakin keras. Zayna dengan langkah berat berjalan ke pintu. Mengintip dari lubang kecil di pintu, ternyata yang datang adik Fatih yang kedua bernama Latisa. Usianya baru menginjak 17 tahun dan masih duduk di bangku 12 SMA.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 218 Times as titik latifah
Read
+Library
Istri Muda

Istri Muda

Jantungnya hampir saja merosot karena terlalu senang saat Huri dan Elang mengangguk serentak. "Hore!" pekik Bu Latifah terlalu gembira. Cepat wanita paruh baya itu ke kamar mandi untuk mencuci tangannya dan juga mengganti gamis yang ia pakai. Bu Latifah memang sudah membawa bekal baju ganti di dalam totte bag berukuran sedang. Sudah antisipasi untuk menginap di rumah sakit menemani Huri bergadang.
1028.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as titik latifah
Read
+Library
Sepiring Talak di Pagi Hari

Sepiring Talak di Pagi Hari

Apa-apaan lagi ini? “Saya minta tolong jangan bubar dulu. Saya juga ingin menjelaskan sesuatu kepada semua yang ada di sini siapa Zia ini,” ucap Latifa. Kepalanya mendongak, bajunya rapi khas orang berada, gayanya elegan. Itu menunjukkan kalau ia wanita berkelas. Orang-orang tidak jadi membubarkan diri. Seperti ayam yang disebari jagung, mereka menikmati drama gratisan part tiga.
1051.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as titik latifah
Read
+Library
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Tepat jam 10 pagi ia sudah sampai di Demak. Latifah dimakamkan di sebuah pemakaman umum di desanya yang masuk di wilayah kecamatan Bonang. Oleh kuncen makam Zoelva ditunjuki di mana letak makam sang bidadari. Makam baru itu terletak agak ke tengah. Sesampai di depan makam, ia mengucapkan salam. Ia yakin, Latifah mendengar dan menjawab salamnya. Ada terasa aroma yang demikian harum semerbak yang tercium oleh hidungnya. Mungkin hanya aroma dari bunga tabur yang ia bawa, pikirnya.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as titik latifah
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status