Balada Asmara Biduan Dangdut
Baru saja sebentar melangkah, Dewik sudah ampun-ampun dan berkata jika kakinya keram.
“Aduh, mana sih ini, kok nggak sampai-sampai? Jangan-jangan kita nyasar?”
“Ya ampyun, biduan dangdut kita ini pemirsah, tenaganya lemah amat! Perasaan dulu nggak gitu deh kamu, Wik. Pasti ini gara-gara Cukir.”
“Lho, kok jadi aku?” Aku melongo menunjuk mukaku.
“Iya elu gara-garanya pasti! Tiap malam Dewik digenjot mulu jadi sampai lemah begini!”