Dua Wajah Satu Hati
Aku menatap lelaki itu dengan senyuman manis kemudian duduk di depan lelaki itu, nama lelaki itu adalah Matra Chastelein, tidak ada unsur Chinesenya, sepertinya memang bukan kembaran Wu Hao, mereka hanya mirip saja.
"Ah, kita bertemu lagi, Nona Vanilla benar?" Tanya lelaki itu dengan senyumannya. Aku mengangguk, kemudian pandanganku menatap pipi lelaki itu yang terlihat masih memar.
"Betul."
"Sedikit matching ya, Saya Matcha, dan kamu Vanilla." Ucapnya basa-basi.
"Mmmm, ya, maaf soal kemarin. Aku tidak sengaja, kamu mirip sekali dengan mantan suamiku yang brengsek." Ucapku dengan senyuman malu.
Sikat na Kabanata