Terpaksa Menjadi Madu
Begitu Izhar datang, Ayesha menyambutnya dan salim padanya, juga sudah menyediakan makan malam baginya.
“Ay, besok jadwal kamu USG, ya? Tepat tiga bulan?” Izhar menatapi Ayesha saat sedang makan.
“Oh, iya. Hampir lupa.” Ayesha tampak sibuk dengan handphonenya, dia tengah meladeni Argi, berbalas pesan dengannya, karena baginya Argi lebih mudah diajak bicara ketimbang Izhar.
“Temen kamu yang dua orang masih sering main ke sini, Ay?” tanya Izhar, dia berusaha membangun topik pembicaraan dengan Ayesha, meski Ayesha kelihatannya sedang tak ingin ditanya.
ตอนยอดนิยม