Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
All
Menggoda
Dewasa 18+
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Realistis Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Realistis short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Realistis.
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan - Realistis novels & stories
Cravez
Saat Tahun Baru Imlek, kami pulang ke kampung halaman. Di jalan tol, adikku ribut minta ke toilet. Ibu mendesakku dan kakakku, "Rest area berikutnya masih jauh. Kalian sekalian saja, biar nanti nggak bolak-balik mau ke toilet lagi." "Cepat sedikit, jangan lama-lama!" Aku langsung lari ke sana, tetapi begitu keluar, aku melihat mobil yang familier itu sudah menyalakan lampu dan mulai jalan. Suhu di luar hampir di bawah nol, tetapi ayah dan ibuku malah meninggalkanku di rest area yang sepi. Aku buru-buru berlari mengejar sambil berteriak keras, "Ayah! Ibu!" Namun, mobil itu sudah berbelok dan menyatu dengan arus kendaraan, sampai akhirnya benar-benar tak terlihat lagi.
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling - Realistis novels & stories
Camilla Hafsah
Aku disiram segelas air oleh klien, tubuhku gemetar saat menghadapi makiannya, sementara Raisa Gunawan memeluk asistennya sambil menatapku dengan dingin. "Yoga, hal kecil seperti ini saja nggak bisa kamu selesaikan. Perusahaan nggak butuh pemalas!" Aku menyeka air di wajahku, mengambil gelas dan menenggaknya sekaligus. Lalu, tanpa ragu, aku menuang segelas lagi dan menyiramkannya balik! Siapa yang mau bekerja di sini, silakan ambil alih. Aku nggak peduli lagi!
Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin - Realistis novels & stories
Hedgehog
Sehari sebelum tahun baru, demi tiga kali upah lembur, kedua orangtuaku meninggalkan aku sendirian di rumah. Aku pikir selama dua puluh tahun ini, mereka selalu begitu. Jadi tahun ini, aku tidak ingin kesepian melewati tahun baru seorang diri. Akhirnya aku membawa Siomay pergi mencari mereka. Namun aku tidak pernah menyangka, kedua orang tuaku yang sering bilang mencari nafkah untuk menghasilkan lebih banyak uang, justru aku memergoki mereka turun dari mobil mewah. Mereka merangkul seorang anak lelaki yang tampak seumuran denganku, masuk ke hotel bintang lima sambil bersenda gurau. “Ayah, Ibu, kalian meninggalkan Nia seorang diri di rumah, nggak masalah? Ibuku berkata dengan datar, “Nggak apa-apa, dia sudah terbiasa kok.” Ayahku berkata dengan acuh tak acuh, “Dia nggak bisa dibandingkan denganmu, kamu adalah buah hati kami.” Aku pun berbalik dan pergi. Mereka pura-pura miskin, untuk menipuku. Kali ini, aku juga tidak berharap ditemani mereka.
Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan - Realistis novels & stories
Arsynta
Pacarku adalah pewaris di lingkatan elite ibu kota, kekayaannya bernilai ratusan triliun. Untuk mengujiku, dia tidak pernah membelikanku hadiah apa pun selama tujuh tahun bersama, bahkan tidak pernah mengeluarkan sepeser pun untukku. Sekadar mampir ke minimarket membeli alat kontrasepsi saja, dia tetap menghitung dan membaginya setengah-setengah denganku. Kemudian, ibuku sakit keras. Aku meminjam ke semua kerabat dan kenalan, tinggal kurang empat juta lagi agar biaya operasi bisa terpenuhi. Namun, tidak peduli bagaimana aku memohon, pacarku tetap tidak mau meminjamkan uang itu. Aku mengurus pemakaman ibuku sendirian. Saat pulang ke rumah dan membereskan barang-barang, aku tanpa sengaja menemukan daftar hadiah yang dia belikan untuk adik perempuan tetangganya. Vila pegunungan pribadi, tas-tas mewah, perhiasan bernilai ratusan juta rupiah. Di sana juga ada potongan percakapan dia dengan teman-temannya. "Kak Arka, katanya Svara sampai berlutut hanya untuk meminjam empat juta darimu, itu benar?" Arka terkekeh dingin, suaranya terdengar santai dan meremehkan, "Apa yang Dinda bilang memang benar. Demi empat juta saja dia sampai berlutut ke sana kemari, kalau bukan perempuan matre, lalu apa?" "Baru tujuh tahun bersama, tapi dia sudah nggak sabar ingin mengeruk uang dariku." Baru saat itu aku sadar, ujian tujuh tahun itu hanyalah akibat hasutan dari adik tetangganya. Tidak masalah. Karena sejak ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dia.
