Novelas
Historias cortas

Géneros

Todo
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Personajes

26
Pelakor×
Todo
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Mostrar más

Trama y ambientación

27
Todo
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Mostrar más

Tema

15
Drama×
Todo
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Mostrar más

Historias cortas y novelas de Pelakor Drama

Descubre una colección de cautivadoras historias cortas de Pelakor Drama, con tramas atrapantes y una narración envolvente. Perfectas para quienes buscan historias de una hora y lecturas rápidas e inmersivas online.
Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan - undefined novela & novela
Anarda
Istriku adalah seorang pengelana dari dunia lain. Mereka dilarang menjalin hubungan dengan orang-orang dari dunia kecil yang mereka singgahi. Namun, dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap kali hatinya bergetar karena cinta, jiwanya akan merasakan rasa sakit seolah tercabik-cabik. Dia sudah menanggung siksaan seperti itu sebanyak 99 kali. Setelah itu, aku diculik ke Manmar Utara. Setiap hari, aku dipukul dan hidup dalam penderitaan akibat penyiksaan. Di ambang kehancuran, aku teringat pada metode rahasia yang pernah diajarkan Chellyn kepadaku untuk menghubunginya dari dunia lain. Namun, saat berhasil melakukannya, yang kudengar justru percakapan antara Chellyn dan mentornya di dunia asalnya. "Chellyn, kenapa kamu menghubungi organisasi pemberontak dan minta mereka menculik Zarend? Bukannya dia cinta sejatimu?" Suara istriku dingin dan kejam. "Penderitaan ini seharusnya dialami oleh pemeran pria pendukung, Timmy. Demi menyelamatkannya, aku nggak punya pilihan lain." "Zarend adalah tokoh utama pria di dunia ini. Dia mendapat perlindungan Kehendak Langit, jadi nggak mungkin terjadi apa-apa padanya." "Setelah misi ini selesai, aku bisa tinggal selamanya di dunia ini. Saat itu, aku pasti akan menebus semuanya dengan baik." Hatiku hancur berkeping-keping. Ketika para penjahat itu kembali mendekat ke arahku, aku benar-benar melepaskan segala perlawanan.
Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru - undefined novela & novela
Iola
Saat lonceng pergantian tahun berbunyi, Valerie menerima hadiah pertama di tahun ini. Sebuah foto mesra suaminya bersama wanita lain. Sepuluh menit yang lalu pria itu masih menggendong putri mereka sambil bermain kembang api dan sepuluh menit kemudian dia sudah berguling di ranjang dengan orang lain. Hampir pada saat yang sama, tagar "Pewaris Grup Kinanjar bertemu diam-diam dengan artis pendatang baru di malam tahun baru" meledak dan menyapu seluruh internet. Di aula rumah utama Keluarga Kinanjar, semua tamu yang datang menghadiri pesta serempak memusatkan pandangan kepada Valerie, menunggu reaksinya. "Nyonya ...." Sang asisten berjalan cepat mendekat, terlihat sedikit gugup. "Untuk trending topic itu, apa perlu mengikuti cara lama, kita tambah dorongan supaya makin meledak?" Suara Valerie terdengar datar, "Nggak perlu. Hubungi divisi humas, redam beritanya." Asisten itu langsung terpaku.
Dia Menyesal Setelah Kehilanganku - undefined novela & novela
Yela
Pada perjamuan keluarga, sebuah cincin lamaran tidak sengaja jatuh dari saku mantel Fendy. Bibi Vallore bercanda sambil menepuknya, “Dasar. Cepat nikahi Celine dan bawa dia pulang. Jangan sampai direbut orang lain!” “Lamar malam ini dan urus akta nikahnya besok!” Semua orang di meja tertawa riuh. Dengan wajah memerah, aku menunggu kalimat “menikahlah denganku” keluar dari mulutnya. Namun yang dia lakukan hanyalah mengambil cincin itu dari tanganku, lalu menyerahkan kepada asisten yang berada di samping. “Aku hanya membantu Vivi simpan sebentar.” Fendy mengusap rambutku seperti biasa, suaranya tetap lembut. “Anak baik, lain kali kita pilih cincin nikah yang benar-benar kamu sukai, ya.” Aku melihat kilatan kegembiraan yang tidak sempat disembunyikan di wajah sang asisten. Aku hanya tersenyum tipis. Fendy tidak tahu. Tidak akan ada “lain kali” bagi kami. Karena pernikahanku … akan berlangsung hari Minggu ini.
