Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayang Di Balik Cermin

Bayang Di Balik Cermin

Tangan kurus pucat merangkak keluar dari bawah tempat tidurnya. POV End Mereka bertiga baru saja melewati batas yang tidak seharusnya mereka langkahi. Dan kini, sesuatu dari balik cermin telah menyadari keberadaan mereka. Malam ini, teror telah dimulai. Dan tidak ada jalan kembali. ----
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Moonbound Deception

Moonbound Deception

Chapter 54: An Unexpected Loss The wall clock in the living room ticked with a sound that seemed deafeningly loud in the silence of the night—tick, tick, tick—each tick like a small hammer blow striking my ribs. It was nearly one in the morning, but my eyes weren't sleepy at all. My eyelids felt heavy yet refused to close, as if afraid of missing something important. The anxiety gnawing at my heart made every second feel like an hour, every minute like torturous eternity.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

Tidur yang tak sepenuhnya damai, tetapi tidur yang memberi sedikit ketenangan setelah hari yang penuh kecemasan dan ketakutan. Namun, meskipun malam itu tampak tenang, Alia tidak tahu bahwa ketenangan itu hanyalah sebuah ilusi. Ada sesuatu yang lebih gelap, sesuatu yang lebih kuat yang bersembunyi dalam bayang-bayang rumahnya, menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan dirinya dengan cara yang lebih menakutkan lagi. Malam itu, Alia tidur dengan penuh kecemasan, tetapi ia tidak tahu bahwa itu hanyalah awal dari sebuah teror yang jauh lebih mengerikan yang sedang menunggu untuk menghampirinya.
553 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Latihan demi latihan berlangsung di tengah malam, di mana setiap anggota desa belajar mengendalikan rasa takut mereka dan membangun kekuatan batin yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Namun, tak lama setelah itu, tanda-tanda kehadiran kekuatan kegelapan semakin jelas. Langit di atas desa sering kali terlihat gelap meski di siang hari, hembusan angin membawa aroma yang asing dan menakutkan. Bahkan para binatang buas di hutan pun terlihat gelisah, sering keluar dari persembunyiannya dan menyerang tanpa alasan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

pinta Diran. “Kita dimana?” William membuka pelan matanya. Bukan ini yang seharusnya ia lihat ketika keluar dari gerbang. Ingatannya masih terpaku di enam ratus tahun lalu. Tanah hitam berdebu dengan beberapa tanaman rambat berduri. Sedikit sekali cahaya yanga terlihat, kecuali hari dimana bulan terlihat penuh. Bintang, seperti batu permata yang dilemparkan ke atas kain berwarna hitam. Lalu, serigala menyalak dari kejauhan, suara itu tak pernah jelas dari mana asalnya. Malam diibaratkan sebagai tempat rasa takut berkumpul. Warga desa tidak akan meninggalkan rumah mereka ketika matahari tak lagi terlihat. “Iblis akan berkeliaran saat malam, mereka punya peliharaan, dan para iblis akan menyu
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Malam Penuh Topeng

Malam Penuh Topeng

Tidak setelah dia mengalami rasa takut seperti ini dan bagaimana dia menangis dan menjerit. Lalu kesunyian kembali meresapi Bloomingflame, meredup di dinding-dinding kediaman tua keluarga Clearwing. Lalu sebuah tangisan seorang bayi. Dan dia tahu bahwa rasa takut itu takkan berakhir sebelum dia melihat istrinya bernafas dengan matanya sendiri. Alaric berbalik, menyerahkan Vien pada Eloise yang keluar dari ruangan, tangan telah bersih. Gadis itu menerima sang pangeran kecil di pelukannya.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Unexpected Night

Unexpected Night

Dua orang terpaut usia yang jauh tetapi satu darah berada didalam dirinya dan satu kalimat yang selalu ia ingat saat mendengar suara berat dan serak itu adalah. “Let me be your nightmare every night.” Arlene berteriak, langsung membuka mata dengan keringat memenuhi keningnya. Napasnya terengah-engah, ia bangun dan melihat ke sekeliling, saat itu juga Arlene membuang napas lega sembari memegangi dada menyadari bahwa itu hanyalah sebuah mimpi buruk. Arlene menyandarkan tubuh ke kepala ranjang, menetralkan napas karena semalam setelah ia pulang dari pameran itu, Arlene benar-benar tidak bisa tidur walaupun sudah meminum obat tidurnya hingga pukul empat pagi dan akhirnya ia pun terpejam berakhir
9.7121.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Kataku bagai bisikan yang teredam oleh suara binatang malam yang saling bersahutan. Kukira kali ini aku tak akan selamat. Aku berbalik menatap belakang, kulihat sosok hitam tersebut semakin mendekat. Langkahnya lebar, mengalahkan kecepatan lariku. Aku yakin sekali jika sosok itu berlari mengejar ku, dalam sekali percobaan saja, aku sudah ditangkapnya. Bruk. Sialan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Tawa anak tengah malam

Tawa anak tengah malam

Pintunya kayu tua penuh debu dengan engsel yang sudah berkarat. Bima menelan ludah dengan paksa. “Oke, itu dia gudangnya. Terakhir kali aku nonton film horor, pintu yang kayak gitu biasanya jadi awal malapetaka.” Arman tidak menggubris, ia hanya membuka kunci rumah dan meletakkan barang-barang mereka dan mengambil senter untuk penerangan. “Kita harus masuk.” Bima mundur selangkah. “Kenapa harus sekarang? Besok pagi aja 'kan bisa? Matahari terang, ayam berkotek, setan pasti tidur siang.”
470 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Married with a Strange Man

Married with a Strange Man

Ia sedikit kesusahan membawa barang yang lumayan banyak itu. Hatinya sedikit perih, ketika Darren sama sekali tidak menahannya. Sebenci itukan Darren berada di dekatnya ? *** Kini Diana sudah berada di kamarnya. Sebenarnya ia sedikit takut, bayangan-bayangan hantu di film horror itu terus muncul. Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, dan Diana masih tetap terjaga. Samar-samar ia mendengar suara langkah kaki di taman. Kebetulan letak kamarnya berada di belakang. Pasti penjaga rumah, ia mencoba berpikiran positif.
996 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status