Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
Munafik×
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Plot Twist Realistis Short Stories & Munafik Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist Realistis short stories featuring Munafik, with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya - Realistis novels & stories
Merissa
Saat suamiku pergi ke toilet, ponselnya berdering. Aku melirik sekilas. Telepon dari adik suamiku, Ruslan. Aku mengernyit, tetapi tetap mengangkatnya. "Kak, uang bulanan 20 juta buat Ayah dan Ibu kok belum ditransfer? Ibu barusan nanya ke aku." Telepon ditutup. Darahku seolah-olah mengalir terbalik. Suamiku berdiri tepat di depan pintu toilet dan tangannya bahkan belum dikeringkan dari air. Aku menarik sudut bibirku. "Gajimu 16 juta, cicilan rumah 6 juta, kasih aku 4 juta, kamu simpan sendiri 2 juta. Kamu bilang kasih orang tuamu 4 juta, kok jadi 20 juta?" Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara. Wajahnya sangat pucat, sementara tanganku gemetar hebat. Selama lima tahun, aku tak pernah sekali pun melihat kartu banknya. Lalu, apa lagi yang tidak aku ketahui?
Jangan Jadikan Aku Pilihan Lagi - Realistis novels & stories
Betshi
Sebelum pesta ulang tahun dimulai, Anderson Zuvandy menayangkan layar ponselnya ke layar besar di ruang VIP. Dia membuat voting anonim di grup teman-teman mereka. Pertanyaannya …. [ Malam ini, seharusnya aku menemani pacarku memotong kue ulang tahun atau menemani teman masa kecilku menonton pemutaran perdana film? ] Hitung mundur selama 20 detik dimulai, sementara jumlah suara terus berubah. Pilihan teman masa kecil mendapat 17 suara, sedangkan pilihan pacar hanya mendapat satu suara. Semua orang mengira satu-satunya suara itu berasal dariku. Anderson bersandar di sofa. Dia tersenyum ketika melihat hasilnya. "Yang kalah jumlah harus mengalah kepada yang menang." Miranda Anggara segera menyelipkan tiket film ke telapak tangannya. "Semua orang juga merasa bahwa aku yang lebih membutuhkanmu." Aku mengenakan gaun favoritku, berdiri di depan kue ulang tahun yang bahkan belum dinyalakan lilinnya. Seseorang di ruang VIP bersiul. "Kak, jangan nggak menerima kekalahan, dong." Benar juga. Voting semacam ini sudah menjadi kebiasaan selama tiga tahun. Setelah bertengkar, mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang harus meminta maaf lebih dulu. Bahkan saat mereka berkencan, teman-teman mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang akan digandeng Anderson. Bahkan ketika aku bertanya apakah Anderson mencintaiku, dia juga melemparkan pertanyaan itu ke dalam grup. "Biar semua orang saja yang menilai." Dulu, aku mengira selama aku bisa menang sekali saja, dia akan dengan teguh berdiri di sisiku. Namun, aku tidak pernah menang sekalipun. Begitu pula dengan malam ini. Anderson bangkit dan mengambil jaketnya. Saat melewatiku, dia mengusap kepalaku sekilas. "Yang patuh, setelah aku pulang nanti, aku akan rayakan ulang tahunmu lagi." Aku menatap hasil voting di layar besar, lalu mematikan layar ponselku. Kemudian, aku mendorong pisau kue ke hadapannya. "Nggak perlu dirayakan lagi. Anderson, aku mundur dari permainan voting ini."
