PENDEKAR MACAN TUTUL
“Perkenalkan, namaku Ki Raksa Jagat, penguni kawasan sepi ini. Aku kebetulan berada di sekitar sini ketika sebuah kantong hitam pembungkus tubuhmu dileparkan oleh seseorang dari atas mulut jurang.”
“Oh ... mengapa aku sampai diperlakukan seperti ini? Terima kasih, Ki, karena telah menyelamatkan aku,” ucap Angger Sandaka.
“Ya, ya. Adat manusia yang baik itu adalah saling tolong menolong, Ngger. Untungnya aku berada di tempat ini pada saat yang tepat, sehingga kau masih bisa diselamatkan. Tampaknya ada pihak yang merasa tak tenteram terhadap di Angger sehingga menginginkan Angger harus mati. Kalau boleh aku tahu, siapakah sesungguhnya Angger ini?”
Bab Populer