Kepatuhanku Dianggap Sepele - undefined novela & novela
Josep
Seminggu sebelum pernikahan, tunanganku, Yudha Gunardi tiba-tiba membatalkan nikah tamasya keliling dunia yang telah kupersiapkan selama dua tahun. Kupikir dia hanya salah pencet, jadi aku langsung membuka tablet untuk menghubungi konsultan pernikahan kami. Saat membuka Whatsapp yang terhubung dengan akunnya, kulihat pesan dari teman-temannya terus muncul satu per satu di layar. [Cuma karena keinginan Monika, kamu tega batalin pernikahan tamasya yang udah direncanain bersama calon istrimu? Sekarang bahkan seluruh urusan pernikahan kamu serahin ke dia?] [Acara itu 'kan impian terbesar tunanganmu! Semua orang tahu, bahkan saat penyakit jantungnya kambuh pun dia tetap maksain diri nyusun rencana perjalanan itu. Apa kamu nggak takut dia batalin pernikahannya begitu tahu semuanya?] Dengan tangan gemetar, aku membuka kotak percakapan itu. Tunanganku membalas dengan tak acuh: [Bahkan hidupnya aja udah dia kasih sama aku, masa dia masih ributin soal bentuk pernikahan? Monika cuma ingin sekali aja merancang sebuah pernikahan. Itu impiannya.] [Tenang aja. Dia lebih peduli pada pernikahan ini daripada siapa pun. Demi aku, dia bahkan udah kasih setengah jantungnya. Dia cinta padaku setengah mati. Kalaupun tahu, dia nggak mungkin ninggalin aku. Paling hanya ngamuk dua hari, lalu akan kubujuk dan semuanya selesai.] Aku menarik napas dalam-dalam, menekan gejolak di dadaku, lalu berbalik menatap pria lain dan berkata, "Mau nikah denganku? Semuanya udah siap. Yang kurang hanya pengantinnya."
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi - undefined novela & novela
Honey
Geisha Roland dan Shane Juan, sejak masa sekolah hingga ke pelaminan, mereka menjadi pasangan idaman yang paling membuat iri semua orang. Namun, di tahun kelima pernikahan mereka, Shane berselingkuh. Tanpa tangis maupun amarah, Geisha meletakkan tumpukan foto menjijikkan itu di atas meja kerja suaminya. Kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar sangat tenang, hampir tanpa riak, "Pilih, perempuan itu yang pergi atau aku yang pergi bawa anak-anak." Itu adalah badai hebat pertama dalam pernikahan mereka. Pada akhirnya, Shane memilih untuk kembali ke keluarga. Setelah itu, kehidupan mereka tampak kembali normal. Shane selalu pulang tepat waktu, perhatian pada anak-anak, dan memperlakukannya dengan begitu lembut serta sopan. Hanya saja, ada sebuah retakan tak kasat mata yang membentang di antara mereka. Mereka tahu, semuanya tidak akan pernah bisa sama lagi. Hari itu, Geisha menyelesaikan sesi wawancaranya lebih awal. Dia berniat memberikan kejutan dengan menjemput anak kembar mereka di taman kanak-kanak. Namun, tepat saat melangkah mendekati gerbang sekolah, dia melihat sepasang anak kembarnya yang baru berusia lima tahun, Cindy Juan dan Dimas Juan, berlari riang bak burung kecil, lalu tertawa sambil menghambur ke pelukan seorang wanita bertubuh ramping yang mengenakan gaun terusan berwarna krem. Wanita itu berjongkok, merentangkan kedua tangannya dengan hangat untuk mendekap kedua anak itu. Wajahnya dipenuhi senyum kasih sayang yang begitu tulus. Langkah Geisha seketika terhenti. Dadanya mendadak terasa sesak. Helen Devano? Perempuan yang menjadi selingkuhan Shane, mengapa dia bisa ada di sini? Lalu, detik berikutnya, sesuatu yang membuat darahnya seakan membeku pun terjadi.
Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang - undefined novela & novela
Kesya
Pada hari penandatanganan kontrak bernilai fantastis, aku mendadak terserang flu berat yang memicu muntah dan diare hebat. Aku bahkan tidak sengaja menyemburkan muntahan tepat ke wajah pihak mitra. Mereka pun marah besar, membatalkan kontrak saat itu juga, dan menyebabkan perusahaan merugi hingga ratusan miliar. Kekasihku, yang juga menjabat sebagai CEO, meledak dalam amarah. Dia langsung menurunkan jabatanku, dari wakil direktur menjadi staf pemasaran biasa. Tidak hanya itu, dia memangkas waktu tidurku hingga hanya tiga jam sehari. Sisa waktuku harus dihabiskan untuk bekerja bagai budak demi menghasilkan uang, sampai seluruh kerugian perusahaan lunas. Digerogoti rasa bersalah, aku bekerja keras setiap hari, memburu berbagai proyek demi mendatangkan keuntungan. Namun, saat utang itu hampir lunas dan aku dengan penuh sukacita hendak melaporkan perkembangannya, aku malah tidak sengaja mendengar percakapan antara kekasihku dan asisten wanitanya. "Pak Tomas, dulu Frida cuma memotong bonus kinerja saya 2 ribu, tapi Anda tega diam-diam memasukkan pencahar ke dalam minumnya. Akibatnya, dia mempermalukan diri di depan mitra bisnis. Setelah itu, Anda memfitnahnya sebagai penyebab perusahaan kehilangan kontrak raksasa, lalu memaksanya mati-matian melunasi utang itu. Bukannya Anda terlalu kejam kepadanya?" "Sekarang utangnya sudah hampir lunas, lepaskan saja dia. Gimanapun, Anda tulus mencintainya. Kalau Frida sampai terdesak dan meninggalkan Anda, bagaimana? Jangan sampai hubungan kalian hancur karena saya ...." Kekasihku memotong ucapan Lidia Dandu, "Nggak bisa! Kamu adalah penyelamat nyawaku. Dulu aku kecelakaan sampai pendarahan hebat. Kalau kamu nggak mendonorkan darahmu waktu itu, mana mungkin aku bisa hidup sampai sekarang?" "Walaupun Frida adalah satu-satunya wanita yang kucintai, dia sudah berani memotong bonus kinerjamu. Ini hukuman yang pantas untuknya! Sekali kukatakan 200 miliar, tetap 200 miliar, nggak boleh kurang sepeser pun! Lagi pula, kemampuannya hebat. Paling lama satu bulan lagi, dia pasti bisa melunasinya. Kalau saat itu tiba, aku akan menebus kesalahanku dan menikahinya." Namun, dia tidak tahu bahwa aku tidak punya waktu satu bulan lagi. Selama beberapa tahun ini, demi melunasi apa yang dia sebut sebagai "kerugian", fisikku terkuras habis hingga aku menderita kanker lambung. Sisa hidupku tinggal satu minggu lagi. Terlebih lagi, dia tidak pernah tahu bahwa orang yang mendonorkan darah saat dia kecelakaan bertahun-tahun lalu adalah aku.
