Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaisar Naga Kegelapan Asura

Kaisar Naga Kegelapan Asura

Membuat Ming Lu mengerang keras "Argh!" Ketika tubuh Ming Lu disambar petir, itu memicu pola array yang ada di bawahnya. Pola array itu kemudian mengeluarkan cahaya merah dan kemudian dia berputar dengan kuat dan cepat. Leluhur klan Ming, Ming Lu merepal segel tangan Dengan cepat. "Aktifkan!" Teriaknya dengan suara keras, hingga terdengar di telinga orang-orang yang ada di Medan perang.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Budak Kesayangan Pangeran Buta

Budak Kesayangan Pangeran Buta

ucap Ming Zhu lembut. Tatapan Liang Wei turun pada wanita itu. Lalu perlahan tangannya menyentuh bekas merah di leher Ming Zhu dengan sangat hati-hati. Kalau beberapa detik lebih lambat saja, goresan kecil itu mungkin sudah menjadi luka mematikan. Dan pikiran itu saja cukup membuat aura Liang Wei berubah semakin dingin. Tak jauh dari sana, Hei Yan diam-diam menelan ludah sambil berbisik kecil pada Mo Lin.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan

Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan

Zhen Ming melemparkan komentar pedas, terdorong oleh emosinya saat ini. Menghadapi kemarahan Zhen Ming sudah menjadi makanan sehari-hari Mei Anqi, ia terbiasa. Pria ini tidak suka ditentang, apabila sudah marah, cukup abaikan kemarahannya. Ajak dia berkomunikasi pelan-pelan. Alihkan perhatiannya dan berikan sesuatu yang menyentuh hati. Beruntung dia punya syal merah ini. Mei Anqi selesai memakaikan syal merah tersebut ke leher Zhen Ming. Baru menjawab sindiran pria itu sebelumnya, “Anda harus mengajari saya tata krama selama saya tinggal bersama anda.”
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Om Mafia

Gairah Cinta Om Mafia

Namun, Mei Ling tidak mau menyerah begitu saja. “Kemari kau, Bajingan!” Mei Ling menarik Leon kembali, meski tubuh pria itu dua kali lipat dibanding tubuhnya. Mei Ling adalah seorang ahli bela diri, meski bertubuh kecil, tapi, gerakan dan kekuatannya sangat cekatan. Gadis itu boleh berbesar hati karena Leon sedang tidak dalam kondisi sadar. Mereka berdua terlibat dalam pergulatan yang intens.
1057.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Lanyuan Game World

Lanyuan Game World

Hanfu merah muda yang dikenakannya hari ini terasa sedikit lebih nyaman daripada yang merah menyala, tapi tetap saja membatasi geraknya. "Kita semua punya masalah, Nona. Tapi kita dibayar untuk melupakan masalah itu, setidaknya di depan tamu," Mei Ling menjawab datar, sambil mengoleskan bedak tipis di pipi Lianara. "Ingat, Madam Yue menginvestasikan banyak padamu. Dia berharap kau bisa menarik perhatian tamu penting. Jangan mengecewakannya." "Menarik perhatian dengan senyum palsu ini?" Lianara melirik pantulan dirinya di cermin. Wajahnya yang polos kini dipoles, membuatnya tampak lebih dewasa dan rapuh.
209 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Pendekar Pewaris Kekuatan Iblis Neraka

Pendekar Pewaris Kekuatan Iblis Neraka

ujar Ming Ming memperhatikan Li Fang dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tidak berapa lama, mata Ming Ming terlihat memerah dan memancarkan sebuah cahaya merah. Disana Ming mIng melihat kalau sebenarnya LI Fang bukanlah orang biasa, entah apa yang terjadi sehingga membuatnya seperti saat ini. “Dendam,” jawab Li Fang. Ming Ming mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Li Fang yang mengatakan kalau dia hanya memiliki dendam.
8.251.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

celetuk Shen Zihan di belakang. Ming Yue menoleh. Dia menyadari kedatangan Shen Zihan dan tidak keberatan. Wanita itu pasti menguping dari luar. Ming Yue terkekeh pelan. “Tentu saja karena tidak ada yang bisa menirunya.” Shen Zihan hanya mengangguk sambil tersenyum miring. Tapi pandangannya tak beranjak dari kendi-kendi berisi cairan merah di sana.
1038.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 814 kali sebagai turning red ming lee
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Rifda Nafisha
baru nemu & seru critanya...auto maraton bacanya, wkwkwkwkwkwk jangan lupa up tiap hari ya othor,,, banyakin! awas aja kalo shari cuma sbiji hahahahi, minim 2-3bab lah ya,, klo perlu skali up 5bab & khusus weekend crazy up 10bab (bukan ngatur ya, berharap dg nada selembut kapas) 7 Okt 25
rifdanafisha
aahhh seru bacaya ga kerasa dari kmaren sore - jm 10 pagi ini baru kelar 41bab... sukak sm othor yg skali up 5bab wkwkwkw smoga konsisten ya. jangan lupa crazy up 10 bab di weekend hehehe semamgat berkarya... 08 Okt 25
Baca Semua Ulasan
Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Ie mengenakan hanfu merah muda dengan bordir emas yang menghiasinya. Mingmei memoles sedikit wajah cantik Lian Wei dan memasangkan hiasan rambutnya. Lian Wei mengambil liontin ibunya yang diletakan di atas meja. “Aku akan menggunakan ini.” “Tapi putri, kalung dan hiasan yang lainnya tidak sama,” Mingmei mencoba membantah, karena set perhiasan yang disiapkan tidak terpakai. “Ini atau tidak sama sekali.”
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Raja Terakhir Dinasti Wang

Raja Terakhir Dinasti Wang

Kediaman Raja Gao Ping, Kota Wu Zhao Ming Lan meremas erat saputangan sutra merah muda yang sejak tadi tak pernah lepas dari genggamannya. Hatinya bimbang, tak yakin apa yang dilakukannya saat ini adalah hal yang benar. “Xiao You, katakan pada kusir untuk putar balik.”
1024.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Langkah di Jalan Keabadian

Langkah di Jalan Keabadian

Jeritannya terhenti setengah jalan, berubah menjadi erangan putus asa. "Ancaman," ucap Ye Tian pelan, “hanya berguna jika lawanmu lemah" Ia mengangkat tangan. Ming Liu segera bergerak. Mata kuningnya bersinar dingin. Tanpa raungan, tanpa keganasan berlebihan, ia menurunkan telapak tangannya. BOOM! Tanah amblas, dan tubuh Chanming hancur menjadi kabut darah. Tidak tersisa apa pun selain noda darah dan serpihan pakaian.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai turning red ming lee
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status