Hasrat Terlarang Kakak Ipar
“Coba, Yu. Rasanya masih sama kayak dulu.”
Ayu membuka mulut pelan, membiarkan Ari menyuapinya. Saat nasi goreng itu menyentuh lidah, hatinya ikut bergetar. Rasanya sederhana, tapi hangat, persis seperti dulu, saat cintanya pada Ari masih segar, masih murni, dan belum ternodai oleh keadaan.
Ayu menatap Ari dengan mata berkaca. “Mas, kenapa rasanya seperti kita kembali ke masa lalu?”