Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
All
Menggoda
Dewasa 18+
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Realistis Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Realistis short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Realistis.
Suamiku Dibutakan Sahabat Masa Kecilnya - Realistis novels & stories
Makjos
Saat suamiku memaksa diriku yang sedang hamil delapan bulan untuk menemani sahabat masa kecilnya main loncat bungee, aku tidak membantah ataupun marah. Sebaliknya, aku malah mengangguk setuju. Aku melakukan ini karena di kehidupan sebelumnya, sahabatnya itu sedang sedih. Demi menghiburnya, suamiku berjanji akan mengabulkan satu permintaannya. Sahabatnya pun bilang pada suamiku kalau keinginan terbesarnya adalah ada orang yang menemaninya main loncat bungee. Suamiku yang takut ketinggian langsung menyuruhku untuk menemaninya, aku pun menolak mentah-mentah dengan alasan sedang hamil. Karena penolakanku, sahabatnya itu sedih dan akhirnya memilih pergi ke bar untuk minum-minum. Sialnya, dia malah dijebak di sana, diracuni dan dilecehkan hingga kehilangan kesuciannya. Setelah kejadian itu, dia yang merasa hancur meninggalkan sebuah surat wasiat sebelum mengakhiri hidupnya, [Kalau saja aku nggak pergi ke bar hari itu, mungkinkah semuanya akan berbeda?] Membaca surat itu, suamiku mencekik leherku. “Kenapa kamu nggak mengikuti ajakan Sisil untuk loncat bungee? Apa susahnya tinggal mengikuti dia saja?” Akhirnya, aku mati dicekik oleh suamiku sendiri dan anak di kandunganku yang belum sempat lahir pun ikut pergi bersamaku. Begitu membuka mata kembali, ternyata aku kembali ke hari di mana suamiku memintaku menemani sahabatnya itu main loncat bungee….
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - Realistis novels & stories
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya - Realistis novels & stories
Hana Naiya
Aku dan kekasih masa lalu suamiku diculik orang secara bersamaan. Sebagai ahli negosiasi, suamiku langsung datang ke lokasi secepat mungkin untuk menolong kami. Namun, di saat penculik itu setuju untuk melepaskan satu sandera, suamiku setuju untuk membiarkanku dibawa pergi penculik itu demi menyelamatkan kekasih masa lalunya. Aku berlutut memohon padanya untuk menolongku terlebih dahulu. Namun, dia malah menunjukkan ekspresi datar di wajahnya. "Elowyn masih suci. Kalau sampai dinodai orang, dia nggak akan sanggup menerimanya. Kamu berbeda. Kamu sudah nikah sama aku. Kalaupun dinodai orang, aku nggak akan membencimu." Aku didorong ke kaki penculik itu dengan kejam. Mungkin dia tidak tahu, aku sudah hamil tiga bulan dan dia akan menjadi seorang ayah.
Saat Aku Mati, Barulah Mereka Menyadari Keberadaanku - Realistis novels & stories
Velia
Aku sudah bereinkarnasi sepuluh kali dan setiap kali mati mengenaskan hanya karena keberadaanku begitu tak berarti. Jadi, di kehidupan kali ini, aku memutuskan untuk berhenti berjuang dan fokus menunggu kematian. Saat berusia lima tahun, aku diculik. Aku langsung pasrah, berbaring diam, bahkan sekalian melumuri tubuhku dengan lapisan kapur putih. Para penculik mengira mereka sudah membunuh dan langsung ketakutan hingga menyerahkan diri ke polisi. Saat polisi menemukanku, aku sedang berbaring di atas troli di depan pintu kamar mayat. Aku bahkan sempat melambaikan tangan kepada petugas yang bertugas mengurus jenazah, “Bisa didorong lebih cepat? Aku mau buru-buru bereinkarnasi.” Di usia tujuh belas tahun, akhirnya orang tua kandungku menemukanku. Dalam perjalanan pulang ke keluarga kaya itu, aku menolak duduk di kursi dan malah dengan terampil masuk ke bagasi mobil. Ibuku menangis tersedu-sedu dari balik celah bagasi, “Anak ini pasti sudah banyak menderita. Bagaimana bisa dia sampai berbaring di tempat seperti itu?” Aku memejamkan mata dan menjawab dengan nada yang sudah mati rasa, “Nggak apa-apa. Lagipula hidupku akan berakhir sebentar lagi. Tempat sempit ini malah cocok untuk menunggu mati.” Ayahku langsung memukul setir dengan keras, “Jangan bicara sembarangan! Setelah kembali ke Keluarga Leon, sekalipun langit runtuh, kami yang akan menopangnya untukmu, mana mungkin kamu mati?” Namun, begitu sampai di rumah dan baru saja naik ke lantai dua, putri palsu itu tiba-tiba pura-pura terpeleset, lalu menerjang ke arahku.
