Neng Zulfa
Arina pun meletakkan gelas thai tea yang sebelumnya ada di genggaman tangannya karena baru ia minum ke atas meja kembali, menunggu jawaban Pelita.
Pelita kembali menatap Arina sembari mengembangkan senyum cerah. "Kita lihat aja nanti, ya!" tukasnya lantas melanjutkan langkah ke dalam kafe.
Gadis itu Nur Walis Pelita. Mahasiswa semester lima, penulis, juga model. Gadis muda dengan lubang hitam besar yang menganga di hatinya.
Semua orang mungkin melihat kehidupan Pelita sebagai kehidupan sempurna dengan wajah cantik, menarik, kaya, juga terkenal.
Hot Chapters