Suami dan Anakku Direbut Sahabatku - Realistis novels & stories
Daliah Wahidah
Di tahun kesepuluh pernikahanku, mantan sahabatku memposting sebuah foto. Putrinya dan putraku masing-masing digendong olehnya dan suamiku. Keempat orang itu berdiri berdekatan dan di bawah foto itu tertulis: "Sudah sepasang 'kan anak-anak kami?" Aku berkomentar untuk foto itu, Pasangan yang sempurna. Detik berikutnya, postingan itu dihapus. Keesokan harinya, suamiku bergegas pulang dan bertanya padaku, "Susah payah aku membuat kondisi Sophie membaik, kenapa kamu malah cari ribut?" Putraku bahkan mendorong dan menuduhku, "Ini semua salahmu! Adikku jadi menangis." Aku mengeluarkan surat cerai dan melemparkannya ke wajah mereka. "Ya, ini salahku! Jadi biar aku yang pergi, semoga kalian berempat jadi keluarga bahagia!"
Kesunyian Di Tengah Kehampaan Hati yang Perih - Realistis novels & stories
Alaska
Hari pengumuman nilai ujian masuk perguruan tinggi, aku menggenggam ponsel sambil menunggu dengan gelisah selama 40 menit. Saat angka 708 muncul di layar, baru saja aku hendak berseru kegirangan, kakakku sudah lebih dulu menjerit lalu menerjang ke pelukan Sylas. "Aku dapat 670! Kamu 675, Sylas, kita berdua pasti bisa masuk Universitas Kedokteran Jekova!" Aku baru saja ingin mengatakan kalau aku juga bisa, tetapi pacarku, Sylas, sudah menarik kakakku dan berlari keluar. Baru pada pesta perayaan, Sylas akhirnya teringat padaku. "Oh ya, Nasha, Sekolah Vokasi Jekova letaknya tepat di sebelah Universitas Kedokteran. Kamu ambil jurusan keperawatan saja. Nanti kita bertiga masih bisa sering berkumpul." Kakakku tersenyum sambil mengetuk pelan kepalaku. "Nanti aku dan Sylas si bodoh jadi dokter, sedangkan kamu jadi perawat yang membantu kami. Kombinasi yang sempurna, 'kan?" Mereka seimbang dalam segala hal, benar-benar pasangan yang serasi. Bagaikan dua bayangan yang menyatu tanpa celah, tak lagi menyisakan tempat bagi orang ketiga. Dulu, sekeras apa pun aku berusaha, yang bisa kulakukan hanyalah memandangi lampu belakang mereka dari kejauhan. Kali ini, aku memilih untuk berhenti mengejar mereka.
Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya - Realistis novels & stories
Gaston
Di kehidupan sebelumnya, aku dibawa kembali ke Keluarga Shafron. Demi seorang putri angkat, kakak kandungku memfitnahku, menuduhku membuat penyakitnya kambuh. Orang tua kandungku percaya dan mengusirku dari rumah. Tak lama kemudian, aku mati karena sakit di pinggar jalan. Saat terbangun lagi, aku kembali ke hari di mana diriku dijemput oleh Keluarga Shafron. Michael menghalangi jalan orang tua, menunjukku dan berkata, “Ayah, Ibu, dia bukan adikku!” Pasangan suami istri itu menatapku dengan rasa kecewa, lalu berbalik dan pergi. Aku berdiri di tempat, tak mengeluarkan liontin giok yang bisa membuktikan identitasku, lalu diam-diam berjalan kembali ke panti asuhan. Dua puluh tahun kemudian, aku telah menjadi salah satu ahli penyakit dalam terkemuka di dalam negeri. Pria yang duduk di hadapanku menyodorkan rekam medis dengan suara gemetar, “Dokter, kumohon tolong selamatkan adikku.” Saat melihat nama di berkas itu, gerakanku pun terhenti. Pandanganku tertuju pada wajah yang tampak lesu dan kusam itu. Setelah menatapnya agak lama, barulah aku berpaling ke arah pria itu dan berkata, “Aku nggak menerima pasien ini.”