Dendam yang Mengakar di Jiwa - undefined novela & novela
Tina
Putriku menderita penyakit jantung bawaan. Butuh waktu lima tahun, akhirnya mendapatkan donor jantung yang cocok. Sebelum masuk ke ruang operasi, suamiku yang merupakan ahli bedah jantung berjanji padaku dengan mata berkaca-kaca, "Sayang, tenang saja, aku janji akan membuat putri kita sehat kembali." Namun di tengah operasi, suamiku buru-buru meninggalkan ruang operasi tanpa memberikan penjelasan sedikit pun. Aku bergegas masuk ke ruang operasi sambil terhuyung-huyung. Dada putriku telah disayat terbuka, dan tubuhnya bersimbah darah. Asisten suamiku yang berada di samping berbicara dengan gugup, "Dokter Andre bilang … katanya Yoan masih bisa menunggu, tapi kondisi putra Kak Diana jauh lebih kritis, jadi Dokter Andre membawa donor jantung yang seharusnya untuk Yoan … " Perasaanku sangat terpukul, aku terus-menerus menghubunginya seperti orang gila. Bahkan ketika putriku kehilangan banyak darah hingga meninggal, suamiku tetap tidak mengangkat teleponku …. Ketika sedang mengurus jenazah putriku, aku membaca unggahan di media sosial dari teman masa kecil suamiku, Diana Jatmiko. [Ternyata hanya salah diagnosis, bikin kaget saja. Karena sudah nggak berguna, jantung ini buat anjing kesayangan kami.] Di dalam video itu, anjing peliharaan Diana terlihat memakan jantung yang seharusnya didonorkan untuk putriku. Melihat tubuh putriku yang terbaring kaku, tidak ada lagi cinta yang tersisa di hatiku. Saat suamiku teringat putrinya di meja operasi, yang tersisa hanya ruangan kosong dan meja altar kecil ….
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat - undefined novela & novela
Wulan
Setelah sahabatku melahirkan, aku menggendong bayinya yang menggemaskan sambil bercanda. "Anak pintar, ini ibu angkat dan yang di sana itu ayah angkat." Tiba-tiba, Diego yang berdiri di sampingku menyahut. "Bukan ayah angkat, tapi Ayah." Aku mengira aku salah dengar. Akan tetapi, pria itu malah menarik sudut bibirnya dengan malas, lalu mengulangi ucapannya dengan santai. "Dia anakku." "Tepat di hari ayahmu meninggal, aku dan Shera tidur bareng semalaman. Kita bahkan menghabiskan satu kotak kondom." Tubuhku langsung membeku di tempat. Tenggorokanku terasa seperti disumbat timah, sampai tak bisa mengeluarkan suara. Butuh waktu lama sampai akhirnya aku bisa memaksakan beberapa patah kata keluar dari bibirku, "Tapi, kemarin kita baru resmi menikah." Diego tersenyum, merangkul bahuku sambil mencoba menenangkan. "Tenang aja, aku sama dia cuma sebatas teman tidur kok. Kalau memang mau nikah, dari dulu juga sudah kami lakukan." Setelah berkata begitu, dia berhenti sejenak. Lalu, dengan nada mengejek, dia menambahkan, "Shera belum cerita, ya? Kami pernah pacaran dan aku pria pertamanya."
Cinta Berakhir di Air Mata Terakhir - undefined novela & novela
Sisi
Saat menghadiri acara perjamuan keluarga bersama Harvey Lamusu, aku berinisiatif mengutarakan keinginanku untuk segera menikah. Namun, Harvey malah menganggap aku mengincar kekayaan keluarganya, mengira aku menikah dengannya semata-mata demi uang, tanpa ragu menampar wajahku puluhan kali di depan umum. Lalu, dia berbalik dan mengejar teman masa kecilnya yang pergi karena cemburu. Aku menarik tangan Harvey dan memohon agar dia tidak pergi, tetapi dia malah marah dan mendorongku hingga aku jatuh dari tangga, akibatnya kedua kakiku patah dan tulang tengkorakku retak. Aku baru sadarkan diri setelah satu bulan dirawat di rumah sakit. Aku tidak mau membuat keributan kali ini, melainkan menghubungi ibuku yang tinggal di luar negeri. "Ibu, mengenai warisan yang Ibu sebutkan sebelumnya, aku setuju, aku setuju."
