Cinta Yang Salah
Tatapan keduanya mengarah padaku, dengan senyuman di bibirnya.
Namun aku melihat ekspresi senyum yang tidak tulus dari bibir Mas Arkan. Aku tahu, dia pasti cemburu pada Mas Anton, sekalian aku balas lah, pikiran jahat mulai datang di otakku.
"Dih, ceria amat ini roman-romannya pengantin lama," ucap Kak Novi, dengan seluas senyuman yang merekah. Satu tangannya memegang pisau yang telah dicelupkan ke selai coklat, tangannya yang lain memegang roti tawar.