Kakak Beradik  - Realistis novels & stories
Qiandra
Pada hari kematianku, itu juga adalah ulang tahunku bersama kakak kembarku. Dia menangis tersedu-sedu sambil dipeluk erat oleh pacarku. Sementara itu, ibuku yang sangat marah terus meneleponku tanpa henti. Kakakku malah lebih keterlaluan, dia mengirim pesan yang berisi [Orang sepertimu ini memang egois, tidak bisa melihat orang lain bahagia]. Bahkan ayahku yang biasanya pendiam juga marah besar padaku, [Dia sungguh anak yang tidak tahu berterima kasih]. Mendengar kata-kata itu, aku langsung memegang dadaku. Untungnya, hatiku sudah tidak sakit lagi ....
Antara Cinta dan Keluarga - Realistis novels & stories
Ellie Felicia
Kakak sepupu pacarku baru saja bercerai dan tinggal sementara di rumah pacarku. Dia sedang hamil besar dan membawa serta anaknya yang berusia 5 tahun. Dengan sikap seolah-olah semuanya sudah menjadi haknya, dia menganggap pacarku sebagai sandaran hidupnya dan menunjukkan ketidaksukaannya padaku. Dia merasa bahwa aku telah "merebut" adik sepupunya. Suatu hari saat acara keluarga, putranya tiba-tiba menyiramkan minuman ke arahku dan berseru, "Kamu nggak boleh merebut ayahku!"
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun - Realistis novels & stories
Autona
Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Sistem Kebahagiaan: Kehancuran Keluarga Setelah Mengusir Pewaris Palsu - Realistis novels & stories
Adrian
Aku terlahir dengan sebuah sistem keberuntungan. Setiap kali aku merasa bahagia, semua orang di sekitarku akan menghasilkan uang. Demi menjaga suasana hatiku tetap baik, ayahku yang seorang miliarder mengajakku berpetualang setiap hari. Dia memanjakanku dengan sepatu edisi terbatas, menyewa kapal pesiar pribadi, dan menghadiahkan berbagai barang mewah yang hanya ada satu di dunia kepadaku. Semua itu ditentukan oleh satu hal. Keberuntungan Grup Kuncoro terikat langsung dengan suasana hatiku. Selama aku tertawa sampai terpingkal-pingkal, harga saham perusahaan akan terus naik dan uang mengalir tanpa henti. Begitu suasana hatiku memburuk, kerugian langsung bermunculan. Bahkan yang terburuk, seluruh grup bisa bangkrut. Contohnya bulan lalu. Salah seorang petugas kebersihan tanpa sengaja membuang setengah makaron yang kutinggalkan di atas meja. Aku hanya kesal sesaat, bahkan tidak sampai sedetik. Keesokan harinya, Grup Kuncoro Wilayah Barat mencatat kerugian sebesar 1,5 triliun. Ayahku menghabiskan semalaman membeli sepuluh toko roti premium sekaligus memutus kontrak perusahaan kebersihan itu hanya untuk menenangkanku. Sejak saat itu, tak seorang pun dari kalangan elite Manhattan berani bersikap kurang ajar sedikit pun di hadapanku. Sampai akhirnya ayahku terbang ke Los Angeles untuk urusan bisnis, dan Isabella, putri kandung yang baru saja ditemukan setelah bertahun-tahun terpisah, masuk ke kamarku. "Selama bertahun-tahun kamu cuma numpang hidup di keluarga ini," katanya sambil menatapku dengan penuh penghinaan. "Apa kamu benar-benar mengira menguras nama besar Keluarga Kuncoro bisa membuatmu jadi pewaris yang sebenarnya? Akulah yang memiliki darah Keluarga Kuncoro. Sekarang aku sudah kembali, jadi sudah waktunya kamu angkat kaki dari rumahku." Aku tidak bereaksi. Dia mengambil secangkir kopi hitam yang ada di dekatnya lalu menyiramkannya begitu saja ke atas keyboard laptopku. Aku hanya bisa melihat layar itu langsung mati, sementara kehampaan perlahan memenuhi dadaku. "Berlutut dan bersihkan." Aku mengusap kopi yang membasahi wajahku. Udara di sekelilingku seolah-olah berubah menjadi dingin. Grup Kuncoro sebentar lagi akan hancur berantakan. Tanpa sadar, aku bertanya-tanya apakah ayahku yang berada ribuan kilometer jauhnya di Los Angeles saat ini sudah mulai meraih obat jantungnya saat melihat ratusan triliun lenyap dari nilai saham perusahaan.