Kurelakan Jantung Itu untuk Adik Angkatku - Realistis novels & stories
Dudu
Setelah didiagnosis menderita gagal jantung, aku dan adik angkatku dirawat di rumah sakit pada waktu bersamaan. Namun, hanya ada satu donor jantung yang cocok. Demi memperebutkan kesempatan itu, kami berselisih selama 3 bulan penuh. Video saat aku mempertanyakan sikap pilih kasih orang tuaku di lorong rumah sakit bahkan tersebar di internet. Semua orang mencaciku sebagai perempuan egois dan kejam yang rela mengorbankan ikatan keluarga demi mempertahankan hidup. Sehari sebelum jadwal operasi ditetapkan, kakakku akhirnya datang menjengukku. Dia berdiri di ambang pintu dengan sorot mata penuh rasa tidak sabar. “Layla baru berusia 20 tahun. Hidupnya baru saja dimulai.” “Sejak kecil tubuhmu memang lemah. Kalaupun menjalani operasi, memangnya kamu masih bisa hidup berapa tahun lagi?” Aku bahkan belum sempat membuka mulut ketika ponselnya berdering. Dari seberang telepon, adik angkatku menangis sambil bertanya apakah diriku masih bersikeras tidak mau menyerahkan jatah itu padanya. Nada suara kakakku langsung melunak. Dengan sabar dia menenangkannya, “Jangan takut. Kakak ada di sini. Apa yang memang menjadi milikmu, tidak bisa direbut oleh siapa pun.” Saat kecil, ketika penyakit jantungku kambuh pertama kali, dialah yang menggendongku berlari sejauh 3 kilometer menuju rumah sakit. Waktu itu dia menggenggam tanganku sambil berkata, bahkan jika harus menukar nyawanya sendiri, dia akan tetap membuatku bertahan hidup. Namun kini, menatap wajah yang sangat akrab sekaligus terasa asing itu, tiba-tiba aku tidak ingin lagi memperebutkannya. Aku tersenyum tipis. “Baiklah, Kak. Jatah operasi itu ... aku tidak menginginkannya lagi.”
Gapai Mimpi di Usia Senja - Realistis novels & stories
Jihan Umnia
Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan - Realistis novels & stories
Cravez
Saat Tahun Baru Imlek, kami pulang ke kampung halaman. Di jalan tol, adikku ribut minta ke toilet. Ibu mendesakku dan kakakku, "Rest area berikutnya masih jauh. Kalian sekalian saja, biar nanti nggak bolak-balik mau ke toilet lagi." "Cepat sedikit, jangan lama-lama!" Aku langsung lari ke sana, tetapi begitu keluar, aku melihat mobil yang familier itu sudah menyalakan lampu dan mulai jalan. Suhu di luar hampir di bawah nol, tetapi ayah dan ibuku malah meninggalkanku di rest area yang sepi. Aku buru-buru berlari mengejar sambil berteriak keras, "Ayah! Ibu!" Namun, mobil itu sudah berbelok dan menyatu dengan arus kendaraan, sampai akhirnya benar-benar tak terlihat lagi.
Selamat Tinggal Dunia Terkutuk! - Realistis novels & stories
Susan
Untuk memberi pelajaran padaku, orang tuaku memalsukan tes DNA dan mengklaim bahwa aku bukanlah anak kandung mereka. Kakakku mengabaikan permohonanku dan bersikeras mengirimku ke rumah sakit jiwa. "Dasar pembawa sial, kenapa kau nggak mati saja?" Dan tunanganku tercinta, bukan hanya mengawasi dengan dingin, tetapi juga memanfaatkan koneksinya agar aku menderita dan menanggung berbagai siksaan di sana. Lima tahun telah berlalu, dan akhirnya aku berubah menjadi penurut. Tapi, mengapa mereka justru ingin aku kembali menjadi tuan muda yang arogan dan angkuh seperti dulu?
Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya - Realistis novels & stories
Gaston
Di kehidupan sebelumnya, aku dibawa kembali ke Keluarga Shafron. Demi seorang putri angkat, kakak kandungku memfitnahku, menuduhku membuat penyakitnya kambuh. Orang tua kandungku percaya dan mengusirku dari rumah. Tak lama kemudian, aku mati karena sakit di pinggar jalan. Saat terbangun lagi, aku kembali ke hari di mana diriku dijemput oleh Keluarga Shafron. Michael menghalangi jalan orang tua, menunjukku dan berkata, “Ayah, Ibu, dia bukan adikku!” Pasangan suami istri itu menatapku dengan rasa kecewa, lalu berbalik dan pergi. Aku berdiri di tempat, tak mengeluarkan liontin giok yang bisa membuktikan identitasku, lalu diam-diam berjalan kembali ke panti asuhan. Dua puluh tahun kemudian, aku telah menjadi salah satu ahli penyakit dalam terkemuka di dalam negeri. Pria yang duduk di hadapanku menyodorkan rekam medis dengan suara gemetar, “Dokter, kumohon tolong selamatkan adikku.” Saat melihat nama di berkas itu, gerakanku pun terhenti. Pandanganku tertuju pada wajah yang tampak lesu dan kusam itu. Setelah menatapnya agak lama, barulah aku berpaling ke arah pria itu dan berkata, “Aku nggak menerima pasien ini.”
Mengungkap Rahasia Ibu Mertua - Realistis novels & stories
Malinka
Pada Hari Ibu, aku berniat memberikan hadiah kepada ibu mertuaku. Namun tak disangka, aku melihatnya membawa seorang pria berkulit gelap masuk ke kamar. Setengah jam kemudian, ibu mertuaku keluar dengan wajah memerah ....
Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku! - Realistis novels & stories
Biru
Suamiku membawa pulang anak kembar tiga dan bersikeras menyebut mereka sebagai anak kandungku. Aku bergegas melakukan tes DNA di malam itu juga untuk membuktikan bahwa ketiga anak tersebut tidak memiliki hubungan darah denganku dan suamiku. Suamiku berulang kali menamparku, menyebutku jalang, lalu memaksaku untuk bercerai dan pergi tanpa membawa apa pun. Aku sangat marah dan mengadu kepada sahabatku. Ketika sahabatku melihat ketiga anak tersebut, dia mengambil pisau buah dari meja dan menggores wajahku. "Kalau kamu berani bilang mereka bukan anakmu lagi, pisau ini akan menyayat lehermu lain kali!" Hatiku terasa sangat pedih. Aku membeli tiket dan langsung pulang ke kampung halamanku di malam itu juga. Aku menangis dan mengeluh kepada orang tuaku. Selesai mendengarkan, orang tuaku mengambil cangkul dan memukulku sampai mati. Sampai ajal menjemput, aku masih tidak mengerti mengapa semua orang memaksaku untuk mengakui ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana suamiku membawa pulang ketiga anak itu.
Kesalahpahaman Kejutan Ulang Tahunku - Realistis novels & stories
Jane Stanley
Ibu tanpa sengaja memasukkanku ke sebuah grup bernama "Keluarga Bahagia". Di dalam grup itu hanya ada tiga orang: Ayah, Ibu, dan seorang anak laki-laki asing dengan catatan nama "Sayang". Mereka sedang sangat sibuk merencanakan pesta ulang tahun untuknya, sementara besok adalah ulang tahunku yang sudah sepuluh tahun berturut-turut mereka lupakan. Ibu berkata. [ Lokasinya harus dibuat seperti dalam dongeng, biar dia jadi bangsawan muda yang sesungguhnya. ] Papa mengirim amplop merah besar. [ Uang bukan masalah. Jangan sampai kakakmu tahu, nanti dia jadi kesal. ] Aku diam-diam mengambil tangkapan layar, bersiap mencari kesempatan untuk benar-benar membuka semuanya. Saat itu, adik perempuanku yang selalu berprestasi tiba-tiba mengirim pesan pribadi kepadaku berisi sebuah tangkapan layar. Itu adalah rekaman percakapannya dengan Ibu. [ Bu, pesta ulang tahun kejutan untuk Kakak sudah kamu atur semuanya, 'kan? Kamu sudah janji sama aku, ini terakhir kalinya kita membohonginya. ]
Kematian Palsu Adikku - Realistis novels & stories
Sarina Raisha
