Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO

Wajahnya sangat serius menatap layar ponsel yang menyala karena menampilkan satu pesan. "Bagaimana, Lia. Apakah kamu setuju dengan tawaranku tadi?" Tertera nama Leon di pesan tersebut. Tangan Lia gemetar ketika ia membalas pesan itu dengan tegas ia mengatakan kalau ia menyetujui persyaratan itu. Perlahan mata Lia mulai terpejam, kepalanya terasa sangat berat dan Lia pun tertidur dan melupakan sejenak masalahnya... ***
768 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
"Kemarikan saja." Di luar dugaanku, Lia menggeleng. Aku baru sadar sejak tadi otot-otot di sekeliling alisku menegang. Aku menghela napas dan sebisa mungkin menenangkan saraf di seluruh wajahku. "Kau menolak permintaanku?" "Aku tidak melihat di mana pentingnya."
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Permintaan Gila Calon Pengantin

Permintaan Gila Calon Pengantin

cicit Lila, mencoba membela diri meski suaranya kini bergetar, kehilangan sisa-sisa keberanian yang tadi dia banggakan. "Kalau soal janji, kamu bisa bicarakan berdua di rumah nanti. Bukan malah membuat keributan disini dan membuat orang lain tidak nyaman," balas Bu Indah, suaranya pelan namun sarat akan kekecewaan. Beliau kemudian berdiri, melangkah menuju dapur tanpa menengok lagi ke belakang. Kini, tinggal Lila dan Satria yang terjebak dalam keheningan.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

Lalu, dia membalikkan badan dengan hormat. "Pak Edrick, Nona Jenita ... masih di dalam kolam, belum diangkat naik." Edrick yang sedang duduk pun menegang, kilatan keterkejutan melintas sekilas di matanya. Namun, dia segera menekannya dan berkata dengan kesan asal. "Nggak apa-apa, biarkan sampai beberapa hari lagi." Kemal meliriknya dan ingin mengatakan sesuatu yang lain, tetapi dia ragu-ragu.
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Insyaallah setelah lulus aku memang mau tetap di sana, jawab Bia. Kamu mau kuliah di sana? tanyaku. Iya. Aku duluan, ya, Qi. Udah ditungguin temen soalnya. Bentar, Bi, cegatku sebelum Bia kembali melangkah. Nomor WA kamu masih sama? Iya.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta CEO Yang Kejam

Terjebak Cinta CEO Yang Kejam

ucap Lia memohon, ia ingin sekali pergi bersama kakak perempuannya ini. Ayu langsung mengangguk meng-iyakan ajakan Lia. "Tapi, aku izin tuan Kenzo dulu ya Lia." jawab Ayu jujur. Bagaimana ia harus meminta izin terlebih dahulu dari suaminya. "Tapi kalo gak boleh gimana kak?" tanya Lia. Jika kakaknya tidak diperbolehkan lalu ia harus bagaimana? Tahu sendiri bukan sifat Kenzo bagaimana? Ia hanya takut rencana jalan-jalannya gagal. Ada benarnya, Ayu berfikir pasti Kenzo tidak akan mengizinkannya karna acara itu malam hari bukan? Namanya juga pasar malam. Jadi, harus bagaimana?
9.613.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

suaranya mulai bergetar. Beni langsung menutup aplikasi itu. Ia menatap layar ponsel Lia sejenak, seolah berharap ada jawaban keluar dari sana. “Ini gak beres. Pasti ini jelas gak beres!” Ia kembali masuk ke dalam butik. Wajahnya sudah berubah tegang. “Mas, udah?” tanya Lia sambil menuangkan teh hangat ke dalam gelas. “Iya,” jawab Beni singkat.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Naik Takhta

Istri Kedua Naik Takhta

Wajah penuh rasa bersalah seketika berubah jadi marah, setelah mendengar permintaan yang tidak masuk akal. Begitu pula dengan wanita cantik yang sedari tadi menangis di samping Pak Latief, tangisan Adistia seketika terhenti saat mendengar permintaan Ayahnya. "Kenapa Bapak bilang seperti itu? Mas Prabu sebentar lagi pasti datang, jadi Bapak tidak perlu menyuruh Mas ini menikahi Adistia." DEG 'Aku pun juga tidak mau menikah denganmu.' Ucap Liam dalam hati saat mendengar penolakan Adistia.
610 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

“Semoga kamu suka.” “Tentu aku sudah suka. Kalau aku tahu kamu akan memberikan hadiah, aku pasti akan menyempatkan mencari hadiah juga.” “Tidak usah. Dengan kamu menerima pemberian dariku saja sudah lebih dari cukup. Juga aku minta maaf kalau rencana ini tidak berjalan dengan baik. Aku berharap kamu bisa mendapatkan seseorang yang mau memperjuangkan kamu.” Liara menggeleng pelan. “Tak perlu meminta maaf. Kita bahkan tidak punya hubungan apapun.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

Lalu mengusap kedua pipinya saat air mata Dahlia baru saja mengalir. "Kamu nggak perlu minta maaf, Tan. Lagian Mommy yang awalnya bahas kok," jawab Dahlia mencoba untuk tegar. "Ya sudah, sekarang kamu ajak Silla pergi untuk beli baju badut, setelah itu itu temui mertuamu. Mommy juga minta, jangan pernah kamu sakitin Silla, ya? Mommy yakin, perempuan tidak sama semua, Silla pasti akan menjadi istri yang baik untukmu." "Iya, Mom. Aku berjanji."
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai apakah bu lia mengabulkan permintaan lia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status