Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
All
Menggoda
Dewasa 18+
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Realistis Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Realistis short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Realistis.
Demi Selingkuh, Suamiku Meracuni Anakku - Realistis novels & stories
Aaliyah Zoya
Demi berkencan dengan asisten di malam natal, suamiku mencampurkan obat tidur ke dalam susu anak kami. Ketika aku mengantar anakku yang demam tinggi ke rumah sakit, aku malah melihat suamiku sedang menggendong asistennya ke lantai atas. "Kaki Nelly terkilir, aku menemaninya berobat." Anaknya jelas-jelas berada di ruang gawat darurat, tetapi dia sama sekali tidak peduli. Aku mencengkeram tiket lotre yang ada di sakuku. Sudah saatnya aku mengakhiri pernikahan selama tujuh tahun ini.
Kehidupan Penuh Kepahitan, Berakhir di Tempat Jauh - Realistis novels & stories
Yandi
Ketika orang tuaku bercerai, mereka sepakat agar aku dan adik perempuanku masing-masing tinggal bersama mereka dan diasuh secara bergantian setiap tahun. Namun setiap tahun, selama jadwal pergantian asuh anak sebelum tahun ajaran baru dimulai di bulan Juli, mereka selalu berdebat demi adikku. "Louris, ikut Ibu jalan-jalan pas liburan nanti ya?" Ayahku mengerutkan kening. "Aku yang mengasuh Louris tahun ini, jadi kamu nggak boleh ikut campur." Ibuku mendengus dingin. "Tahun lalu aku menitipkannya padamu selama 17 hari karena ada perjalanan bisnis. Aku mau menebusnya kembali!" "Siapa bilang 17 hari penuh? Jelas-jelas hanya 16 hari dan 8 jam." Adikku menghela napas pelan. "Hais, seandainya aku bisa bagi diriku menjadi dua." Setelah berdebat cukup lama, ibu dan ayahku akhirnya saling mengalah. Selama liburan nanti, mereka berdua akan membawa adikku ke Pulau Laputa." "Terus, bagaimana dengan Kakak?" tanya adikku dengan penasaran. Ayahku memalingkan wajahnya. "Toh, tahun ini bukan giliranku mengasuh kakakmu." Ibuku, yang tidak menatapku sejak masuk ke ruangan, akhirnya menatapku. "Aku bakal sibuk dengan pekerjaan tahun ini, dan nggak ingin mengasuh anak. Kamu tinggal di rumah kakek dan nenekmu saja."
Kecelakaan dan Penyesalan - Realistis novels & stories
Anonim
Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil. Jantungku robek, dan aku sangat membutuhkan operasi. Namun ibuku yang merupakan direktur rumah sakit justru memanggil semua dokter ke ruang perawatan adikku, untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh padanya yang hanya mengalami sedikit lecet. Aku memohon pada Ibu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah dengan wajah tak sabar dan membentakku, "Kamu bisa nggak sih pilih waktu kalau mau cari perhatian? Kamu tahu nggak, adikmu hampir saja terluka kena tulang!" Akhirnya, aku mati di sebuah sudut yang tak terlihat seorang pun.
Kurelakan Jantung Itu untuk Adik Angkatku - Realistis novels & stories
Dudu
Setelah didiagnosis menderita gagal jantung, aku dan adik angkatku dirawat di rumah sakit pada waktu bersamaan. Namun, hanya ada satu donor jantung yang cocok. Demi memperebutkan kesempatan itu, kami berselisih selama 3 bulan penuh. Video saat aku mempertanyakan sikap pilih kasih orang tuaku di lorong rumah sakit bahkan tersebar di internet. Semua orang mencaciku sebagai perempuan egois dan kejam yang rela mengorbankan ikatan keluarga demi mempertahankan hidup. Sehari sebelum jadwal operasi ditetapkan, kakakku akhirnya datang menjengukku. Dia berdiri di ambang pintu dengan sorot mata penuh rasa tidak sabar. “Layla baru berusia 20 tahun. Hidupnya baru saja dimulai.” “Sejak kecil tubuhmu memang lemah. Kalaupun menjalani operasi, memangnya kamu masih bisa hidup berapa tahun lagi?” Aku bahkan belum sempat membuka mulut ketika ponselnya berdering. Dari seberang telepon, adik angkatku menangis sambil bertanya apakah diriku masih bersikeras tidak mau menyerahkan jatah itu padanya. Nada suara kakakku langsung melunak. Dengan sabar dia menenangkannya, “Jangan takut. Kakak ada di sini. Apa yang memang menjadi milikmu, tidak bisa direbut oleh siapa pun.” Saat kecil, ketika penyakit jantungku kambuh pertama kali, dialah yang menggendongku berlari sejauh 3 kilometer menuju rumah sakit. Waktu itu dia menggenggam tanganku sambil berkata, bahkan jika harus menukar nyawanya sendiri, dia akan tetap membuatku bertahan hidup. Namun kini, menatap wajah yang sangat akrab sekaligus terasa asing itu, tiba-tiba aku tidak ingin lagi memperebutkannya. Aku tersenyum tipis. “Baiklah, Kak. Jatah operasi itu ... aku tidak menginginkannya lagi.”
Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan - Realistis novels & stories
Aulita
Aku yang bekerja di unit rahasia ditugaskan oleh atasan untuk mengantarkan dokumen ke perusahaan kakak perempuanku. Begitu aku melangkah masuk ke kantornya, seorang pekerja magang menghalangi jalanku. "Kamu asisten baru itu?" Orang itu mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu akhirnya memfokuskan pandangannya pada dokumen di tanganku sebelum mencibir, "Kamu sudah mau jilat Bu Arabella di hari pertama kerja? Apa kamu bahkan nggak bercermin?" Pada saat ini, aku baru menyadari bahwa dia menganggapku sebagai saingan asmaranya. Namun, kakakku juga tidak pernah memberitahuku bahwa dia memiliki pacar. Sebelum aku bisa menjelaskan, sebuah tamparan keras sudah mendarat di wajahku. "Cuma aku yang boleh jadi asisten Bu Arabella! Jangan harap kamu bisa jadi pacarnya!" Dia menjambak rambutku dan menyiramkan teh panas ke wajahku. "Kamu masih begitu muda, tapi malah mau hidup dengan andalkan perempuan dan merayu wanita kaya? Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu beri kamu pelajaran!" Aku meringkuk di lantai dan masih mati-matian melindungi map dokumen dengan tubuhku. Tindakan itu benar-benar membuatnya marah. Dia merebut map itu dan merobeknya hingga hancur di depan seluruh karyawan perusahaan. Dia bahkan dengan tidak malunya berkata kepada kakakku, "Bu Arabella, asisten barumu cukup bernyali dan mencoba merayumu. Tapi jangan khawatir, aku sudah beri dia pelajaran."
Ketika Terlahir Kembali, Aku Mengorbankan Lengan Demi Bertahan Hidup - Realistis novels & stories
Montano
Aku adalah dokter kandungan yang diakui sebagai ahli di seluruh provinsi, dengan catatan sepuluh tahun berturut-turut tanpa satu pun kegagalan dalam menangani persalinan. Sampai hari itu, aku dituduh melakukan kesalahan saat menjalankan operasi hingga menyebabkan seorang ibu dan bayinya meninggal. Saat aku tiba di rumah sakit, ibu itu sudah dalam keadaan meninggal. Dengan adanya saksi, bukti fisik, dan rekaman CCTV yang semuanya lengkap, aku tidak mampu membela diri. Dalam semalam, reputasiku hancur dan aku dijatuhi hukuman mati. Orang tuaku didesak sampai akhirnya bunuh diri dengan melompat dari gedung. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke waktu ketika aku sedang mengemudi menuju rumah sakit. Di persimpangan jalan di depan, polisi lalu lintas sedang mengatur dan mengalihkan arus kendaraan. Aku menggertakkan gigi, lalu sekuat tenaga membenturkan lenganku ke setir. Terdengar bunyi retakan yang nyaring. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa tulang lengan kananku patah. Daripada menunggu kematian datang, lebih baik aku melukai diriku sendiri terlebih dahulu. Menukar satu tangan demi mendapatkan kesempatan untuk tetap hidup ....
