Aku, istri kedua
“Maafkan aku ya, Dek Aisyah. Aku belum bisa jadi suami yang baik untukmu.”
Kalimat yang baru saja terdengar di indraku itu membuatku sesak, orang sebaik Mas Zul, sebaik Mbak Zahra, dan sebaik Bu Awi ibunya Mas Zul, aku masih kurang bersyukur dengan kehidupanku.
**
“Aisyah, nama yang cantik seperti parasnya. Namanya indah, seperti nama istri Rasullullah. Sayang sifatnya terlalu buruk dari syariat Islam.”