Kisah Pernikahan - Realistis novels & stories
Sorami
Namaku Bi Xiaonuan. Tahun ini usiaku 29 tahun. Aku sudah menikah selama tiga tahun dan tinggal bersama suamiku, Shen Zeyan, di sebuah kompleks apartemen kelas atas yang tenang di pusat kota.
Anak Kandung Selalu Jadi Pilihan Kedua - Realistis novels & stories
Liz
Sejak kecil aku orang yang tidak bisa diajak kompromi, tidak peduli dengan maksud tersembunyi orang lain. Waktu SMP, ada seorang siswi sengaja menyelipkan contekan ke tanganku. "Bantu aku pegang, ada guru datang." Dia pikir aku akan panik dan memasukkan contekan itu ke dalam sakuku. Namun, aku mengangkat tangan. "Bu, barusan dia menyelipkan contekan ke tangan saya." Setelah bekerja, atasan baru mulai mengaudit laporan keuangan. Kak Winda menginjak kakiku di bawah meja sambil berbisik. "Kamu akui saja dulu. Lagipula, kamu karyawan baru, bos nggak mungkin kasih hukuman berat." Aku mengangguk, lalu berdiri sambil menatap Bos. "Yang menerima suap adalah Kak Winda." "Dia bilang karyawan baru nggak mungkin dikasih hukuman berat." "Bos, Anda juga baru di sini, bagaimana kalau Anda yang mengaku untuknya?" Sejak itu, tidak ada satu pun teman kantor yang berani membisikkan sesuatu padaku. Sampai akhirnya orang kandungku mengajakku tinggal di rumah, lalu mengadakan pesta penyambutan untukku. Tanpa memedulikan namaku di meja, Mirna duduk di antara ayah dan ibuku. Dia merangkul lengan ibuku, lalu tersenyum padaku. "Kakak, ini tempat dudukku selama 21 tahun, kamu nggak keberatan, 'kan?" Semua orang menunggu aku mengalah dan pindah duduk di samping. Aku bertanya kepada Mirna dengan serius. "Kenapa kamu menganggap aku akan keberatan?" "Apa karena ini adalah tempat duduk putri di rumah ini?" Mirna cemberut, tanpa mengatakan apa pun. Aku bertanya lagi. "Kalau ini adalah tempat duduk putri di rumah ini..." "Kamu sudah duduk di sini selama 21 tahun, bukankah seharusnya sekarang kamu kembalikan padaku?"
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf - Realistis novels & stories
Lucky Cat
Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku dengan penuh jijik. "Ah, dia memang terlalu bodoh. Padahal kita tinggal di rumah sebelah, tapi dia sama sekali nggak sadar." Rupanya alasan ibu melarangku masuk ke kamar itu bukan karena khawatir aku akan bersedih jika melihatnya, melainkan karena kamar tersebut terhubung dengan rumah di sebelah. Aku memang terlalu bodoh. Bahkan sebulan sebelum kematianku, yang kupikirkan masih bagaimana caranya berziarah ke makam mereka.
Sekretaris Suamiku Mengiraku Pelakor - Realistis novels & stories
Eriana
Setelah menikah tiga tahun, aku akhirnya hamil. Setelah menyiapkan bekal, aku bersiap-siap ke perusahaan suamiku untuk memberitahunya kabar baik ini. Siapa sangka, sekretarisnya malah mengira aku wanita penggoda. Sekretaris suamiku membuang masakanku ke wajahku, melucuti pakaianku, bahkan membuatku keguguran. "Kamu cuma pelayan, tapi berani merayu Pak Richie. Kamu bahkan hamil anaknya!" "Hari ini, aku bakal membuatmu kapok supaya kamu nggak merayu pria lagi!" Kemudian, wanita itu meminta pujian dari suamiku. "Pak Richie, aku sudah membereskan pelayan yang ingin merayumu. Gimana kamu akan menghadiahiku?"