Bantu  Mertuaku Ngerjai Pelakor - Realistis novels & stories
Athena Casandra
Aku dikenal sebagai wanita kasar di lingkungan sekitar, aku juga nggak pernah mau mengalah pada orang lain saat bersilat lidah. Hampir setiap hari, Ibuku mengingatkan kalau aku akan menerima ganjarannya setelah menikah nanti. Alhasil, suami yang aku nikahi sangat penurut padaku, ibu mertuaku pun orang yang sangat lemah lembut. Akibatnya, aku tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuanku ini, kehidupan pernikahanku pun terasa agak membosankan. Sampai suatu saat, wanita idaman ayah mertuaku kembali ke negara ini, ibu mertuaku terlihat sangat menderita setiap hari. Aku pun mulai mempersiapkan diri dan bersiap untuk bertarung! …
Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal - Realistis novels & stories
Hana Floris
Setelah Hendra kembali, aku melihat kolom voting di internet: [Setelah seorang pria berselingkuh, biasanya lebih merasa bersalah pada istrinya atau kekasihnya?] Yang memilih kekasih mencapai 99% suara. Aku berbalik dan bertanya pada Hendra, "Apa kamu juga merasa gitu?" Hendra meletakkan bukunya dan menatapku dengan ekspresi acuh tak acuh bercampur lelah. "Caroline, aku sudah kembali." "Kamu mau apa lagi?"
Kisah Motor - Realistis novels & stories
Sorami
Setelah suamiku mengalami kecelakaan kerja dan tidak bisa lagi bekerja di proyek, ia membeli sebuah motor bekas yang sudah dimodifikasi untuk mencari nafkah sebagai tukang ojek desa. Awalnya aku hanya ingin menemaninya beberapa hari agar ia lebih aman di jalan. Namun, beberapa preman desa memanfaatkan kesulitan keluarga kami. Mereka memaksa kami menandatangani utang berbunga tinggi, menyuruh suamiku mengantar barang-barang mencurigakan, dan berkali-kali mengancam akan menghancurkan nama baik keluarga kami jika kami melawan. Aku memilih diam demi anak-anak dan pengobatan suamiku. Kupikir semua itu akan berlalu jika kami cukup sabar. Sampai suatu malam, polisi datang mengetuk pintu rumahku dan memberitahuku bahwa suamiku jatuh ke jurang bersama empat orang yang selama ini menindas kami. Di bawah bantalnya, aku menemukan sepucuk surat terakhir. Barulah aku tahu, ia ternyata sudah mengetahui semuanya.
Selingkuhannya Hamil - Realistis novels & stories
Atonim
Pada hari aku ketahuan bukanlah putri asli dari sebuah keluarga yang kaya raya, si anak asli menyerbu ke dalam rumah dan menusuk perutku beberapa kali hingga pada akhirnya aku tidak bisa memiliki anak sendiri. Tunanganku sangat marah, begitu pula dengan orang tuaku. Mereka dengan tegas menyatakan tidak akan mengakui anak itu sebagai putri kandung mereka. Untuk menghiburku, tunanganku melamarku secepatnya. Orang tuaku juga menulis surat pernyataan pemutusan hubungan keluarga supaya aku bisa segera sembuh dari cederaku. Kemudian, mereka mengatakan bahwa putri yang tidak mereka akui itu melarikan diri ke luar negeri dan menerima karma dengan dijual ke Myano Utara. Aku percaya pada informasi itu. Enam tahun setelah aku menikah, aku justru melihat putri yang tidak diakui dan seharusnya sedang hidup menderita di Myano Utara itu. Dia sedang bersandar di pelukan suamiku dengan perutnya yang membuncit sambil mendesah. "Kalau saja enam tahun lalu aku nggak marah dan melakukan kesalahan seperti itu, kamu juga nggak perlu menikahi Sisilia." "Untung saja kamu dan orang tuaku memihak padaku. Kalau nggak, aku pasti sudah dipenjara gara-gara si pembohong itu. Dia pasti nggak menyangka aku selama ini hidup di bawah radarnya dan sedang mengandung anakmu." "Begitu anak ini lahir, kamu tinggal cari alasan untuk mengadopsinya dan jadikan putri palsu itu menjadi pengasuh buatku selamanya." "Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, Anton." Sorot tatapan penuh kasih sayang dari putri yang seharusnya tidak diakui itu membuat tunanganku, Anton Raksa, tersipu. "Jangan bilang begitu. Hanya dengan aku menikahinya, kamu baru bisa menjalani hidup tanpa rasa bersalah." "Asalkan kamu senang, semua yang kulakukan itu sepadan." Ternyata suami yang kukira benar-benar mencintaiku itu membohongiku selama ini. Orang tuaku juga membohongiku demi melindungi putri kandung mereka. Baiklah, aku tidak menginginkan mereka lagi!
