Budak Kesayangan Sang Tiran
“Aku ingat ibuku, Ratu Eva, mengajarkanku sesuatu. Dia berkata, ‘Kebenaran, seperti cahaya, selalu menemukan celah untuk bersinar, betapapun gelapnya kebohongan itu’.”
Dia mengangkat tangannya, telapak tangan menghadap ke atas. Dengan fokus yang mendalam, dia memanggil sihir putihnya. Kali ini, bukan semburan, tetapi sebuah manifestasi yang tenang dan indah. Dari telapak tangannya, tumbuh sekuntum mawar es. Bukan es yang dingin dan mati, tetapi struktur kristal yang hidup dan berdenyut dengan cahaya keemasan lembut di intinya. Itu adalah bunga yang persis seperti yang sering dibuat ibunya untuk menghiburnya.
Kabut putih dengan cahaya berkilauan memenuhi ruangan. Sihir putih murni, warisan Ra