99 Kupon Maaf Putriku - Realistis novels & stories
Wano
Johan Kurniawan tidak mencintaiku dan juga tidak mencintai putri kami. Dia hanya mencintai kekasih idamannya yang ada di dalam hatinya. Demi menjaga citranya di hati kekasih idamannya, dia hanya mengizinkan putri kami memanggilnya “Paman.” Sampai ketika kekasih idamannya hamil dan ke luar negeri untuk menikah, dia mabuk-mabukan, memutuskan kembali ke keluarganya. Setelah pulang ke rumah, putri kami memberinya 100 lembar kupon maaf. Aku memberi tahunya setelah 100 kupon habis digunakan, aku akan membawa putri kami meninggalkannya untuk selamanya. Dia memelukku dan putri kami dengan erat dalam pelukannya, bersumpah tidak akan pernah membuat kami bersedih lagi. Dalam lima tahun pernikahan rahasia, dia melakukannya dengan baik, tidak menggunakan satu lembar pun kupon maaf. Sampai kekasih idamannya kembali ke dalam negeri dengan putrinya. Setiap kali dia meninggalkanku dan putri kami demi kekasih idamannya dan putrinya, aku akan merobek satu lembar kupon maaf itu. Sampai kupon maaf itu... hanya sisa tiga lembar terakhir.
Satu Keluarga Berlima, Aku Urutan ke-Enam - Realistis novels & stories
Lindy
Setelah nenek meninggal, ayah dan ibu menjemputku dari kampung ke kota. Saat itulah aku baru tahu, aku punya adik perempuan yang usianya cuma selisih satu tahun dariku. Ibu memintaku mengalah dalam segala hal karena aku seorang kakak. Aku mengangguk pelan. Aku sadar betul, di rumah ini posisiku ada di urutan keempat. Beberapa waktu kemudian, Hadyan lahir. Posisiku pun merosot dari urutan keempat menjadi kelima. Sampai akhirnya liburan semester dua tahun kedua kuliah tiba, aku pulang dari kampus. Rupanya rumah sudah berganti kunci pintu pintar, mereka semua lupa memberitahuku. Sambil memegang ponsel yang mati kehabisan baterai, aku menunggu sejak jam dua siang sampai jam sepuluh malam. Mereka akhirnya pulang membawa koper sambil tertawa dan asyik menceritakan pengalaman seru selama liburan. Mereka berempat memakai kaus seragam yang sama, hanya lupa membelikan satu untukku. Saat mendaftarkan sidik jariku, ayah berdecak kesal. "Akun admin cuma ada lima, nggak bisa nambah lagi." Ibu menyahut santai, "Ya udah, bikin akun tamu aja buat dia. Nanti tinggal kasih izin akses kalau dia lagi pulang." Melihatku termenung, Hadyan menjelaskan sambil bergurau. "Kak Arunika daftarin cetak hidung si Kiko. Katanya Kiko juga anggota keluarga penting di rumah ini, jadi udah nggak ada jatah tempat lagi buat kamu!" Di rumah berisi lima orang ini, anjing menempati posisi kelima, aku posisi keenam. Malam itu juga, aku mengisi formulir pendaftaran proyek rahasia di daerah perbatasan. Bagaimanapun juga, begitu waktunya habis, seorang tamu memang sudah seharusnya pamit pergi.
Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku - Realistis novels & stories
Sarisha
Ibuku membenciku, karena aku hasil kecelakaan. Dia memperlakukan muridnya bagai anak kandung, tetapi ketika murid kesayangannya menyatakan cinta padaku, dia langsung menamparku dan mengataiku murahan. Bahkan setelah mengidap Alzheimer, dia hanya melupakanku dan masih mengingat muridnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun murid yang datang mengunjunginya. Karena semuanya membencinya, sama sepertiku.
