Ujung Senja
“Ah, usah engkau ambek hati, Ra. Dah tak heran keluarga dio macam tu.”
“Iyo. Tapi sakit jugo hati.”
Aku memang menceritakan kejadian dengan Kak Unai kepada Kak Hanum.
“Eh, makanlah dulu. Kato Bang Asman, engkau paling suka pulut pakai pisang goreng. Sedap ni, buatan Akak sendiri.”
“Keluo air liur Era, Kak.” Aku tertawa.
Kami sudah beranjak meninggalkan kamar saat ponselku yang ada di meja belajar Winda berdering.
인기 회차