MERTUA IDAMAN
“Mir, sebentar lagi Yusuf pulang. Ibu lupa belum masak nasi. Tadi nasinya habis. Tolong kamu masak nasi, ya! Bisa, kan?”
“Bisa, Bu.” Ibu memang pernah mengajariku memasak nasi satu kali. Tentu saja aku masih ingat karena langkahnya cukup mudah.
**
“Ante, au usyusyu.”
“Apaan, tuh?” Aku sama sekali tak mengerti bahasa bayi.
“Au usyusyu. La antuk.”
“Apaan, tuh, La antuk?”
Sayangnya di dunia ini tak ada kamus bahasa bayi. Aku mencoba menggendong Zeela dan menatapnya lekat. “Apa, Sayang?” tanyaku.