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami - Realistis novels & stories
Widya Julian
Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
Dia Menuduhku, Aku Membongkar Delapan Pria di Baliknya! - Realistis novels & stories
Makjos
Rekan kerja wanitaku berdiri di samping meja kerjaku sambil memegangi perut bagian bawahnya. Dia berbicara dengan suara pelan, “Valen, ada beberapa kardus dokumen di gudang. Bisa temani aku memindahkannya?” Di kehidupanku sebelumnya, aku luluh dan menemaninya ke gudang. Setengah jam kemudian, dia ditemukan tergeletak di tangga darurat. Darahnya bahkan menggenangi hampir separuh lantai. Saat sadar, dia menangis sambil menunjuk ke arahku, “Valen yang memaksaku mengangkat kardus-kardus itu! Dia juga mendorongku!” Aku dipecat, dituntut, dan kehilangan seluruh harta bendaku untuk membayar ganti rugi. Ayahku meninggal, ibuku kehilangan kewarasannya, dan pada akhirnya aku berdiri di atap gedung perusahaan …. Baru setelah mati, aku mengetahui bahwa dia ternyata menjalin hubungan dengan 8 pria sekaligus. Kandungannya memang sudah tidak bisa dipertahankan akibat keguguran yang berulang kali dialaminya. Kali ini, aku tetap duduk di kursiku tanpa bergerak sedikit pun. “Kamu sedang hamil, tidak boleh mengangkat barang berat.” Aku mengambil ponsel dan membuka grup besar departemen kami. “Biar kupanggilkan orang untuk membantumu.” Aku mengetik pesan …. [Sella sedang hamil. Untuk mengambil dokumen di gudang, dia perlu didampingi rekan kerja pria dan harus menggunakan lift sepanjang perjalanan.] Lalu, kutekan tombol kirim. Seketika, seluruh kantor menjadi hening. Wajah Sella langsung menegang. Kepala bagian administrasi membalas di grup. [Siap.] Tidak lama kemudian, staf HR ikut menanggapi. [Saya akan memastikan kembali prosedur keselamatan kerja bagi karyawan yang sedang hamil.] Sella membuka mulutnya lalu berkata dengan ragu, “Tidak perlu memanggil orang sebanyak itu.” Aku menatapnya, “Kamu sedang hamil. Tidak aman jika pergi sendirian.” Di kehidupanku sebelumnya, dia membawaku melewati tangga darurat yang tidak dilengkapi CCTV. Namun kali ini, aku akan memastikannya melewati jalan yang disaksikan banyak orang.
Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker - Realistis novels & stories
Hasya Nazwa
Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku. "Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia." Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?" Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku. "Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini." Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita." Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku - Realistis novels & stories
Banana
Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
Kutukar Hidupku untuk Kalian - Realistis novels & stories
Hedgehog
Gagal ginjal stadium akhir. Ginjal yang paling cocok untukku… justru diberikan suamiku kepada adikku. Aku menolak saran dokter untuk terus menunggu donor baru dan memilih keluar dari rumah sakit lebih awal. Hati yang telah lama membeku, tak lagi punya alasan untuk bertahan. Seluruh harta yang kukumpulkan selama bertahun-tahun, kuserahkan kepada adik. Akhirnya, senyum orang tuaku pun kudapatkan. Suamiku merawat adikku siang dan malam tanpa istirahat. Aku tak marah, malah mengingatkannya untuk lebih hati-hati dan teliti. Bahkan ketika anakku ingin memanggil adikku sebagai “ibu”, aku pun tersenyum dan menyetujui. Semuanya sudah berjalan sesuai keinginan mereka. Lalu… mengapa sekarang mereka menyesal?
Aku Ditumbalkan Demi Menyelamatkan Nyawa Adikku - Realistis novels & stories
Anonim
Adikku menderita kanker ginjal stadium akhir, dan ayah serta ibu menuntutku untuk mendonorkan ginjalku padanya. Aku bilang aku hanya punya satu ginjal, kalau diambil aku akan mati. Namun, mereka bukan hanya tidak percaya, mereka malah langsung mengikatku di meja operasi "Cuma ambil satu ginjalmu saja, kenapa kamu egois sekali?" Mereka tidak tahu, aku tidak berbohong. Saat ayah mengalami kecelakaan mobil dulu, aku sudah mendonorkan satu ginjalku.
Sebelum Hari Raya, Keluargaku Menjahiliku Habis-habisan - Realistis novels & stories
Junye
Sebelum jam pulang kerja di Hari Raya, adikku mengirimkan pemberitahuan pindah rumah di grup keluarga. Setelah aku mengikuti alamat itu dan berganti bus lima kali, yang ada di depanku hanya pegunungan dan hutan belantara. Di telepon, adikku berbicara dengan nada yang sangat puas. "Berhasil! Ngerjain dia, sukses! Bus terakhir sudah jalan, lihat saja kamu mau gimana!" Aku membatu di tempat, sementara orang tuaku tertawa terbahak-bahak. "Kata-kata begitu saja, dia percaya. Nurun dari siapa sifat bodohnya itu?" "Kami mau makan malam keluarga. Kamu pulang sendiri, jalan kaki saja." Setelah itu, ayah ibuku malah berdebat sifatku lebih mirip siapa di telepon. Saat merasa putus asa, aku menggunakan sisa baterai terakhir ponselku untuk menelepon pacarku. Saat telepon terhubung, suara latar yang familier terdengar lagi. Tawa pacarku terdengar santai, diiringi nada ejekan dia berkata, "Vinka, tadi Tante sama Paman sudah bilang, kamu pulang sendiri saja." "Ini ‘kan bukan pertama kalinya kamu dikerjain, jangan baper!" Telepon pun dimatikan dengan kejam. Kalau dulu, aku pasti akan menangis sambil menelepon balik, memohon agar mereka menjemputku. Tapi kali ini, melihat ribuan lampu rumah di kejauhan, aku mendadak merasa lelah. Adikku suka permainan prank saat Hari Raya, dan keluargaku ikut bermain dengannya. Dua tahun lalu, dia memasukkan bulu buah rambutan ke dalam gelasku hingga asmaku kumat. Tahun lalu, dia mengganti sampoku dengan krim pembersih bulu, hingga aku gagal wawancara kerja. Tahun ini ... keluargaku jelas-jelas tahu kalau aku takut gelap. Tapi mereka malah bekerja sama membohongiku, hingga aku sampai ke pinggiran kota. Sementara mereka di meja makan, bertaruh berapa menit lagi aku akan memohon mereka. Aku tidak menangis atau mengamuk. Di dalam kegelapan, aku melangkah menuju arah yang berlawanan dari rumah. Permainan ini, aku nyatakan selesai secara sepihak.