Ketika surat keterangan lulus universitas tiba, aku malah demam tinggi dan terbaring di tempat tidur. Adikku yang pergi mengambilkan surat itu untukku, malah mengalami penculikan di tengah jalan dan nasibnya tak diketahui, entah masih hidup atau sudah tiada. Orang tuaku memendam kebencian mendalam padaku. Mereka merobek suratku dan memaksaku berhenti sekolah, lalu menyuruhku bekerja di pabrik. Kemudian, aku juga diculik. Setelah berhasil melarikan diri dengan nyaris kehilangan nyawa, aku bersembunyi di sebuah pabrik tua sambil mengirim pesan meminta bantuan pada ayahku. Tak lama kemudian, ayah meneleponku dan langsung berteriak marah, “Sandra Joman! Dasar anak brengsek! Bisa-bisanya kamu bercanda seperti ini di hari kematian Valarie! “Kamu tahu nggak, betapa aku dan ibumu berharap yang meninggal waktu itu adalah kamu!” Detik-detik sebelum kematian, kata-kata hinaan mereka terus terngiang di telingaku. Tubuhku disiksa sampai tak berbentuk lagi, aku meninggal dengan tragis. Jasadku dibuang ke selokan busuk selama tiga hari. Bahkan, ayahku yang seorang ahli forensik senior pun tak bisa mengenali siapa diriku. Ketika adikku pulang bersama pacar yang kabur bersamanya dulu, ayah baru saja berhasil memulihkan wajahku melalui rekonstruksi teknologi. Mereka berlutut di depan jasadku yang telah membusuk, menangis hingga tak sadarkan diri.
Rupture Jantungku, Tapi Ibu Memilih Menyelamatkan Adikku - Realistis novels & stories
Dreamers
Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil bersama. Aku mengalami rupture jantung dan harus segera dilakukan operasi darurat. Namun, Ibu yang merupakan direktur rumah sakit di sana justru memanggil semua dokter untuk ke kamar adikku demi melakukan pemeriksaan menyeluruh padanya yang sebenarnya hanya mengalami luka ringan. Aku memohon kepada ibu agar menyelamatkanku, tetapi Ibu malah menatapku dengan wajah penuh kekesalan dan membentakku, “Kamu cari perhatian seperti ini tidak bisa lihat waktu, ya? Kamu tahu, adikmu itu hampir patah tulang!” Pada akhirnya, aku mati di sudut rumah sakit tanpa seorang pun menyadarinya. Namun setelah kabar kematianku sampai ke telinganya, Ibu yang paling membenciku itu … justru menjadi gila.
Karier Magang Putri Presdir - Realistis novels & stories
Shiza Mair
Hari pertama kerja, rekan kerja baru terus menyampaikan dia adalah Putri Presdir, membuatnya jadi pusat perhatian dan semua orang menjilatnya! Dan aku, difitnah mereka selingkuhan dari pria tua! Aku dengan kesel telepon ke Presdir. “Ayah, mereka bilang kamu pria tua, dan ada selingkuhan......”
Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan - Realistis novels & stories
Aulita
Aku yang bekerja di unit rahasia ditugaskan oleh atasan untuk mengantarkan dokumen ke perusahaan kakak perempuanku. Begitu aku melangkah masuk ke kantornya, seorang pekerja magang menghalangi jalanku. "Kamu asisten baru itu?" Orang itu mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu akhirnya memfokuskan pandangannya pada dokumen di tanganku sebelum mencibir, "Kamu sudah mau jilat Bu Arabella di hari pertama kerja? Apa kamu bahkan nggak bercermin?" Pada saat ini, aku baru menyadari bahwa dia menganggapku sebagai saingan asmaranya. Namun, kakakku juga tidak pernah memberitahuku bahwa dia memiliki pacar. Sebelum aku bisa menjelaskan, sebuah tamparan keras sudah mendarat di wajahku. "Cuma aku yang boleh jadi asisten Bu Arabella! Jangan harap kamu bisa jadi pacarnya!" Dia menjambak rambutku dan menyiramkan teh panas ke wajahku. "Kamu masih begitu muda, tapi malah mau hidup dengan andalkan perempuan dan merayu wanita kaya? Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu beri kamu pelajaran!" Aku meringkuk di lantai dan masih mati-matian melindungi map dokumen dengan tubuhku. Tindakan itu benar-benar membuatnya marah. Dia merebut map itu dan merobeknya hingga hancur di depan seluruh karyawan perusahaan. Dia bahkan dengan tidak malunya berkata kepada kakakku, "Bu Arabella, asisten barumu cukup bernyali dan mencoba merayumu. Tapi jangan khawatir, aku sudah beri dia pelajaran."
