Tawanan Sang Mafia
"Jika tidak sesuai dengan lidahmu, kau bisa meminta air putih."
Freya menyunggingkan senyuman tipis yang beracun. Ia memiringkan kepalanya, sengaja menatap langsung pada wajah menunduk Anastasia.
"Bukan air putih yang kuinginkan, Alaric," ujar Freya dengan nada mengintimidasi yang sangat pelan. "Aku hanya merindukan tata krama yang benar. Di markas Marseilles, seorang pelayan yang membiarkan jari-jemarinya terluka tidak akan diizinkan menyentuh peralatan makan pimpinan. Itu sangat menjijikkan."