Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Vice Versa

Vice Versa

erang sang remaja. Si pria melirik jam tangan. Mulutnya berkomat-kamit, menghitung mundur. Ia sengaja menyuarakannya dengan lantang. Tiap ia mengucapkan satu kata, erangan itu bertambah setengah oktaf. “Tiga.” “Sa—“ Tubuhnya mengejang. Ia tidak dapat mengendalikannya. “Dua.” “Ki—“ Ia mulai kesulitan membuka kelopak mata. Berat. Jemarinya masih bisa ia gerakkan sepersekian detik sebelum ...
102.9K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as tímido
Read
+Library
Sad Boy

Sad Boy

Di satu sisi senang, di sisi lain merasa bersalah. Kenapa susah sekali dia berkata jujur? Acap kali ingin bicara, tenggerokannya tercekat, tidak ada keberanian. Ketakutan lebih besar menghantui. "Tidak akan! Ini pertama dan terakhir kali kakak bertindak bodoh," ujarnya mencoba tenang. "Lantas? Bagaimana menemukan solusi untuk dirimu?" "Entahlah," jawab Seon mengedikkan bahunya.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as tímido
Read
+Library
Batas Waktu

Batas Waktu

Adit justru tersenyum tipis, lalu meraih pergelangan tangan Aqilla. “Pendek sih,” goda Adit sambil mengusap ujung kepala gadis itu. “Ih.. body shaming,” gerutu Aqilla menggembungkan pipi chubby-nya. Cowok itu tertawa gemas. “Nggak lah, justru pendek itu yang buat nyaman dipeluk,” ucap Adit seraya merangkul bahu mungil Aqilla. Demi apapun tolongin Aqilla yang mau terbang.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as tímido
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

tanya Vania. “Bisa.” Jawab Reno. “Kamu enggak lagi becanda, kan?” tanya Vania. “Van, aku serius..” “Apa ini yang kamu katakan bahwa aku tidak baik-baik saja?” tanya Vania. “Iya.” Jawab Reno. “Ren, aku tidak tahu apa yang sekarang aku rasakan. Aku resah, tapi tidak terlalu resah. Aku gelisah, tapi tidak terlalu gelisah. Sederhana saja.” Jelas Vania.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as tímido
Read
+Library
FEMININ

FEMININ

kata Femi. Jee tak bergeming sedikitpun, membuat Femi semakin salah tingkah "Ada apa?" tanya Jee, tanpa mau menatap matanya. "Kapan?" "Apa?" "Kita,, ikkeh ikkeh kimochi" Jee secepatnya menoleh ke arah Femi. Alisnya mengernyit, bingung atas pertanyaannya. Kenapa akhir akhir ini, Femi menggunakan bahasa aneh?
4.7K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as tímido
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

Beberapa detik kemudian Alisya tersadar dan buru-buru berdiri tegak. "Ma-maaf ... aku nggak sengaja," ucap Alisya terbata-bata. "Nggak apa-apa. Aku juga salah. Aku buru-buru, jadi nggak liat jalan. Maaf, ya. Kamu baik-baik aja, 'kan?" tanya lelaki itu.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as tímido
Read
+Library
Jodoh Pilihan Dewa

Jodoh Pilihan Dewa

Li Xiao Le yang masih berdiri mematung di depan wastafel terkejut mendengar suara Timmy. Li Xiao Le begitu panik dan kebingungan, dia tidak berani keluar karena malu. Tapi Timmy terus mengetuk pintu dan memintanya keluar, dan mengancamnya akan masuk ke kamar mandi jika tidak segera keluar. Li Xiao Le menghirup udara banyak-banyak dan mengembuskan perlahan, kemudian berbicara dengan dirinya sendiri di di depan cermin. "Xiao Le, kamu jangan bego! Itu hanya mimpi! Yang tahu cuma kamu sendiri! Kenapa kamu harus malu, bego!"
101.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as tímido
Read
+Library
TIME (Indonesia)

TIME (Indonesia)

] [Aku bermimpi hal yang sama lagi. Serra: [Apa kau sudah pergi ke dokter?] Aku: [Aku tidak ada waktu untuk pergi ke dokter.] Liliana: [Aku curiga. Mungkin saja, kau merindukan kami.] Aku: [Aku tidak merindukan kalian.] Aku juga mengirimkan emoticon orang yang sedang mengumpat di balik dinding. Adeline: [Itu hanya mimpi biasa, tidak perlu khawatir.]
9.95.4K viewsOngoingAdded to Library 216 Times as tímido
Read
+Library
Fake

Fake

Didorongnya sekuat tenaga tubuh Shena tetapi nihil taka da perubahan sama sekali, badan Shena tetap di sana dengan statik. “Bacot lo. Apa aja yang lo denger.” Suara Shena terdengar sangat mengintimidasi, Laura ketar ketir sendiri karena tidak bisa melakukan perlawanan lebih. “Lo nggak percaya banget. Bocah freak lepas gue nggak mau telat masuk kelas, anjing. Lo ngerti bahasa manusia nggak sih? Ngotot banget jadi orang.” “Jangan salahin gue, lo yang nggak mau jujur dari tadi,” bisik Shena tajam, dia menyunggingkan smirk.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as tímido
Read
+Library
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Saat dia menekan kirim lagi, layar tiba-tiba menampilkan tanda seru merah. Hatinya langsung terasa berat. Winda begitu mencintainya, sampai-sampai kalau Tama pulang terlambat sepuluh menit pun, mata Winda kapamerah hampir menangis. Bagaimana mungkin dia memblokirnya? Sebuah firasat buruk merayap naik menyusuri tulang punggungnya. Dia tiba-tiba menginjak gas, menambah kecepatan mobil.
27.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as tímido
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status