Kak, Aku Kedinginan - Realistis novels & stories
Nani
Putri palsu itu hanya bersin sekali. Namun, ketiga kakakku langsung panik seolah langit runtuh, terus berada di sisinya untuk merawatnya tanpa beranjak sedikit pun. Oleh karena itu, ketika putri palsu itu kembali menjebakku dengan menuduhku mendorongnya hingga jatuh ke dalam danau, ketiga kakakku langsung mengurungku di ruang pendingin terbengkalai bersuhu -50 derajat, bahkan memutus satu-satunya sakelar penyelamat di dalamnya. Aku menangis dan berteriak meminta pertolongan kepada Kak Bobby yang seorang presdir, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku kejam dan hanya mencari perhatian. Aku memohon kepada Kak Eki yang seorang dokter, tetapi dia justru berkata bahwa semua ini adalah balasan yang pantas kuterima. Aku meminta maaf kepada Kak Dimas yang merupakan pengacara ternama, tetapi dia hanya mencibir dingin. "Kalau selama ini kau iri sama Nara, aku masih bisa memakluminya. Kau tahu tubuhnya lemah, tapi masih mendorongnya ke danau. Kau benar-benar kejam!" "Orang sekeji kau memang pantas dikurung di ruang pendingin supaya sadar diri!" Setelah mengatakan itu, mereka memeluk putri palsu yang terus bersin itu lebih erat agar tetap hangat, lalu buru-buru pergi ke rumah sakit. Suhu tubuhku terus menurun, aku bisa merasakan darahku sedikit demi sedikit membeku. 36 jam kemudian, napasku benar-benar terhenti. Baru tiga hari kemudian, ketika kakak-kakakku pulang dari rumah sakit bersama putri palsu itu, mereka teringat padaku. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku telah membeku hidup-hidup, menjadi sesosok mayat beku yang kaku.
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada - Realistis novels & stories
Nenas
Hari orang tuaku bercerai, hujan turun deras. Ada dua surat perjanjian di atas meja. Satu untuk ikut bersama ayah yang gila judi dan berutang di wilayah Kota Tua. Satu lagi untuk ikut ibu yang menikah lagi dengan pengusaha kaya ke daerah pesisir. Di kehidupan sebelumnya, adikku menangis tersedu-sedu karena ingin ikut ibu, sementara aku diam-diam mengemas koper untuk mengikuti ayah. Kemudian, ayah berhenti berjudi dan menjadi orang kaya baru karena uang ganti rugi lahan. Dia benar-benar memanjakan aku. Sedangkan adikku justru diabaikan di rumah ayah tirinya dan dilarang keluar rumah, hingga akhirnya dia meninggal karena depresi. Saat mengulang waktu kembali, adikku tiba-tiba merebut rokok dari tangan ayah dan memeluknya erat-erat seolah tidak mau melepaskannya. "Kak, aku kasihan sama ayah. Kamu pergi aja ke sana buat hidup enak, biar aku yang kasih nasib baik ini buat kamu." Ayah terpana sejenak, lalu dengan perasaan lega mengusap kepala adikku. Aku tidak mengatakan apa pun, lalu mengambil tiket kendaraan ke daerah pesisir itu. Tapi, dia tidak tahu kalau di kehidupan sebelumnya ayah bisa berhenti berjudi. Itu karena aku yang menderita tumor otak ini rela bekerja sampai muntah darah demi melunasi utangnya. Pakai nyawaku sendiri baru bisa membuat dia bertobat.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status