Hasrat Terpendam Papa Tiriku
Hadi menyeruput jus jeruknya, sementara Adrian masih memandangi layout di tangannya, jemarinya berhenti di satu titik.
Beberapa detik berlalu sebelum Adrian mengangguk pelan.
“Oke, Mas. Layout-nya saya setuju,” katanya akhirnya. “Tapi untuk bunga di sepanjang karpet, jangan merah.”
Hadi mendongak. “Oh?”
“Olivia maunya serba putih. Ini masih tertulis mawar merah,” lanjut Adrian sambil menunjuk detail di sketsa.
Hadi langsung mencatat. “Noted, Pak. Nanti saya revisi.”
Capítulos em Alta