Mantan Yang Sempurna - Realistis novels & stories
Deanda_D
Di malam sebelum pernikahan, istriku pulang dalam keadaan mabuk berat. Dia diantar pulang oleh mantannya dengan pakaian yang acak-acakan. Sambil setengah sadar, dia memanggil-manggil nama sang mantan, Dylan Wiguna. Dia berujar, "Dylan, aku menikah dengan dia cuma karena kamu suka wanita yang sudah menikah. Aku menikah dengannya cuma demi memenuhi keinginanmu. Hmph! Aku nggak mau pulang. Aku mohon, temani aku sekali lagi, ya?"
Kepergian yang Terkubur di Musim Dingin - Realistis novels & stories
Hooray
Saat acara makan malam amal tahunan memasuki sesi pemberian penghargaan, pembawa acara tiba-tiba menggandeng sepuluh anak kecil naik ke atas panggung. "Hari ini, masih ada satu penerima penghargaan khusus. Beliau meninggal karena kecelakaan, tapi sebelum mengembuskan napas terakhir, beliau mendonorkan seluruh organnya dan menyelamatkan nyawa anak-anak yang sedang berdiri di samping saya saat ini." Di barisan paling depan, putra sulung Keluarga Sudibio yang mengenakan setelan jas lengkap mencibir, "Entah siapa orang bodoh itu. Sudah mati pun masih mau cari nama baik." Di sampingnya, sang ibu, Patricia Inggara, memasang wajah penuh iba. "Tubuhnya saja sudah nggak lengkap. Bagaimana dia bisa bereinkarnasi di kehidupan berikutnya? Orang tuanya benar-benar tega, bahkan nggak berusaha mencegahnya." Revan Sudibio menenangkan istrinya, lalu menoleh dan memerintahkan sekretarisnya, "Setelah memastikan siapa keluarganya, batalkan semua kerja sama dengan keluarga itu mulai sekarang." Suara pembawa acara kembali terdengar, "Selanjutnya, mari kita undang orang tua almarhum untuk naik ke atas panggung." "Bapak Direktur Utama Keluarga Sudibio beserta istrinya."
Menjadi Tumbal demi Adikku - Realistis novels & stories
Wanto
Di kota kecil tempat aku tinggal, ada satu aturan lama. Jika sebuah keluarga memiliki anak kembar, salah satunya harus dijadikan tumbal. Dia dikorbankan sebagai sasaran hukuman, agar saudara kembarnya belajar dari kesalahan dan keduanya bisa tumbuh dengan selamat. Aku lahir empat menit lebih dulu daripada adikku. Karena itu, akulah yang ditakdirkan menjadi tumbal. Suatu ketika, adikku diam-diam pergi berenang di sungai. Ibu sama sekali tidak memarahinya. Sebaliknya, dia menekan kepalaku ke dalam air berkali-kali. Baru setelah adikku ketakutan dan menangis sambil berteriak, "Aku nggak akan pergi ke sungai lagi!" Ibu melepaskan tangannya. Suatu hari, adikku lupa menekan tombol setelah memasukkan beras. Ketika Ibu pulang kerja, beras di dalamnya masih mentah. Ibu meletakkan dua mangkuk berisi beras mentah di hadapanku. "Habisin. Nggak boleh ada sisa sebutir pun." Beras mentah itu membuat mulutku berdarah setiap kali kukunyah. Namun, sepanjang waktu, Ibu justru mengamati ekspresi adikku. Baru setelah adikku menangis, dia tampak puas dan mengambil kembali mangkuk itu. Selama enam belas tahun, aku menjadi "tumbal" dalam keluarga ini. Sampai akhirnya, pada tahun itu, peringatan bencana topan dikeluarkan dan seluruh kota kecil kami harus mengungsi semalaman. Namun, adikku baru pulang menjelang dini hari setelah bermain gila-gilaan bersama teman-temannya. Tubuhnya basah kuyup, tetapi dia masih saja cengar-cengir.
Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin - Realistis novels & stories
Hedgehog
Sehari sebelum tahun baru, demi tiga kali upah lembur, kedua orangtuaku meninggalkan aku sendirian di rumah. Aku pikir selama dua puluh tahun ini, mereka selalu begitu. Jadi tahun ini, aku tidak ingin kesepian melewati tahun baru seorang diri. Akhirnya aku membawa Siomay pergi mencari mereka. Namun aku tidak pernah menyangka, kedua orang tuaku yang sering bilang mencari nafkah untuk menghasilkan lebih banyak uang, justru aku memergoki mereka turun dari mobil mewah. Mereka merangkul seorang anak lelaki yang tampak seumuran denganku, masuk ke hotel bintang lima sambil bersenda gurau. “Ayah, Ibu, kalian meninggalkan Nia seorang diri di rumah, nggak masalah? Ibuku berkata dengan datar, “Nggak apa-apa, dia sudah terbiasa kok.” Ayahku berkata dengan acuh tak acuh, “Dia nggak bisa dibandingkan denganmu, kamu adalah buah hati kami.” Aku pun berbalik dan pergi. Mereka pura-pura miskin, untuk menipuku. Kali ini, aku juga tidak berharap ditemani mereka.
Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan - Realistis novels & stories
Arsynta
Pacarku adalah pewaris di lingkatan elite ibu kota, kekayaannya bernilai ratusan triliun. Untuk mengujiku, dia tidak pernah membelikanku hadiah apa pun selama tujuh tahun bersama, bahkan tidak pernah mengeluarkan sepeser pun untukku. Sekadar mampir ke minimarket membeli alat kontrasepsi saja, dia tetap menghitung dan membaginya setengah-setengah denganku. Kemudian, ibuku sakit keras. Aku meminjam ke semua kerabat dan kenalan, tinggal kurang empat juta lagi agar biaya operasi bisa terpenuhi. Namun, tidak peduli bagaimana aku memohon, pacarku tetap tidak mau meminjamkan uang itu. Aku mengurus pemakaman ibuku sendirian. Saat pulang ke rumah dan membereskan barang-barang, aku tanpa sengaja menemukan daftar hadiah yang dia belikan untuk adik perempuan tetangganya. Vila pegunungan pribadi, tas-tas mewah, perhiasan bernilai ratusan juta rupiah. Di sana juga ada potongan percakapan dia dengan teman-temannya. "Kak Arka, katanya Svara sampai berlutut hanya untuk meminjam empat juta darimu, itu benar?" Arka terkekeh dingin, suaranya terdengar santai dan meremehkan, "Apa yang Dinda bilang memang benar. Demi empat juta saja dia sampai berlutut ke sana kemari, kalau bukan perempuan matre, lalu apa?" "Baru tujuh tahun bersama, tapi dia sudah nggak sabar ingin mengeruk uang dariku." Baru saat itu aku sadar, ujian tujuh tahun itu hanyalah akibat hasutan dari adik tetangganya. Tidak masalah. Karena sejak ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dia.
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun - Realistis novels & stories
Autona
Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status