HATI ADINDA
“Ya tinggal dibuka lagi pintunya lalu keluar, masalahnya dimana kenapa marah-marah.”
Oh iya, Dinda pun lupa kenapa harus ribet sendiri, Dinda pun segera berjalan kearah pintu dan berusaha membukanya, seketika matanya terbelalak, “Di kunci! Ini terkunci, kuncinya mana?”
Kairo tersenyum menatap penuh ejekan pada Dinda, “Di Kunci? Kuncinya sama yang punya rumahlah, tante saya, mana saya tahu!”
Bab Populer