99 Kali Operasiku Ditunda, Kini Aku Mengamuk - undefined novela & novela
Sanfa
Aku mengidap glioma otak, hidupku sudah berada di ujung tanduk. Namun untungnya, suamiku, Rey Sagara, adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang jenius. Di seluruh negeri, hanya dia satu-satunya dokter yang berani mengambil tindakan untuk operasi ini. Sialnya, pria itu justru tega menunda operasiku hingga 99 kali. Setiap kali prosesnya akan dimulai, semuanya harus terhenti hanya karena Adira Kamandaka mengeluh sakit kepala. Kecepatan pertumbuhan tumor di kepalaku ini jauh di luar perkiraan. Pada penundaan yang ke-99 kalinya, rasa sakit akibat penyakit ini begitu menusuk hingga ke tulang. Aku sampai berlutut di hadapan pria itu sambil memohon, “Rey, jangan ditunda lagi, aku benar-benar nggak sanggup lagi...” Namun, Rey bahkan tidak melirikku sama sekali. Dia berbalik dan langsung melangkah pergi. “Jaga sikapmu, Lana. Aku ini dokter, aku harus bertanggung jawab pada setiap pasien.” Rasa sakit itu seketika menenggelamkanku. Aku memeluk kepalaku yang rasanya seperti mau pecah sambil menangis histeris. Sementara itu, perawat yang memegang laporan pemeriksaanku hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas berat. “Ini nggak bisa ditunda lagi. Kalau minggu ini belum juga dilakukan tindakan operasi, pasien hanya tinggal menunggu ajal.”
Angin membawa kenangan cinta 12 tahun - undefined novela & novela
Monal
Sejak Lukas ketahuan selingkuh, hal pertama yang aku lakukan setiap kali Lukas pulang ke rumah adalah memojokkannya di area pintu masuk dan memintanya melepas celananya, lalu aku menyemprotkan alkohol berkadar tinggi ke tubuh bagian bawahnya untuk disinfeksi. Lukas yang merasa bersalah, dengan mata merah, selalu menurut denganku, lalu dengan lembut membujukku agar tidak terus-terusan seperti ini. Tapi hari ini, dia pulang terlambat selama dua jam penuh. Begitu aroma parfumnya tertangkap oleh hidungku, aku seketika kehilangan kendali dan menarik sabuknya sekuat tenaga. “Terakhir kali, saat kamu pulang terlambat selama tiga puluh menit saja, kamu sudah tidur dengan satu wanita.” “Hari ini kamu terlambat dua jam. Cepat katakan! Pasti kamu tidur dengan empat wanita di luar sana, kan?” Setelah permintaan maaf Lukas yang ke-29 kalinya dan tetap tidak aku hiraukan, akhirnya Lukas mengangkat punggung tangannya yang masih memar karena infus, lalu berteriak putus asa kepadaku. "Cukup! Aku sampai hampir mati karena demam tinggi, tapi kamu bahkan tidak menanyakan keadaanku. Setiap hari kamu terus mengamuk, kapan semua ini akan berakhir?" "Aku cuma pernah tidur dengan orang lain satu kali dan itu karena mabuk, kan? Kamu pikir kamu sendiri sebersih apa?" "Pantas saja saat kamu umur enam belas tahun, kamu diseret ke gang belakang, pakaianmu dilucuti, dan dipermalukan! Sasa, wanita penuh kecurigaan dan prasangka buruk seperti kamu memang pantas menerima hal itu!” Botol semprot desinfektan jatuh dan pecah di sekitar kakiku. Bau alkohol menyengat, membuat tenggorokanku tercekat sampai tidak bisa mengeluarkan suara. Menatap sorot mata Lukas yang penuh rasa jengkel, aku tiba-tiba merasa sangat lelah. Sudahlah, aku tidak menginginkan hubungan yang sudah penuh retakan ini.
