Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Srraakkkkk Ssrraaakkkk Suara langkah berat mendekat, reflek Bu Mala langsung mencari tempat bersembunyi dan masuk ke antara celah antara sebuah pohon besar yang mempunyai banyak akar besar. Akar akarnya yang mencuat keluar cukup besar untuk menyembunyikan tubuhnya. "Tooolooonggggg!" suara yang mirip seperti suara Marni tadi terdengar kembali, kali ini lebih dekat dan Bu Mala yakin jika memang ada yang tengah menuju kemari.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as tumbuhlah
Read
+Library
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

"Bunga. Celia menyukai bunga." Gerard lalu membuka sebuah laman trip and travel Australia lalu menunjukkan sebuah agenda perjalanan menuju Coral Coast Trail yang ada di Australia Barat. Sebuah taman nasional yang menyimpan keindahan keanekaragaman flora liar yang bisa langsung dinikmati di tempat. "Apa ini bisa membuatnya bahagia?" Gerard menunjukkan laman itu.
7.5K viewsOngoingAdded to Library 284 Times as tumbuhlah
Read
+Library
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

Ia menuju ke tangga, menuju ruang laundry, dan Selena merasa ada sesuatu yang tak beres. "Aku harus bantu bibi, siapa yang tega menjadikannya tumbal?" gumam Selena dengan hati yang berat, berpikir untuk bertindak. Meski cemas, Selena mencoba mengalihkan pikirannya dengan membuka laptop. Ia kembali mencari informasi tentang apa yang sebenarnya ia rasakan. Artikel-artikel di internet menyebutkan hal yang hampir sama: jantung berdebar, perasaan euforia, kangen, posesif, dan berbagai tanda lainnya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as tumbuhlah
Read
+Library
Tiba-Tiba Dimadu

Tiba-Tiba Dimadu

jawab ibu berjilbab ungum "Nggak, nggak, diberitahu juga kasihan." suara ibu-ibu itu terdengar sumbang di telingaku seperti ada sesuatu yang aneh dan hal yang disembunyikan. "Selamat pagi ibu-ibu, apa kabar?" sapaku ramah. "Hai mbak Jannah, aduh bayinya ganteng sekali." mereka seperti mengalihkan pembicaraan. "Bicara apa Bu, sepertinya seru sekali?" Aku berusaha menutupi rasa penasaran dengan senyuman.
1060.0K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as tumbuhlah
Show Reviews (15)
Read
+Library
Kiky
endingnya sangat mengecewakan..! padahal secara jelas udah kentara banget kamu itu cuma cadangan Jannah..! seandainya aib nya angel gak ketahuan, gak akan mungkin Rafiq mau nyariin kamu.. ini malah balikan lg ma Rafiq.. astaga harga diri wanita di novel² skrng pada gak ada ya...??
anne annisa
versi disini berakhir indah buat jannah. makasih thor udah kasih ending yg lbh baik buat rafiq dan jannah. dulu waktu baca di inn****sama kabeem, sumpah aku pengen protes. gitu amat nasib jannah maupun rafiq. sukses selalu buat author. tetap semangat untuk berkarya.
Read All Reviews
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

“Aku bikin proyek, Ma. Proyek beneran, bukan tugas sekolah.” Alis Nayla terangkat. “Proyek?” “Namanya Tumbuh,” jawab Harra cepat, matanya berbinar. “Komunitas kecil buat remaja kayak aku. Fokusnya di literasi digital dan pengumpulan buku untuk anak-anak di daerah pesisir. Daerah yang dulu Mama pernah kunjungi waktu kerja sama NGO tahun 2013.”
3.6K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as tumbuhlah
Read
+Library
KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA

KETIKA SANG BILIONER BANGUN DARI KOMA

Taylor mencontohkan, lalu membantu anak-anak satu per satu. Alika mengikuti dengan serius, lidahnya sedikit menjulur karena terlalu fokus. “Kemudian kita masukkan bijinya. Kecil banget, kan? Tapi dari biji sekecil ini nanti bisa tumbuh jadi tanaman yang besar.” “Ajaib,” gumam Alika kagum. Taylor tersenyum hangat. “Iya, seperti keajaiban kecil yang tumbuh pelan-pelan. Tapi hanya kalau kita sabar dan menyayanginya.”
1067.6K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as tumbuhlah
Show Reviews (17)
Read
+Library
Aurora Aurora
Males sama Geo...!!! berarti jauh sblum nikah kontrak sama Bianca, Geo udah sering tidur BERTUKER PELUH SAMA AMARA....!!!! TERLEBIH GEO YG UDAH BENERAN UDAH NIKAH SAMA AMARA...!!! PASTI BERKALI-KALI...!!!! Mana katanya segala cara udah di coba buat Amara hamil, malah ga hamil2...!!! Biar kena Azab
Marlien Cute
Dapat notifikasi langsung otw baca. Sepertinya ceritanya seru,jadi penasaran dengan alur ceritanya. Semoga tidak angsat & ga bertele². Semangat Kak Author & Semoga Kak Author sehat selalu. Aamiin Allahumma Aamiin... ...
Read All Reviews
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

"Iyah lebih tepatnya bayi lavender. Bukan ulatkan" Aku memandangi bayi bunga lavender yang masih kecil itu. Dia tumbuh di tengah-tengah semak belukar dan rumput liar lainnya. Sesuatu yang sangat tidak diduga, bahwa di taman yang tidak terawat dan terlihat seram ini tumbuh bunga secantik ini. "Kecil sekali, tapi dia sudah sangat cantik dan lucu" "Kamu tahu arti dari bunga lavender ga Al"
102.9K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as tumbuhlah
Read
+Library
Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Aku Bangkit dari Lembah Neraka

Sudut bibirnya terangkat sangat tipis. “Bagus,” bisiknya. “Dia sudah paham… jalur pohon bukan untuk menumbuhkan segalanya.” “Melainkan untuk tahu… kapan harus berhenti.” Angin di Lembah Pertumbuhan Ganas berdesir pelan, tidak lagi liar. Tanaman merambat yang semula menggeliat kini diam, seolah bingung harus tumbuh ke mana. Jalur sempit yang dibuka Ling Xuan tetap bertahan, tidak direbut kembali, tidak pula meluas dengan rakus.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as tumbuhlah
Read
+Library
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Semua barangnya hampir laku dalam sekejap. "Sial, orang-orang apa sudah buta, ya? Bisa-bisanya mereka tertipu?" Wita menggelengkan kepala, dia membelalakkan mata tidak percaya. Mungkin bukan karena mereka buta ... tapi karena terbawa perasaan sendiri. Jumlah penonton siaran langsung Rani makin bertambah, dia terus mendapatkan banyak hadiah. Dia mungkin sudah menghasilkan banyak uang hanya dalam waktu satu jam.
8.3K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as tumbuhlah
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as tumbuhlah
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status