Tamparan Sang Kakak - Realistis novels & stories
Hayley
Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
Setelah Kematianku, Keempat Targetku Menggila - Realistis novels & stories
Awan
Setelah tiga target penaklukanku gagal, aku memilih bertunangan dengan Nadia Wijaya, putri Keluarga Wijaya yang lumpuh. Aku sampai menukar seluruh poin yang aku miliki demi membuatnya bisa berdiri kembali. Akan tetapi, hal pertama yang dia lakukan setelah pulih adalah membatalkan pertunangannya denganku dan menggelar pernikahan mewah di tepi laut bersama Raka Mahendra. Di tengah pesta pernikahan, empat target penaklukanku menatap Raka dengan penuh kelembutan. Di saat itu juga, aku tiba-tiba ingin pulang. Jadi, aku berbalik dan langsung melompat ke laut. Saat aku jatuh ke dalam lautan, empat sosok justru serentak menerjang ke arahku dengan wajah dipenuhi penyesalan dan ketakutan.
Skandal Pengasuh Tua dan Putraku - Realistis novels & stories
Celine Shifa
Pembantu rumah tangga di rumahku diam-diam membawa seluruh keluarganya datang untuk makan kerang dan lobster saat aku tidak ada. Ketika aku memergokinya, dia langsung berlutut memohon ampun dan bersumpah tidak akan mengulanginya lagi. Bahkan mantan majikannya, yaitu kakak iparku, juga membujukku untuk memaafkannya. Akhirnya, demi menjaga hubungan kekerabatan, aku hanya menurunkan gajinya sebagai hukuman. Namun tak disangka, pada hari kedua setelah aku pergi ke luar negeri, anakku yang baru lulus dan sedang mengadakan pesta perayaan di rumah meneleponku sambil menangis. "Bu, apa yang harus aku lakukan ...." "Aku ... aku tidur dengan Bi Tati."
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku - Realistis novels & stories
Gold
Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam - Realistis novels & stories
Bagel
Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Semua Diberikan Kepada Putri Angkat, Aku Memilih Pergi Dari Rumah - Realistis novels & stories
Ginger
Hari pindahan ke rumah baru, ibuku mengirim gambar denah rumah ke grup keluarga. Rumah dengan tiga kamar tidur dan satu ruang tamu. Di samping setiap kamar tertulis nama penghuninya. Kamar utama untuk Ayah dan Ibu, kamar kedua untuk kakakku, sedangkan kamar yang menghadap ke selatan dengan sinar matahari terbaik bertuliskan, "Kamar Tasha". Ayah Tasha meninggal karena tenggelam saat menyelamatkan kakakku yang hanyut. Sejak menjadi yatim piatu, dia dibawa ke keluarga kami dan dibesarkan sebagai anak kandung selama sepuluh tahun. Aku memperbesar lalu memperkecil gambar itu dan memeriksanya dua kali, tetapi tetap tidak menemukan namaku. Aku bertanya kepada Ibu. Dia tertegun sesaat, seolah baru teringat akan hal itu. "Bukannya kamu bilang nanti ingin lanjut S2 di luar kota? Kalau sudah diterima, kamu juga akan pindah. Kalau kamarnya dibiarkan kosong nanti sayang." "Tasha berbeda. Ayahnya meninggal demi keluarga kita. Di dunia ini dia sudah nggak punya rumah lain. Kamar besar ini memang harus disiapkan untuknya." Kakakku sudah sibuk membantu Tasha memilih gorden. Motif bunga warna merah muda, kesukaannya. Sementara pacarku yang sudah tiga tahun bersamaku, Tristan, sedang mengangkat rak buku yang baru selesai dirakit ke kamarnya, lalu bertanya dengan suara pelan apakah dia ingin ditambahkan satu papan lagi untuk meletakkan koleksi figurin. Aku duduk di atas kardus di ruang tamu, memandangi semua orang