Cinta Sulit Ditemukan, Air Mata Menjadi Lautan - undefined novela & novela
Tiger
Setelah rujuk, aku memutuskan untuk menyewakan istriku sendiri. Setiap kali sahabat cowoknya menelepon dan menyuruhnya pergi, aku tak lagi marah-marah seperti dulu. Alih-alih mengamuk, aku justru memberlakukan tarif per jam. Siang hari, 200 juta per jam. Malam hari, 400 juta per jam. Hari libur dihitung tiga kali lipat. Baru berjalan tiga bulan, rekeningku sudah bertambah hampir 40 puluh miliar. Suatu hari, kami sudah berjanji pergi memilih setelan jas untuk menghadiri jamuan makan malam. Namun, di tengah jalan, sahabat prianya menelepon, mengeluh jarinya terluka saat memotong sayuran. Tanpa repot-repot mendongak, aku hanya menyodorkan kode QR pembayaran ke hadapan istriku. Suatu malam, aku mendadak demam tinggi. Saat istriku sedang menyetir untuk mengantarku ke rumah sakit, ponselnya kembali berdering. Sahabat cowoknya mengeluh mabuk berat, merasa tidak enak badan, dan tidak bisa tidur. Dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, aku mengambil payung dan menyuruhnya menurunkanku di persimpangan jalan depan. Melihatnya yang tampak ragu-ragu dan hendak mengatakan sesuatu, aku hanya tersenyum tipis. "Jangan lupa transfer uangnya, ya." Hingga tiba hari di mana putra kami harus pergi ke rumah sakit untuk kontrol rutin. Sahabat cowoknya lagi-lain menelepon. "Caca ingin ke taman bermain nih, tapi tempat kayak gini kayaknya bakal lebih seru kalau ada sosok perempuan yang nemenin ...." Setelah menutup telepon, istriku berbalik. Dia hendak berjongkok untuk membujuk anak kami. Akan tetapi, putra kami justru meniru caraku. Dia mengulurkan tangan kecilnya ke hadapan ibunya. "Nggak apa-apa, Ibu. Ibu tinggal transfer uangnya aja ke aku. Harganya harus tiga kali lipat"
Saat Aku Berhenti Mencintaimu - undefined novela & novela
Yasmin
Pada hari pernikahanku, tepat ketika pembawa acara mengumumkan sesi pertukaran cincin, Harvey Sentosa yang berdiri di hadapanku tiba-tiba angkat bicara. "Sejujurnya, aku pernah 'berhubungan' sama sahabat baikmu." Aku terpaku di tempat. Melihat ekspresiku yang penuh rasa tidak percaya, dia bahkan tidak berkedip sedikit pun. Sikapnya begitu tenang, seolah hanya sedang membicarakan sesuatu yang biasa. "Waktu kamu pergi nyobain gaun pengantin, kami bermesraan di ruang ganti sebelahmu." "Dia sempat beberapa kali mengeluarkan suara. Kamu malah mengira dia sedang sakit dan terus khawatir dengan keadaannya." "Sesudahnya, waktu dia berdiri di sebelahmu, kakinya bahkan masih gemetar." Dalam sekejap, seluruh darah di tubuhku terasa membeku. Aku menoleh dengan kaku ke arah bawah panggung dan menatap sahabatku, Shenia Tandri, yang sedang tersenyum cerah. Dia mengangkat buket bunga di tangannya sambil berteriak memanggil namaku. Satu jam yang lalu, dia masih meneteskan air mata haru sambil membantuku merapikan ujung gaun pengantin, berulang kali mengatakan bahwa aku harus hidup bahagia. "Bahkan tadi, waktu kamu sedang dirias, dia masih duduk di pangkuanku." "Karena terlalu tegang, punggungku sampai tercakar sama dia." Sambil berkata demikian, Harvey menatap cincin pernikahan yang masih berada di tangannya dengan ekspresi santai. "Celine, aku sudah kasih tahu kamu semuanya." "Mau tetap menikah atau nggak, itu terserah kamu."
Alergi Wanita, Tetapi Malah Selingkuh - undefined novela & novela
Jihan
Suamiku alergi terhadap perempuan, bahkan jika bersentuhan sedikit saja, kulitnya akan langsung kemerahan dan bengkak. Selama tiga tahun pernikahan, kami tidak pernah melakukan hubungan intim sama sekali, bahkan anak kami lahir melalui bayi tabung. Setelah tiga kali gagal menjalani prosedur bayi tabung, akhirnya aku berhasil hamil. Pada hari keluar dari rumah sakit, aku menerima sebuah video. Di dalam video itu, suamiku tampak melakukan berbagai hal mesra dengan seorang wanita lain. Kulitnya tampak putih mulus, tanpa satu pun bagian yang merah atau bengkak … kecuali “tanda cinta” di dadanya, dan tidak ada bekas alergi di tubuhnya sama sekali. Ketika aku mendongak, terlihat suamiku sedang mengupas apel untukku. Dia memakai masker, kerah bajunya dikancing hingga atas, dan tangannya memakai sarung tangan … sedang melakukan perlindungan penuh. Padahal waktu rekaman video itu hanya selisih satu hari dari sekarang. Dengan tangan gemetar, aku mencoba membuka kancing bajunya, tetapi dia langsung menepis tanganku dengan keras. “Jangan sentuh aku! Jauhi diriku!” Tatapannya padaku seperti sedang melihat sesuatu yang kotor. Saat itu aku akhirnya sadar … ternyata dia bukan alergi terhadap cairan tubuh wanita, tetapi hanya alergi terhadap diriku. Ketika suamiku pergi ke toilet untuk mengganti pakaian, aku menelepon nomor yang sudah kublokir selama lima tahun. Di seberang sana langsung menjawab, “Kirimkan lokasimu. Aku akan segera datang.”
