Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan
"Kamu tahu kan, Tante... di dunia ini tidak ada bantuan yang gratis."
Dania memejamkan mata rapat-rapt, mengerti betul arah ucapan pemuda liar di hadapannya ini. Jemarinya di kemeja Angger kian meremas kuat.
"Aku janji... aku bakal turuti apa pun kemauanmu," bisik Dania pasrah, menyerahkan sisa-sisa kendali atas dirinya. "Asal ibuku selamat. Tolong, Angger."