Angin Danau Ladi Membawa Kepergianku - Realistis novels & stories
Momo
Pada hari ulang tahunku yang ke-20, seperti biasa aku berteriak ke arah ruang tamu, “Kak Peter, Kak John, Calvin, hari ini aku sudah berusia dua puluh tahun.” “Kalian pernah bilang akan menemaniku merayakan setiap ulang tahunku.” Namun, yang menjawabku tetaplah keheningan. Di atas sofa, duduk tiga boneka kecil. Kak Peter, Kak John dan juga Calvin, teman masa kecilku. Mereka membuka mata, seperti di setiap malam yang telah berlalu, menemaniku dalam diam. Barulah aku teringat. Mereka sudah tidak menginginkanku lagi. Saat berusia sepuluh tahun, aku didiagnosis mengidap penyakit ginjal. Kak Peter membawa pulang Bella dari panti asuhan. Katanya, dia adalah adik yang cocok menjadi donor ginjalku dan datang untuk menyelamatkanku. Namun, bahkan sebelum naik ke meja operasi, dia sudah lebih dulu menjadi kesayangan semua orang. Setelah menjalani kemoterapi, aku tidak boleh makan pedas, tapi Kak Peter malah memasak makanan pedas setiap hari. “Setelah ini Bella akan kehilangan satu ginjal. Memangnya kenapa kalau dia makan makanan yang disukainya?” Saat Bella menyukai kalung yang kudapatkan sebagai hadiah menjadi orang dewasa, Kak John langsung melepaskannya dariku dan memberikannya padanya. “Dia akan memberikan satu ginjal untukmu. Kamu memberikan satu kalung untuknya, bukankah itu wajar?” Calvin pernah berjanji akan menemaniku kontrol, tetapi dia mengingkari janjinya demi menemani Bella menonton konser. “Setelah ini belum tentu dia masih punya kesempatan. Kamu menahannya satu malam saja nggak akan mati.” Bahkan operasi yang menyangkut nyawaku terus ditunda karena Bella ingin melihat laut, terjun payung, dan mengejar aurora. Hanya karena aku pernah bilang takut tinggal sendirian di rumah besar dan ingin ikut bermain bersama mereka... Dengan alasan semua ini demi kebaikanku, mereka malah mengirimku ke sebuah rumah kontrakan. Pada malam pertama tinggal di sana, aku membuat tiga boneka kecil menyerupai mereka. Mereka menemaniku makan, tidur dan mendengarkan setiap kali aku menceritakan rasa sakit yang kurasakan. Hingga hari ini, aku menghabiskan seluruh tabunganku untuk membeli sebuah mobil bekas. Aku ingin pergi melihat Danau Ladi, tempat yang dulu pernah kami sepakati untuk dikunjungi bersama. Lalu setelah itu... aku tak akan pernah menoleh ke belakang lagi.
Menyelusuri Jalan Hidupku - Realistis novels & stories
Nani
Saat aku hamil delapan bulan, suamiku yang bekerja sebagai polisi inspeksi akhirnya sempat meluangkan waktu, untuk pertama kalinya menemaniku ke rumah sakit menjalani pemeriksaan kehamilan. Namun baru saja melangkah masuk ke rumah sakit, ponsel satelit terenkripsi miliknya tiba-tiba berdering darurat. Nama penelepon hanya sempat melintas sekilas, tetapi suamiku yang biasanya tenang justru segera panik. "Sayang, ada pemberitahuan merah darurat, ada buronan internasional masuk ke wilayah kita lagi, aku ... maaf ...." Dia sangat cemas, sikapnya penuh dominasi seperti seorang atasan yang tak bisa ditolak. Setelah buru-buru meminta maaf, dia pun segera pergi. Aku menatap tajam mobil off-roadnya yang melesat pergi, sementara lembaran hasil tes kehamilan di tanganku sudah kuremas hingga kusut. Dengan perut besar, aku menghentikan sebuah taksi dan cepat berkata, "Pak, ikuti mobil di depan itu." Heh, buronan tingkat tinggi? Bohongnya benar-benar terdengar konyol. Bahkan Badan Keamanan Nasional milik ayahku saja tidak menerima pemberitahuan, dia yang hanya petugas inspeksi pendamping, mana mungkin punya 'buronan' sepenting itu untuk dikejar? Aku ingin melihat sendiri, sebenarnya 'atasan' macam apa, yang begitu tergesa-gesa memberinya 'perintah'.
Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku! - Realistis novels & stories
Biru
Suamiku membawa pulang anak kembar tiga dan bersikeras menyebut mereka sebagai anak kandungku. Aku bergegas melakukan tes DNA di malam itu juga untuk membuktikan bahwa ketiga anak tersebut tidak memiliki hubungan darah denganku dan suamiku. Suamiku berulang kali menamparku, menyebutku jalang, lalu memaksaku untuk bercerai dan pergi tanpa membawa apa pun. Aku sangat marah dan mengadu kepada sahabatku. Ketika sahabatku melihat ketiga anak tersebut, dia mengambil pisau buah dari meja dan menggores wajahku. "Kalau kamu berani bilang mereka bukan anakmu lagi, pisau ini akan menyayat lehermu lain kali!" Hatiku terasa sangat pedih. Aku membeli tiket dan langsung pulang ke kampung halamanku di malam itu juga. Aku menangis dan mengeluh kepada orang tuaku. Selesai mendengarkan, orang tuaku mengambil cangkul dan memukulku sampai mati. Sampai ajal menjemput, aku masih tidak mengerti mengapa semua orang memaksaku untuk mengakui ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana suamiku membawa pulang ketiga anak itu.
Upacara Terakhir untuk Cinta yang Telah Pergi - Realistis novels & stories
Flower
Di hari ulang tahunku, aku dan adik angkatku mengalami kecelakaan mobil. Saat api mulai mengoyak tubuhku, tunanganku justru menunjuk ke kursi penumpang dan berseru, "Selamatkan Julia dulu, dia punya penyakit jantung!" Saat terbangun, wajahku hancur sepenuhnya, dan hidupku divonis tinggal satu bulan lagi. Demi kepentingan bisnis kedua keluarga, orang tuaku memutuskan agar adik angkatku menggantikanku untuk menikah. Tunanganku membelai perban di wajahku dengan penuh simpati, lalu berjanji, "Setelah kamu sembuh, posisi Nyonya Rivano tetap akan menjadi milikmu." Aku tersenyum dan menyetujuinya. Bahkan, aku memberikan semua saham, aset properti, hingga karya lukisanku yang belum dipublikasikan sebagai hadiah pernikahan untuk adikku. Bermodalkan lukisanku, dia menjadi seniman besar yang dipuja banyak orang. Saat diwawancarai wartawan, ibuku menangis haru. "Syukurlah dulu bukan dia yang celaka. Kalau nggak, keluarga kami pasti akan kehilangan sosok genius seperti dia!" Tunanganku pun mengumumkan dengan bangga bahwa adikku akan menjadi satu-satunya nyonya di Keluarga Rivano. Akan tetapi, mereka tidak tahu bahwa sang genius yang asli sedang memperhatikan mereka dengan dingin dari sudut ruangan. Dan segala hal yang kuberikan dengan tanganku sendiri itu .... Sejak awal hanyalah tumbal yang kusiapkan untuk membalas dendam.
Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya - Realistis novels & stories
Kayla
Pihak hotel meneleponku dan secara halus mengingatkanku bahwa ada tagihan pemakaian kondom yang belum dibayar semalam. Biayanya telah dipotong dari kartu memberku. Aku merasa sedikit bingung. Semalam, aku bekerja lembur dan sama sekali tidak pergi ke hotel. Aku pun bertanya kepada satu-satunya yang tahu nomor kartu memberku, yaitu suamiku, tentang apa yang terjadi. Suamiku menatapku dengan ekspresi bingung. "Sayang, harga hotel itu lebih dari 20 juta per malam. Mana mungkin aku menghabiskan uang sebanyak itu? Pasti sistem mereka yang salah. Seharusnya ada yang salah masukkan nomor kartu member. Aku akan pergi ajukan komplain kepada mereka besok!" Aku tidak mau berdebat lagi dengan suamiku. Investor hotel itu adalah sahabatku. Jadi, aku langsung meneleponnya. "Sayang, bantu aku cari tahu siapa yang Lionel ajak ke hotel semalam. Aku mau memergokinya selingkuh!"