Gagal Menjadi Bulanmu - undefined novela & novela
Abu
Memasuki tahun kelima pernikahan, Arsen Mahardika tergila-gila pada seorang mahasiswi. Gadis itu berasal dari keluarga sederhana, tetapi bersikap dingin dan memiliki harga diri yang tinggi. Dia menolak kartu hitam eksklusif yang disodorkan Arsen, sambil berkata, "Aku nggak mau jadi simpanan siapa pun." Hanya satu kalimat itu, Arsen langsung terobsesi. Dia mengejar mahasiswi itu hingga membuat geger seisi kota, sampai-sampai lupa bahwa di rumah masih ada seorang istri yang dulu dia rayu dengan 99 surat cinta hingga mau menikahinya. Nadine Atmadja tidak menangis ataupun membuat keributan. Setiap kali pria itu menyakitinya demi mahasiswi itu, Nadine akan membakar satu lembar surat cinta. Ketika ke-99 surat itu habis menjadi abu, itulah hari dia pergi meninggalkan pria itu untuk selamanya. Lembar pertama dibakar pada hari ulang tahun pernikahan mereka. Arsen mengingkari janjinya, lalu pergi ke kedai minuman tempat gadis itu bekerja dan duduk di sana seharian penuh, hanya untuk menunggu gadis itu pulang kerja. Lembar ke-36 dibakar saat pria itu meninggalkan Nadine yang sedang demam tinggi hingga 40 derajat di tengah hujan badai di pinggir jalan tol, hanya karena buru-buru ingin menemani gadis yang takut petir itu. Lembar ke-72 dibakar ketika pria itu, demi menyenangkan hati gadis itu, menurunkan foto pernikahan mereka yang terpajang di ruang tamu dan menggantinya dengan coretan asal-asalan buatan sang gadis.
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua - undefined novela & novela
Yusfa
Selama 8 tahun, aku selalu menemani Farrel Grattino menapaki kariernya di dunia penerbangan dari seorang kopilot hingga menjadi kapten. Di tahun tersibuknya, aku bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaan untuk memasak sesuai jadwal penerbangannya. Pernah suatu kali aku bertanya, "Suatu hari nanti apakah kau bisa mengajakku melihat langit di ketinggian sepuluh ribu meter yang selalu kau lihat? Sekali saja." Dia bahkan tidak menghentikan sumpitnya. "Itu tempat kerja, bukan taman hiburan." Aku menjawab, "Baik." Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkitnya lagi. Hingga suatu malam ketika sulit tidur, aku tanpa sengaja menemukan album foto yang dikunci dengan kata sandi di ponselnya. Di dalamnya ada lebih dari empat puluh foto, semuanya diambil dari sudut pandang kokpit. Hamparan lautan awan, matahari terbenam, pelangi ganda setelah hujan, hingga galaksi di langit pada ketinggian sepuluh ribu meter. Setiap foto pernah dia kirim kepada orang yang sama, dengan nama kontak berupa emoji beruang kecil. Foto terbaru diambil tiga hari yang lalu. Senja menyelimuti langit, sementara setengah bulatan matahari menggantung di ujung sayap pesawat. Dia menuliskan sebuah kalimat: [Pemandangan hari ini juga sangat indah. Nanti kalau kau datang, duduklah di kursi observasi sebelah kanan. Itu sudut pandang yang terbaik.] Orang itu membalas dengan emoji pelukan dan empat kata: [Tunggu saat aku cuti.] Aku mengembalikan ponselnya ke tempat semula tanpa mengubah kata sandi ataupun menghapus album fotonya. Fajar menyingsing, aku menyeduh kopi seperti biasa, lalu meminumnya dengan tenang. Setelah itu, aku membuka laptop, menulis surat pengunduran diri, dan memesan tiket pesawat menuju Baili. 8 tahun sudah berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengejar rute penerbangannya dan menunggu waktu makan bersamanya. Aku berhenti menjaga rumah yang kosong sambil menebak-nebak terbang ke mana dia saat ini. Jika langit di ketinggian sepuluh ribu meternya memang tidak memiliki tempat untukku, maka aku akan berpijak di bumi, menumbuhkan kehidupan dan menikmati senjaku sendiri.
