Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
"Naqib ... jika nanti dewasa aku tak lagi bersamamu, dengarkanlah lagi suara-suaraku ini. Aku menyayangimu, Naqib. Hari ini usiamu tepat 2 tahun, aku tak pernah merayakan ulang tahun, karena itu tak ada dalam ajaran agama. Tuhanku juga Tuhanmu Allah, pasti akan melindungi kita, menjaga kita dalam sepanjang kita hidup di dunia ini, meski kita tak pernah meniup lilin atau pun memotong kue saat hari lahir kita tiba.
"Tahukah kau, Naqib? Aku selalu memimpikan memiliki keluarga kecil bersama Ibumu. Aku mencintainya, Naqib, sehingga atas izin Allah hadirlah dirimu, dan mimpi itu terwujud, aku memilikimu sebagai putraku. Jika kau kira Ibumu pergi karenamu, maka itu salah, ia pergi karena bidadari t
Capítulos Populares