KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA
Enik Yuliatirasa tak percaya aku mendengarnyapuasin aku maskalau begini akupun jadi sibuksedikit cemas banyak rindunya
Pintu itu sepertinya dikunci dari dalam.
"Tidak bisa masuk. Pintunya dikunci dari dalam. Padahal aku tadi sudah bilang sama Ibu, supaya tidak mengunci pintunya. Payah, memang ibuku. Giliran tidak ada orang, pintunya sering lupa mengunci, giliran diminta jangan dikunci, malah dikunci," gerutu Bara.
"Mas, ada pintu lain, tidak?" tanyaku.
Aku berusaha mengelus-elus perutku. Agar rasa mulas ini menghilang. Sepertinya aku sudah merasa tidak sabar.