Setahun Menikah Masih Perjaka
"Saya hanya membantu. Agar usaha kerajinan rotan warga makin berkembang, dan dipasarkan ke kota besar, atau ke luar negri. Untuk agunan, mereka rata-rata punya aset."
"Terimakasih, Pak. Berhubung ini sudah sore, kami harus ke kantor. Terimakasih banyak Pak." Mutia berucap.
"Tunggu, mau bawa duren untuk oleh-oleh?"
Sudah kuduga, mereka bersorak gembira. Teman-temanku yang tak mempertimbangkan waktu setuju, mengikuti Pak Muksin ke kebun durennya.
"Duluan saja, aku menyusul," kataku pada Mutia. Istri Pak Mukhsin kulihat telah keluar membawa sabit.
Hot Chapters