Neng Zulfa
“Gus, lihat aku dan genggam erat tanganku. Aku benar-benar mencintaimu, Kang Masku.”
Lirih Gus Fatih membaca blurb cerita yang ada di sampul belakang novel yang kupegang. Cara bacanya pelan dengan intonasi yang puitis, membuatku cukup terkesima mendengar suaranya.
Kukira Gus Fatih tidak terlalu menyukai sastra jika mengingat semua buku koleksinya yang ada di perpustakaan pribadi milik Gus Fatih di Jombang. Rak-rak bukunya itu hanya dipenuhi kitab-kitab kuning dan tafsir. Jika pun ada buku lain, setahuku Gus Fatih hanya mengoleksi buku-buku bacaan umum seperti sesuatu yang berbau kemasyarakatan, teknologi, bisnis, manajemen apalah itu, ensiklopedia, buku-buku sosial, ekonomi, juga buku-buku l
Hot Chapters