KACAMATA BERDARAH
ucap Shanti tiba-tiba.
"Maksudmu?"
Perempuan itu tersenyum. Kemudian perlahan-lahan dia mengangkat tubuhnya, naik sedikit, lalu merapatkan diri di atas telentang Rehan.
"Kamu laki-laki terkeren yang beruntung kumiliki, Mas," kata Shanti dengan tatapan menggoda.
"Gombal!"
"Serius," timpal perempuan itu kembali sambil menggerak-gerakkan panggulnya sedemikian rupa. "Kamu sangat menggairahkanku, Mas."
ตอนยอดนิยม