AKU BUKAN SEORANG PELACUR
POMMElirik menangis dijalan pulangcerpen sepotong senja untuk pacarkubuah hatiku penyemangatku
Aku tidak mau ketahuan, dan bersama Daniel di sampingku, ini menjadi satu-satunya kesempatan dan harapan baruku buat kabur.
Sesampainya di bawah, semua panoramanya masih mirip seperti saat aku melarikan diri waktu itu. Tidak banyak orang, dan sebagian besar cuma perempuan-perempuan yang sedang bercengkerama dengan para lelaki. Aku menyeret kakiku yang kini pincang. Rasanya benar-benar sakit. Mungkin, luka karena pecahan beling itu sudah terbuka lagi, dan kembali berdarah karena sekarang telapak kakiku mulai terasa basah, dan lengket.
“Aku membawa mobil,” ucapnya.