yang sibuk mondar-mandir. Ternyata bukan karena mereka melupakanku. Melainkan karena, di alam bawah sadar mereka, sudah sewajarnya aku menyerahkan semua yang menjadi milikku demi membalas budi itu. Bahkan, pacarku pun telah menjadi bagian dari kompensasi untuk Tasha. Kalau di denah rumah itu memang tidak ada tempat untukku, maka aku akan menyerahkan semuanya kepada mereka. Aku menunduk dan membuka ponsel, lalu menandatangani perjanjian kerahasiaan untuk bergabung dengan pangkalan di wilayah barat laut selama lima tahun tanpa boleh pulang. Kali ini, aku benar-benar akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi.
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku - Realistis novels & stories
Arizah Karimah
Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan. Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!" Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!" Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.
Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati - Realistis novels & stories
Serauto
Kakak perempuanku memakan setengah piring mangga yang aku tinggalkan di atas meja, lalu seluruh tubuhnya alergi dan dipenuhi ruam merah. Karena marah, kakak laki-lakiku membuka mulutku dengan paksa dan terus menuangkan jus mangga ke dalam mulutku. "Bukannya kamu suka makan mangga? Hari ini kubuat kamu makan sampai puas!" Makanan itu tersedak masuk ke paru-paruku dan membuatku sulit untuk bernapas, lalu tenggorokanku bengkak dan terasa sakit. Aku memohon pada kakakku itu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah mengunciku di ruang bawah tanah. "Karena Sanny menderita, kamu juga jangan berharap bisa hidup nyaman. Renungkan baik-baik kesalahanmu di sini. Sejak kecil nggak ada yang mengajarimu, pantas saja kamu jadi sekejam ini." Dua hari kemudian, Mama baru teringat padaku. "Aslan, sudah cukup, lepaskan saja Herlina keluar. Kalau terlalu lama, nanti malah nggak baik. Dia jadi dendam sama Sanny." Papa yang berada di samping berkata dengan nada cuek, "Memangnya kenapa? Tinggal belikan saja dia sesuatu sebagai kompensasi. Beres, 'kan?" Aku bersandar di tubuh ayahku dan mengikuti mereka menuju ruang bawah tanah. Aku ingin melihat bagaimana mereka akan memberiku kompensasi.
Ganjalan di Hatiku - Realistis novels & stories
Antagonis
Libur Hari Nasional, putraku yang berusia enam tahun baru saja selesai menjalani operasi bibir sumbing. Dia mengenakan masker sambil membaca buku di toko buku kami sendiri. Seorang pria muda tiba-tiba menutup hidungnya dan dengan sikap pongah memanggil manajer toko buku. "Bagaimana kalian berani membiarkan anak yang punya penyakit menular masuk ke sini? Cepat usir mereka keluar!" Manajer toko buku tidak berani mengusirku, hanya bisa meminta maaf kepadanya, "Maaf Pak, kami nggak berwenang meminta pelanggan lain untuk pergi." Tak disangka pria itu tetap tidak mau berhenti, bahkan sambil berjalan ke hadapanku dia berteriak, "Kalau tahu diri, cepat enyah dari sini! Pacarku itu Juwita, Presiden Direktur Grup Sentara! Orang sepertimu jangan coba-coba membuatnya marah!" Aku tak bisa menahan diri untuk tidak tertegun karena wanita yang disebutnya sangat membenci pria. Aku adalah pria satu-satunya yang bisa diterima wanita bernama Juwita itu. Sejak kapan dirinya menjadi pacar pria itu?
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status