Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Begitu tutur perempuan muda dengan wajah cantik tersebut. Aku pun buru-buru duduk di meja nomor 04. Meja tersebut terletak di tengah-tengah ruangan bercahaya terang dengan dinding yang dilukis seperti suasana langit siang khas laut. Kursi yang kududuki ini lumayan unik. Terbuat dari drum bekas yang dialasi dengan papan kayu berpelitur. Kursi ini juga punya sandaran yang terbuat dari besi drum tersebut. Begitu juga dengan mejanya. Juga terbuat dari drum panjang yang dibelah secara vertikal, kemudian beralaskan kaca di atasnya. Nyentrik abis pokoknya. Seleranya si Jo boleh juga pikirku.
1065.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

--- # Dingin di Balik Meja Mahoni Alessia duduk di sana, tidak bergerak sedikit pun. Ia sedang menatap tabletnya saat Adrian masuk. Di sampingnya berdiri Raka, yang langsung memasang posisi siaga dengan tangan terkepal di samping tubuh.
10694 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Dia berlari dan ikut mendorong meja itu dengan sekuat tenaga, meja yang diatasnya banyak sekali berkas-berkas kertas juga satu set komputer untuk mendata pasien itu mereka dorong, bahkan monitor dan keyboard yang ada di atas meja tiba-tiba terjatuh karena kabelnya masih menempel ke colokan listrik yang ada dibawahnya. Brak, Brak, Sreet, “Satu, dua, dorong!” “Doroong, Dian doronggg!” Sreeeeet, Meja itu terasa sangat berat, karena meja tersebut terbuat dari kayu yang sangat kokoh dengan banyak sekali laci di dalamnya untuk menyimpan berkas, namun mereka tetap berusaha untuk mendorongnya dan menutup lorong itu dengan barang-barang yang ada di ruangan tersebut.
9.630.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai alas kaki meja
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Dendam Setelah Kematian Suamiku

Dendam Setelah Kematian Suamiku

ucap Valerie sambil memperhatikan gurat-gurat alami di atas permukaan meja. "Oh ya..." Mas Gazali hanya melanjutkan makan. "Sebaiknya kita beli meja yang sama untuk di rumah sayang, tapi aku pesan ukuran yang besar, juga aku ingin warna hitam dengan dominasi gurat warna putih dan gold." "Iya itu ide bagus."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU

CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU

ujar Aldo sopan. Alya mengangguk dan akhirnya melangkahkan kakinya masuk. Saat pintu terbuka, ia disambut pemandangan ruangan CEO yang begitu luas dan mewah. Meja kerja besar dari kayu mahoni terletak di tengah ruangan, dengan kursi eksekutif hitam di belakangnya. Dinding kaca lebar memberikan pemandangan kota yang megah, sedangkan sofa kulit berwarna krem tertata rapi di sudut ruangan. Sebuah rak besar berisi buku-buku bisnis dan penghargaan perusahaan menghiasi sisi lainnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
Jodoh Tenggat Waktu

Jodoh Tenggat Waktu

Aluna melompati tumpukan buku di depan pintu dan masuk menemui Bima. Bima mengulurkan tab yang berisi web online toko furniture yang pernah mereka kunjungi di Cirebon. "Suka sama meja itu?" Bima menunjukan foto meja kerja berikut kursi putarnya. Bima sangat perhatian terhadap hal yang tidak pernah Aluna pikirkan sebelumnya, tetapi lelaki ini memang seperti ini. Aluna tidak terkejut lagi. Dan dia memandangnya sebagai hal biasa.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

“Perusahaan bonafit di kota ini bahkan tidak sekaya ini.” Reagan tersenyum tipis seraya mempersilahkan mereka mengisi sofa-sofa di sana. Saat menuju sofa, mereka harus melewati meja kebesaran yang terlihat mewah, Tuan Delanney terkesima dengan area itu sehingga dia menghampiri sejenak untuk sekedar melihat-lihat. “Ini meja kerja yang sangat nyaman,” katanya. Matanya menelisik setiap ornamen pajangan di atas meja, sedetik kemudian dahinya berkerut bingung.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

bisik Alya lembut sambil merebahkan Kayla di atas ranjang king size yang empuk. Alya berdiri, melangkah menuju meja kecil di samping tempat tidur. Di sana terdapat sebuah sakelar lampu hias berbentuk bintang yang sangat disukai Kayla. Tangan Alya terulur, jemarinya bersiap untuk menekan tombol kecil yang terbuat dari bahan metalik elegan itu.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

tanya Keyla dengan wajah yang sangat bingung namun juga ingin tertawa. Kambing itu tidak hanya lewat, dia berhenti tepat di depan Keyla dan Arlan, lalu mulai mengais-ngais sesuatu dari balik taplak meja. Dengan moncongnya, dia menarik sebuah kotak kayu kecil yang tersembunyi di bawah meja hingga jatuh ke lantai.
718 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Ain meraih tangan Bella dengan erat, memastikan bahwa mereka tidak terpisah. Dengan cepat, mereka mengintip melalui celah pintu yang terbuka sedikit. Di dalam, ruangan besar yang terlihat seperti ruang penyimpanan itu dipenuhi dengan tumpukan dokumen dan peralatan yang tampaknya tidak biasa. Namun, yang paling mengejutkan adalah sebuah meja besar yang terletak di tengah ruangan, di atasnya terdapat berbagai perangkat elektronik yang tidak mereka kenali. Di belakang meja itu, Cakra duduk dengan tangan terlipat, tampak menunggu seseorang. Di sampingnya, ada Alfi.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai alas kaki meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status