Setelah Bapak Tiada
Butuh kepala dingin, pemikiran tenang, dan jiwa yang tentram, barulah bisa untuk mengorek isi jurnal tersebut.
Beralih ke e-mail berikutnya. Deretan pertanyaan terpampang jelas. Ratusan soal dalam beberapa halaman, harus kujawab. Tentu dengan referensi jurnal sebelumnya. Nahasnya, jawabannya harus dengan opini pribadi didasari oleh fakta ilmiah yang ada. Sungguh pekerjaan yang berat. Alamat akan begadang kalau begini.
Sampai di halaman terakhir, tertulislah deadline untuk meng-submit berkas-berkas tersebut ... dua hari lagi. Paling lambat jam Cinderella alias tengah malam. Wow, amazing! teriakku dalam hati.
Bab Populer