Pendekar Pedang Naga
Dan saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, mereka tahu… waktu untuk bergerak sudah semakin dekat.
Langit senja membakar cakrawala dengan semburat oranye keemasan saat dua sosok berdiri di tepi tebing, memandangi hamparan hutan yang menghitam di kejauhan. Angin menerpa jubah mereka, menggulung debu dan bisik-bisik masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi.
"Jadi… kita kembali lagi jadi pengembara," kata Arsel, suaranya tenang namun mengandung beban yang sulit dijelaskan.