Suka Duka Ibu Tunggal
"Karena kulitmu yang bagus ini. Begitu lembut, begitu putih. Aku sudah menyentuh banyak wanita, tapi nggak ada yang sebaik dirimu."
"Aku cuma mau main sama kamu, melihatmu menangis, melihat wajah bodohmu yang nggak tahu apa-apa, berpikir bisa membalaskan dendam untuk suamimu itu. Itu membuatku puas." Dia mendesah di telingaku, napasnya begitu panas.
Seluruh tubuhku bergetar, nyaris tak bisa menahan diri.
"Jadi, pria yang kamu kirim waktu itu juga untuk mempermalukanku?"
Chapitres populaires