Malam Pertama Dengan Majikan
Lelaki itu sudah mengulurkan tangannya, mungkin hendak menolong, namun segera aku melotot padanya hingga ia mundur teratur.
"Apa? Mau bantuin?"
"Dek, malu dilihatin orang nanti!"
"Malu? Emangnya kamu nggak malu sama Allah, sudah berduaan dengan yang bukan mahram kamu? Kalian itu bukan anak kecil lagi, tapi masih saja harus diperingatkan."
"Lepasin gue, Nining! Dasar udik! Lepasin!" teriak Mbak Nesha.
Mendengar teriakannya, tidak membuatku luluh untuk melepaskan jambakan, malah tanganku yang satu lagi menabok mulut bobroknya itu. Berani sekali ia menghinaku!