Bukan Prioritas - undefined novela & novela
Tasya
Untuk ke-99 kalinya, pacarku salah menekan tombol lift hingga kami berhenti di lantai tempat sahabatku tinggal. Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dan bertanya dengan nada menyalahkan, "Kenapa kamu nggak ngingetin aku? Ah sudahlah. Mumpung sudah sampai sini, sekalian saja ganti bohlam di apartemen Winna." Aku hanya terpaku sesaat sebelum memaksakan seulas senyum tipis. Lagi-lagi kalimat itu. "Mumpung sudah sampai sini." Sejak Winna Satriya pindah ke unit tepat di atas apartemenku setahun yang lalu, pacarku selalu saja "tak sengaja" menekan tombol lift ke lantai yang salah. Kalau kami berencana menonton film, dia akan mampir dulu ke apartemen Winna sambil membawa dua gelas teh susu. Saat aku demam tinggi dan memintanya mengantarkan obat, obat itu justru berakhir di tangan Winna yang sedang datang bulan. Alhasil, kencan kami yang seharusnya berdua berubah jadi bertiga, sementara obat penurun demamnya malah dipakai sebagai obat pereda nyeri haid. Bahkan saat ulang tahunku, dia lebih dulu membawa kue ke apartemen Winna. "Mumpung sudah sampai sini, anggap saja sekalian merayakan 300 hari persahabatan kalian." "Mumpung sudah sampai sini, kebetulan saluran air di apartemen Winna mampet. Sekalian bantu benerin, ya." Dan sekarang, saat kulihat dia melangkah masuk ke apartemen sahabatku tanpa sekali pun menoleh ke belakang, aku menekan tombol tutup lift dengan wajah dingin.
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined novela & novela
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Terjebak dalam Gurun Kebohongan - undefined novela & novela
Sansan
Aku kembali setelah lima tahun bertugas di luar daerah. Begitu keluar dari bandara, aku berharap Henry akan menepati janjinya untuk melamarku. Namun, Henry hanya berdiri di sana dengan ekspresi dingin. "Linda, maafkan aku." Aku masih terhenyak, tetapi Henry berkata lagi, "Mengenai mutasimu … akulah yang mengaturnya." "Aku sengaja memindahkanmu ke proyek di daerah terpencil di Wilayah Saloka, agar aku bisa menghabiskan waktu bersama Sandra. "Sandra waktu itu hamil, nggak ada pilihan lain." Setelah terdiam lama, aku menggigit bibir hingga berdarah. Lima tahun lamanya, aku hidup di padang gurun, diterpa badai pasir dan panas yang menyengat, bekerja 16 jam sehari yang terasa seperti neraka. Ternyata semua ini jebakan yang dibuat oleh Henry. "Kamu terlalu keras kepala dan dominan, aku takut kamu menyakitinya." "Aku mengakui kesalahanku bukan berharap kamu memaafkanku, melainkan ingin kamu bisa menenangkan diri dulu, supaya kamu nggak membuat keributan nanti." Nada suara Henry terdengar pasrah. Aku mundur selangkah, menjauh dari tangannya yang mencoba meraihku, tersenyum dengan berlinang air mata. "Henry, padahal kita bisa berpisah baik-baik, tapi kamu malah merusak semuanya."
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novela & novela
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
ANTERIOR
12345
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status