Menghadapi Kematian di Depan Mata - Realistis novels & stories
Eriana
Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel - Realistis novels & stories
Hoki
Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
Aku Menolak Mengoperasi Pembunuh Ibuku - Realistis novels & stories
Kelby
Tahun ini, sebagai ahli bedah saraf paling terkemuka di negara ini, aku ditugaskan untuk melakukan operasi darurat di provinsi lain. Dua puluh tahun yang lalu, aku pernah datang ke ruang operasi ini. Ibuku mengalami pendarahan otak, dan dokter bedah yang memimpin operasi itu meleset setengah sentimeter saat melakukan sayatan. Ibuku meninggal, dan yang menghiburku hingga bisa melewati masa sulit itu adalah Reihan Abimana, cinta pertamaku. Baru kemudian aku tahu, dokter bedah yang memimpin operasi itu adalah ayahnya, Kepala Departemen Bedah Saraf terkenal di rumah sakit itu. Namun, yang sebenarnya melakukan operasi adalah Reihan sendiri, seorang dokter magang. Dia dan Mona sudah merencanakan semuanya sejak lama, menggunakan operasi ibuku sebagai latihan untuk membuka jalan bagi karier mereka. Setelah kejadian itu, Mona Hartanto dengan statusnya sebagai putri direktur rumah sakit, berhasil menutupi seluruh insiden tersebut. Sejak hari itu, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan program pascasarjana secara langsung. Aku masuk lagi dari awal kuliah kedokteran dan menempuh pendidikan dari sarjana hingga pascadoktoral. Aku menghabiskan 20 tahun penuh untuk mengubah diri menjadi orang yang "tidak akan pernah membuat kesalahan lagi". Hanya berharap suatu hari nanti, tragedi yang menimpa ibuku tidak akan pernah terulang. Hari ini, asistenku memberikan informasi pasien kepadaku: tumor batang otak, stadium lanjut, risiko sangat tinggi. Wajah itu sudah jauh lebih tua, tetapi aku langsung mengenalinya. Aku mengembalikan berkas itu kepada asistenku, lalu melepas jas dokterku. "Aku nggak bisa melakukan operasi ini."
Menjadi Tumbal demi Adikku - Realistis novels & stories
Wanto
Di kota kecil tempat aku tinggal, ada satu aturan lama. Jika sebuah keluarga memiliki anak kembar, salah satunya harus dijadikan tumbal. Dia dikorbankan sebagai sasaran hukuman, agar saudara kembarnya belajar dari kesalahan dan keduanya bisa tumbuh dengan selamat. Aku lahir empat menit lebih dulu daripada adikku. Karena itu, akulah yang ditakdirkan menjadi tumbal. Suatu ketika, adikku diam-diam pergi berenang di sungai. Ibu sama sekali tidak memarahinya. Sebaliknya, dia menekan kepalaku ke dalam air berkali-kali. Baru setelah adikku ketakutan dan menangis sambil berteriak, "Aku nggak akan pergi ke sungai lagi!" Ibu melepaskan tangannya. Suatu hari, adikku lupa menekan tombol setelah memasukkan beras. Ketika Ibu pulang kerja, beras di dalamnya masih mentah. Ibu meletakkan dua mangkuk berisi beras mentah di hadapanku. "Habisin. Nggak boleh ada sisa sebutir pun." Beras mentah itu membuat mulutku berdarah setiap kali kukunyah. Namun, sepanjang waktu, Ibu justru mengamati ekspresi adikku. Baru setelah adikku menangis, dia tampak puas dan mengambil kembali mangkuk itu. Selama enam belas tahun, aku menjadi "tumbal" dalam keluarga ini. Sampai akhirnya, pada tahun itu, peringatan bencana topan dikeluarkan dan seluruh kota kecil kami harus mengungsi semalaman. Namun, adikku baru pulang menjelang dini hari setelah bermain gila-gilaan bersama teman-temannya. Tubuhnya basah kuyup, tetapi dia masih saja cengar-cengir.
Calon Istri yang Melenyapkan Tubuhku - Realistis novels & stories
Devan
Calon istriku adalah dokter forensik. Aku adalah petugas polisi investigasi kriminal. Aku mencintainya dengan sepenuh jiwa dan raga, tetapi dia hanya peduli pada cinta pertamanya. Demi membantu cinta pertamanya lolos dari kejahatan, dia membantunya mengenyahkan bukti. Dia tidak tahu bahwa itu adalah tubuhku. Setelah tahu kebenarannya, dia pun hancur ....
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status