Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Vonis Mandul Dari Mertuaku

Vonis Mandul Dari Mertuaku

Bibir Calluna bergetar kecil. “Iya, aku akan membeli semua keramik yang ada di rak itu, dan tambahan seratus buah vas bunga tabung dengan motif floral.” Jantung Calluna hampir copot saat ini. Otaknya otomatis membayangkan bagaimana sibuknya dia untuk beberapa hari ke depan. Wanita paruh baya itu mengeluarkan segepok uang, sesuai dengan nominal pembelian dan satu amplop coklat lagi sebagai bayaran untuk pesanan seratus vas bunga.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as vas bunga besar
Read
+Library
Reinkarnasi Dewa Perang ALAGAR

Reinkarnasi Dewa Perang ALAGAR

Gadis itu dengan hati-hati mengambil Vas bunga, secara perlahan mendekati tamu tersebut dari belakang. Kedua orang tua Viona sontak saja terkejut saat melihat Anaknya mengangkat Vas bunga di atas salah satu kepala tamu. Mata mereka membelalak lebar. "Viona ja ...." Prang! " ... an." Ayah Viona seketika langsung lemas. Tamu yang dihantam Vas bunga menoleh ke belakang sejenak, sebelum akhirnya jatuh pingsan dengan kepala berdarah.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 517 Times as vas bunga besar
Show Reviews (6)
Read
+Library
Ranka Yudha Yudha
apakah ini cerita tentang menantu goblok dgn istri dan keluarganya yg sinting?. Saya belum baca tapi kalo ceritanya sama seperti kebanyakan novel jiplakan dgn cerita menantu goblok yg dikarang oleh pengidap pneumo cronial...saya malas bacanya.
Kafkaika
Halo kak ceritamu menarik,,, sy tertarik dg cara suguhun adegan dlm kata2,, sulit lho nulis kek gini,, salam kenal kak Jangan lupa mampir ke bukuku ya, tp bukuku romance semua "ISTRI PENEBUS UTANG KESAYANGAN PEWARIS"
Read All Reviews
Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Namun, suara cemoohan tetap terdengar di telingaku. “Bukankah itu Laras?” “Dia dilecehkan oleh begitu banyak pria ... jijik sekali.” “Lihat, dia sepertinya kencing celana. Benar-benar menjijikkan.” “Astaga! Bisa-bisanya video seperti ini ditampilkan di acara Tuan Besar Wijaya. Kenapa orang seperti dia bisa menjadi menantu Keluarga Wijaya?" Mataku kembali terbuka. Tangan besar itu kini bergeser ke telingaku.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as vas bunga besar
Read
+Library
Ibu Pengganti Untuk Anak Presdir

Ibu Pengganti Untuk Anak Presdir

tambahnya kesal sekaligus bingung. Sementara Aruna terhenyak. Ditatapnya bunga yang masih ada dalam pelukan. Karena ukuran buket tersebut benar-benar besar, Aruna harus punya tenaga ekstra agar ratusan bunga mawar yang dihias begitu cantik itu tak jatuh ke lantai. "Jawab saya, Aruna! Siapa yang ngasih bunga itu!" desak Bastian mendekat pada Aruna.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 312 Times as vas bunga besar
Read
+Library
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

"Kau benar-benar serius dengan pekerjaan barumu ini, ya?" "Tentu saja. Ini pertaruhan nama baik keluarga," sahut Vani dengan satu mata mengedip, menggoda sang kakak. Saat Vani sedang menjelaskan jadwal Varel untuk hari itu, seorang kurir bunga masuk ke area sekretariat, membawa sebuah buket bunga kecil yang sangat cantik—bunga aster putih dan baby's breath.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as vas bunga besar
Read
+Library
Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

Anisa berhenti di tempat, menatap buket bunga raksasa itu dengan tak percaya, lalu menggelengkan kepala melihat tingkahnya. "Kelvin, menurutmu ini nggak berlebihan?" Pria itu terkekeh pelan. "Berlebihan? Nggak, Sayang. Bahkan bunga sebanyak ini masih belum cukup untuk merayakan kemenanganmu hari ini." Anisa mengembuskan napas tak percaya, meski pipinya mulai menghangat. "Aku benar-benar nggak tahu harus berkata apa. Kamu tahu aku bukan tipe orang yang menyukai hal-hal seperti ini."
10106.9K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as vas bunga besar
Read
+Library
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Matanya penuh senyum. "Prosedur pemulangan telah selesai. Ini bunga yang dipetik kedua anak pagi ini. Mereka ingin mengucapkan selamat atas kepulangan dari rumah sakit." Nathan dan Nolan bersandar di kedua sisi. "Tante Emily, lihat, masih ada embun di bunga-bunga ini!" "Tante Emily, bunga-bunga ini membuatmu terlihat sangat cantik!" Brian menggenggam tangan Emily, kedua anak itu mengikuti di sisi kiri dan kanannya. Mereka berempat meninggalkan bangsal, membuat para perawat di belakang mereka iri.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as vas bunga besar
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

“Apaan?” “Bunga Tai Kotok. Masa enggak tahu sih? Itu loh, bunga yang warna kuning. Kata orang sih baunya kaya tai kotok, makanya dinamai bunga Tai Kotok. Kalau enggak, lo kasih bunga putri malu, tapi yang warnanya pink, yang tangkainya kecil terus ada durinya, kalau lo cabut kan entar durinya nempel tuh di tangan lo, jadi dia tahu kalau lo emang benar-benar berjuang. Atau bunga Widelia, warnanya juga kuning, tangkainya pendek, biasa dijadikan penutup tanah. Kalau lo enggak mau juga, ya udah lo kasih deh bunga bangkai. Ukurannya kan besar, jadi cukup lo kasih satu aja, jadi enggak perlu dirangkai, pasti enak tuh digenggamnya, apalagi ada aromanya kan dan itu bunga langka. Tapi lo harus nyari
8.2K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as vas bunga besar
Read
+Library
Venomous Rose : Mawar Berbisa

Venomous Rose : Mawar Berbisa

Sang Nenek menciduk hasil dari ramuan yang berupa cairan tersebut ke dalam sebuah botol kecil, dan ditutupnya menggunakan spons padat. "Ini adalah ajian baruku, Denok. Namanya Venomous Rose, atau Mawar Berbisa. Aku telah meramunya semaksimal mungkin agar tak perlu menggunakan sesuatu dari target yang ingin dipikat, karena ini pada dasarnya adalah untuk memikat setiap orang yang memandang, terutama laki-laki. Kamu akan menarik sekali bagi kaum laki-laki." Jelas Si Nenek sambil memberikan botol kaca sekecil genggaman tangan kepada Cindy. Cindy menatap botol di tangannya. Cairan tersebut berwarna merah hati yang pekat, dengan butiran-butiran emas yang berkilau ketika tersinari cahaya. Mirip sep
102.3K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as vas bunga besar
Read
+Library
Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Tunjukkan Pesonamu, Nina!

"Tunggu, ini vas bunga yang mana sih? Kalau kamu mau nanti abang belikan yang lebih bagus, Nggit." "Itu lho vas bunga warna biru di samping TV besar," Tunjuk Intan pada tempat di sebelah TV, bekas vas yang tadi pagi masih tertata cantik disana. Intan tidak sadar bahwa ekspresi Bagas mengeras. Bibirnya masih saja berbicara, "Lagipula itu kan cuman vas bunga. Harganya nggak seberapa sama jam tangan mahal yang kamu pakai sekarang."
106.8K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as vas bunga besar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status