Mate
sapaku sopan.
“Halo, Fita. Kamu masih muda sekali keliatannya, Dik.”
“Yaiyalah, Mbak. Masih 20 tahun, kayak teman sebayanya si Icha.” celetuk Alfa menyindir Mas Wira.
“Oh, ya? Dik kamu kok mau sama adikku yang udah tua itu? Mana dingin kayak batu es.” tanya Mbak Leya.
Oh, ternyata Mbak leya ini kakaknya Mas Wira. Aku kira Mas Wira anak sulung. “Icha, sini hp Mama. Mama mau ngomong sama Mbak-mu.”
Hot Chapters