Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.9K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as welcome to night vale
Read
+Library
Terjebak dalam Pernikahan Suami Kakakku

Terjebak dalam Pernikahan Suami Kakakku

Mereka berbicara singkat, dan mata jernih Zuri menatap mobil Axel yang melaju pergi. Lima belas menit dari pusat kota Valmont, rumah ayah dan ibunya Axel terletak di pinggir pantai Azure Bay terlihat megah—seperti kastil terbesar di kota itu. Keluarga Nightvale terkenal kaya, katanya tidak habis tujuh generasi. Axel mendengus. Itu berlebihan. Di masa ayahnya, mungkin benar, tapi sejak dia memimpin, semuanya menurun. Sepupu-sepupunya ikut campur, dan ayahnya membiarkan posisinya melemah—hanya karena dia belum punya keturunan.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as welcome to night vale
Read
+Library
King of Night

King of Night

Dia kemudian duduk di sebelah Cornell. "Namaku Aurora Virliana Brie, panggil aku Bulan, karena aku suka Bulan" ucap Aurora sambil tersenyum. Cornell pun masih setia menyimak perkataan Aurora. "Namaku Cornell" balasnya. "Tidak, namamu Malam, bukan Cornell" seru Aurora. Cornell tidak mengerti dengan ucapan Aurora. Malam? Apa maksudnya? "Kenapa harus Malam?" "Karena aku Bulan, milik malam"
103.2K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as welcome to night vale
Read
+Library
KEBANGKITAN PEDANG PENELAN JIWA

KEBANGKITAN PEDANG PENELAN JIWA

“Anak nakal Cedric Vaelthorne itu belum muncul juga? Jangan-jangan dia mabuk semalaman lagi?” Pada saat bersamaan, di dalam kamar, Lucien Nightveil perlahan membuka matanya. Ia menghembuskan napas panjang, sementara kilatan tajam muncul di matanya. Senyum tipis terukir di bibirnya. Spirit Gathering Realm tingkat keenam. Hari ini adalah hari di mana aku, Lucien Nightveil, akan membalas semuanya. Lucien Nightveil mengepalkan tinjunya erat-erat sebelum melesat keluar ruangan dan menuju arena latihan.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as welcome to night vale
Read
+Library
Miss Villainess Is Wealthy

Miss Villainess Is Wealthy

Setelah mengambil gelas kosong yang ada di meja nakas, Valerie pun berjalan keluar dari dalam kamarnya. Jam sudah menujukkan pukul dua malam, vila yang menjadi tempat tinggal Valerie sekarang ini gelap gulita karena seluruh lampu di ruangan dimatikan sejak beberapa jam lalu. Setelah Valerie merasa matanya cukup terbiasa melihat dalam kegelapan, gadis itu mulai berjalan menelusuri koridor rumah dan turun ke lantai pertama di mana arah dapur berada. Semua orang pasti sudah tidur sekarang ini, hanya Valerie sendirian yang ada di sana.
6.3K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as welcome to night vale
Read
+Library
Dear Helva

Dear Helva

kata Steven sambil berbalik membelakangi Helva yang terpaku pada bukunya, terdapat tanda tangan di atas tanda tangan Lisa, si dewi kematian. Harri Steven, Ekonomi. Hanya itu, tanpa embel-embel panggilannya sebagai pangeran, simple sekali. Desty dan Maria bergegas menghampiri Helva yang masih menatap nama Steven yang tertulis rapi di bukunya. Dia tidak tahu apa artinya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as welcome to night vale
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Didepan sana sudah ada dua petugas yang berjaga untuk memeriksa setiap undangan milik orang-orang yang ingin masuk kedalam gedung. "Kau sudah siap?" Tanya Reviline, keduanya saat ini masih berada di dalam mobil. Irene menarik napas pelan lalu menghembuskannya secara perlahan. 'Kau hanya cukup berakting, Irene. Tidak papa, kau pasti bisa', Gumamnya dalam hati. "Baiklah, ayo kita turun." Ucap Irene kemudian Reviline turun terlebih dahulu dari kursi penumpang lalu membukakan pintu mobil untuknya.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as welcome to night vale
Read
+Library
Pria Pengganti di Malam Pengantinku

Pria Pengganti di Malam Pengantinku

Matanya kini menatap sendu Reynard, "Malam itu, Vale bersikeras ingin berhubungan intim denganku, sementara aku masih jauh dari kata siap. Aku terlalu takut untuk melakukannya, dan aku telah mempersiapkan rencana agar malam pertama kami itu tertunda dengan memberikannya obat tidur. Tapi ternyata, obat itu ... " Seketika itu juga tubuh Zevanya gemetar hebat, ia seolah kembali menyaksikan Vale kehilangan nyawanya di depannya. Mata pria itu yang terbuka lebar dengan busa yang terus keluar dari mulutnya terlihat begitu menyeramkan, ia kembali merasakan ketakutan itu lagi hingga tubuhnya melemah dan terduduk di lantai. Zevanya langsung menekuk kedua kakinya dan memeluknya dengan erat, seolah nyaw
9.9156.1K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as welcome to night vale
Read
+Library
Sentuhan Pembalasan

Sentuhan Pembalasan

—sebuah mesin yang akan memperkuat energi entropinya sejuta kali lipat, menjadikannya sebuah lubang hitam hidup yang akan menelan setiap serangan fisik dari dimensi luar. Valerie berdiri di puncak menara tertinggi, jubahnya berkibar ditiup angin kosmik yang kental. Ia menutup matanya, mulai merentangkan kesadarannya ke seluruh penjuru galaksi. Satu per satu, ia merasakan jutaan nyawa—dari pedagang di planet terpencil hingga prajurit di garis depan—terhubung ke dalam batinnya. "Masuklah ke dalamku..." bisik Valerie. "Temukan perlindungan di dalam kegelapanku."
101.0K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as welcome to night vale
Read
+Library
VAMPIRES UNITED

VAMPIRES UNITED

Vampir bukan masalah main-main. Malam makin larut dan, setelah mencapai puncaknya yang ditandai oleh angin yang lebih dingin dan kegelapan yang lebih pekat, akan mulai tergelincir menuju dini hari. Rastri kembali duduk. Beberapa wartawan asyik menonton sebuah acara TV dari Jepang yang menampilkan cewek-cewek berwajah inosens berpakaian setengah telanjang. Tawa mereka terdengar seru, tak peduli dan menjengkelkan. Beberapa orang yang sedang browsing di dunia maya dari meja masing-masing tak mengacuhkan keresahan Rastri.
107.5K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as welcome to night vale
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status