Cinta Yang Salah
ujarnya begitu tenang.
Perasaanku kian risau karena Mas Arkan melajukan kendaraannya bukan ke arah yang aku tuju, dia berbelok ke arah kanan, arah yang salah. Sementara arah dimana kak Novi berada, melalui jalur sebelah kiri, dan bukan kesini.
"Mas, kamu mau membawaku kemana?" tanyaku dengan tatapan waspada. Lagi-lagi ia tersenyum menanggapi sikapku yang ketakutan.