Selamat jalan Istriku
ledekan seorang Emak yang ada di situ.
Aku hanya senyum saja menanggapinya, sering kali kalau aku lewat selalu dipanggil Duren, hahaa. Duda keren, tapi keren dari mananya ya, perasaan aku tuh sederhana biasa aja, mengenakan celana kargo lalu memakai kaos kadang ditambah sweater. Biasa setelah olah raga aku selalu mampir membeli sarapan, bukan hanya pada satu warung yang di tuju, aku selalu mengganti-ganti warung kalau beli, terutama membeli ke warung yang kecil, berharap merupakan sebuah sedekah yang tersembunyi.
"Beli apa, mau masak ya, kapan nikah lagi," tanya Emak yang lainnya.
Hot Chapters