KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Aku mau makan itu saja,“ kataku sambil menunjuk pada gerobak bakso.
“Bakso?“
Aku mengangguk.
“Yaudah, ayo!“ Aric langsung mengeratkan genggamannya pada tangan ini. Membuatku mendongak, menatapnya sesaat. Tapi dia malah tersenyum, lalu mengecup ubun-ubunku. Membuatku sontak mencubit perutmya hingga dia mengaduh.
“Makanya, punya bibir itu dijaga, jangan main nyosor. Aku ini istri orang loh,“ ujarku tanpa menghentikan langkah.
“Istri rasa selingkuhan, ya?“ kekehnya geli.
Aku hendak meninju dadanya tapi dia langsung menangkapnya. Lalu mendekatkan bibirnya pada telingaku.
“Selingkuh yuk, Khai.“
Hot Chapters